Cinta Tak Semanis Coklat

Cinta Tak Semanis Coklat
COBALAH MENGERTI


__ADS_3

Saat makan bersama di apartment Daffin, telihat Aileen menatap sesekali, mengapa ia baru sadar jika Daffin amat tampan, wibawa kaku flatnya mungkin Arus dalam kantor.


"Kamu senyum sendiri kenapa?" tutur Daffin, meletakkan sebuah piring, ia mencoba memulai pembicaraan.


"A- aku senyum, tidak aku hanya menatap ruang dapur mu ini lucu." kilat Aileen, yang membalas dengan bodoh dan menundukkan pandangannya.


"Lucu dapur - ku, kamu aneh sekali dapur yang seperti ini terlihat lucu, apa kamu mulai menatapku dengan dalam Ai?"


Daffin memandang dan membuka tatapan wajah Aileen, yang ditutupi oleh tangannya. Hati Aileen, menatap dengan tak berkedip, dan melepaskan erat'an tangan yang telah digenggam.


"Daffin, maaf jangan seperti ini. Aku rasa aku akan menunjukan sesuatu padamu, mungkin ini akan membuat mu berfikir dua kali."


"Apa itu Ai?"


Daffin menunggu dengan menatap Aileen, dengan penuh arti, namun Aileen yang ingin memulai bicara, terlihat salah tingkah.


"Begini Daffin, kamu tahu aku itu gadis yang tidak pandai memasak, berantakan, urakan, bodoh. Kamu kan tampan, baik, mungkin aset mu tujuh turunan tidak habis. Bagaimana jika aku menunjukan beberapa foto seleb atau anak investor yang sepadan denganmu?"


Aileen memberi lembaran amplop coklat, dan dibuka oleh Daffin yang melirik menaikan alis sebelah.


"Foto, wanita ini kamu ingin mengelabui agar aku membatalkan pernikahan kita Aileen?"


Daffin pun tertawa dan menggenggam tangan Aileen, dan berkata.


"Maaf aku menolak wanita manapun, aku hanya ingin dirimu Aileen."


Aileen memutar pikiran, dan membalikkan wajahnya, dan ia berkata kembali untuk meyakinkan jika ia harus batal tak ingin menikah dengan pria dihadapannya ini.

__ADS_1


Aileen ingin mengetes seberapa dalam rasa serius pria ini mencintainya.


"Kalau gitu kamu dengar kan aku Daffin!"


"Aku sebenarnya, eum .. sebenarnya aku itu sudah tak gadis, sebuah benda tupai telah menyentuhku saat itu, jadi pasti kamu akan menyesal telah menjadikan aku istrimu."


"Apa tupai, benda tupai maksudmu tidak gadis apa Aileen?" tanya Daffin, mendekat tubuh Aileen dengan tatapan tajam dan saling menatap dengan diam.


"Mak-sud aku sudah tidak su-ci lagi, jadi kamu bisa membatalkan nya sebelum kita berlanjut pernikahan bukan?"


Dengan gelap, gelagap ragu Aileen mengatakan padahal hanya berbohong.


Daffin, diam menatap Aileen, ia pun membuka jas dan melemparnya, seakan ia akan marah. Dan mendekati Aileen, memegang tungku leher Aileen.


"Apa kamu tahu betapa berharganya, kesucian wanita. Kamu bisa- bisanya melepas harga diri dan martabat mu itu Aileen?" tutur Daffin, yang marah pada Aileen seketika.


Aileen sedikit terkejut dan berusaha sabar, ia yakin dengan ide gila ini, Daffin akan membatalkannya dan mengetahui seberapa rasa dalam serius.


"Kalau begitu, aku akan menerima mu dengan ikhlas, dan akan selalu menerima kekurangan mu Ail, biarkan aku merasakannya detik ini. Jika kamu berbohong kita akan menikah hari ini juga."


Daffin menatap. Aileen yang sedikit ketakutan karena Daffin, memeluk erat dan ingin mengecupnya.


"Aah .. tidak, tidak maaf tidak bisa. Aku hanya berdusta, itu hanya ide aku saja Daffin."


Aileen pun berlari mengambil tas nya, dan ingin pergi keluar dari apartment itu. Namun ia tak bisa membukanya karena sulit.


Daffin yang tertawa dari sudut belakang, menghampiri Aileen, dan mendekat serta berbisik.

__ADS_1


"Jangan mengelabui ku lagi untuk menjauh dan, membatalkan pernikahan yang sudah terjadi, lebih baik kamu baca paket buku panduan yang aku berikan."


Daffin pun memegang tangan Aileen, dan menempelkan card untuk membuka pintu apartment, lalu ia menggenggam tangan Aileen dan mengantarkan nya pulang.


Seperti biasa, Aileen diperlakukan manis. Bahkan Aileen merasa bersalah dan berlebihan, ketika itupun mereka sampai di apartemen Lani.


"Daffin aku minta maaf, aku salah maafkan aku ya!"


Senyum merona di bibir Daffin, merasa perjuangan selama ini tidak sia- sia. Meski ia khawatir jika memang, Aileen telah ternoda, tapi ia sudah terlanjur mencintai gadis kecil impian masa kecilnya.


"Baiklah, terimakasih aku akan setia dan tak akan Menyerah."


Saat Aileen turun, tangan Aileen digapai dan Daffin memulai memegang tungku leher Aileen, di anak tangga, pria itu terus saja membuat sengatan percintaan, seolah Daffin benar benar buas tak sabar menunggu pernikahan tiba, Daffin memulai kecupan di ranum manis yang membuatnya candu, sebagai tanda Aileen hanya miliknya. Dengan lama dan Aileen pun menerimanya, merasa Aileen tak menolak. Daffin pun melanjutkannya, hingga ia berbisik indah.


"Terimakasih sudah memberiku luang untuk singgah di hatimu, Aileen sayang."


"Pulanglah! bukankah aku akan jadi milikmu, tidak perlu terus seperti ini."


"Sebab aku ingin kita menikah esok, karena aku ingin menjagamu Aileen." bisik Daffin, membuat Aileen gugup.


Setengah jam berlalu, Daffin telah pergi namun dan pamit.


Tapi seseorang datang memanggil Aileen, sebelum membuka pintu dan menariknya ke loby rooftop.


"Aileen, aku ingin bicara penting. Bisa kita bicara?" ujar suara pria, membuat Aileen menjatuhkan barang pemberian Daffin.


TBC.

__ADS_1


Sambil Tunggu Up, yuks mampir ke temen litersi Author.



__ADS_2