
Aileen benar benar gila, hari ini perlakuan bosnya membuat Aileen kebingungan. Belum lagi ia di belikan baju bermerk dengan satu setel saja, membuat Aileen menggeleng kepala, dua setel habis puluhan juta, satu setel saja membuat Aileen meriang membeli baju sekali pakai seperti ini.
"Kenapa diam? ayo cepatlah!"
"Pak Daffin, sebenarnya kita mau kemana, kenapa kita harus mencari koper?"
"Aileen setelah ini, jam makan siang kita akan ada rapat penting di kantor, setelah itu kita akan ke singapore, thailand untuk meninjau kerjasama yang sudah lama terjalin disana, sudah ada Deva, seharusnya dia disana. Namun masih tertunda belum selesai. Kerena ada beberapa kendala kita harus check langsung, orang saya sudah menyiapkan dan kamu tidak perlu pulang agar tidak membuang waktu lagi." jelas Daffin.
Mendengar perkataan itu Aileen hanya sedikit menaikan alis, menurunkan nafas agar bersabar, ia sadar menjadi karyawan sebagai sekretaris tidak mudah, kapanpun, di manapun ia harus siap sedia.
"Baguslah aku belum menikah jika tidak, mungkin aku bisa perang dengan suamiku nanti, karena jadwal dadakan yang selalu tiba!"
"Apa.. kamu tadi sedang bicara apa?" ucap Daffin, yang menatap koper namun sedikit mendengar ocehan Aileen selewat.
"Owh .. tidak apa-apa hanya bicara koper yang disana bagus pak Daffin."
Daffin pun melirik koper yang dituju Aileen, berwarna kuning cerah full garis panjang bercampur warna orange. Bagai kue lidah kucing ia menatap warna koper itu, seakan ia tersenyum paksa karena ia asal memilih tadi, apalagi ia tidak menyukai warna terlalu cerah. Yang mungkin menatap lirikan orang lain kelak padanya.
"Baiklah saya pilih warna itu dan black doop." ucap Daffin menunjuk kepada pelayan kasir.
Sementara Aileen hanya memicik senyum dan menggigit jari.
__ADS_1
Selesai jam makan siang, dan rapat berlangsung selama dua jam penuh, Aileen melakukan dengan baik dan profesional. Kerja yang cekatan dan pandai menguasai lima bahasa asing, membuat Daffin kagum karena ini pertama kalinya ia mempunyai bawahan yang di atas memuaskan dengan hasil kinerjanya.
Tak lama saat boarding menuju singapore Aileen, menuju lantai keruang meja kantornya. Guna mengambil ponsel dan tas serta pouch nya yang masih tertinggal. Daffin pun mengekor karena harus mengambil berkas yang tertinggal, harusnya tugas Deva tapi karena dia tidak ada, mau tidak mau dia harus membantu meringankan Aileen yang belum sebulan bekerja.
Dan saat Aileen kembali ke kantor, mengambil berkas tertinggal di meja sang bos, seseorang kepo.
"Aileen, keren sekali. Kamu mau pergi kemana rapih sekali. Dandanan mu berkelas sekali Aileen, super mewah. Woh bareng bos lagi?" ucap Angel yang kepo.
Aileen hanya menggeleng kepala, dan menjawab akan ke singapore untuk peninjauan perusahaan yang terkendala.
"Oh .. pantas saja." ucap Angel dengan membulatkan bibirnya.
"Paling juga sekretaris mengangkat paha agar lebih diperhatikan ya kan Sar?" ucap Mela bicara pada Sarna.
Sehingga Angel terkejut menoleh, Aileen pun mendengar ucapan dua karyawan yang lebih lama darinya dan menghampiri.
"Kalau boleh saran saya, kalian gantikanlah tugas saya ini Mela, tidak semua seperti yang kamu ucap ya, ada banyak orang yang giat bekerja dengan gigih dengan otak dan sikap, dari pada dengan kemampuan mulut nya akan berakhir." ucap Aileen menusuk.
Yang kala itu menghampiri, dan Daffin dibelakang kerumunan melihat mendengar tak sengaja pembicaraan karyawan yang berbicara tidak sopan.
"Aileen, ayo kita sudah terlambat!"
__ADS_1
Daffin memerintah dan berjalan tanpa menoleh, sementara Aileen mengekor dengan beberapa lembaran kerja dan tasnya.
Setiba nya di mobil, Aileen yang berada di samping Daffin, ia menuju bandara dan di bantu bodyguard membawa perlengkapan. Lalu masih saja memikirkan ghibah an karyawan lain beberapa jam lalu.
"Baik terimakasih kembali pak Ro! ketika saya sampai kembali saya akan menghubungi." ucap Daffin pada supirnya.
Dalam perjalanan boarding beberapa jam, Aileen dan Daffin sampai juga. Terlihat dua bodyguard yang berada disamping dan belakangnya yang membawa perlengkapan koper mereka. Dengan gaya Aileen yang selalu menatap arah lurus.
"Seperti ini ya jika menjadi sekretaris. Tapi aneh rasanya, ini bukan kebiasaan ku." batin Aileen. Hingga tiba disebuah hotel AM.
"Aileen, kita akan kembali esok dan beristirahatlah, nanti malam jam delapan bersiap pertemuan. Livi akan mengantar gaun untuk kita hadiri, jangan lupa berkas yang akan diperlukan untuk klien kita."
"Ya, pak Daffin, saya juga akan pelajari berkas penting nanti."
Sehingga Daffin meninggalkan Aileen, ke ruangan lain dan berlalu pergi tak terlihat.
Namun saat Aileen masuk kedalam kamar hotel, ia menatap seseorang dan terkejut. Sesuatu yang membuat pikiran Aileen tidak pernah melihat yang ia lihat saat ini.
"Hah! apa ini?" syok Aileen.
TBC.
__ADS_1