Cinta Tak Semanis Coklat

Cinta Tak Semanis Coklat
DI MANJA BOS


__ADS_3

Esok harinya alarm berbunyi, Aileen meraih ponselnya dan terlihat sudah jam tujuh pagi.


"Astaga, aku kesiangan bagaimana ini apa aku sempat pulang mengganti baju kantorku."


Aileen pun menitip kunci mobil pada security dan segera berlari mencari taksi. Setelah malam kemarin ia membawa pak Daffin ke hotel, saking beratnya ia tertidur tertindih di atas, dengan posisi menyamping. Dan saat ia bangun, ia syok mencoba ingat hal semalam.


Aileen meninggalkan pak Daffin yang masih belum sadar, lalu segera cepat pergi untuk menghindar, jika Daffin membuka mata ada dirinya, sudah pasti wajah dan muka Aileen bingung ia letakan dimana, jika semalam pun tidak terjadi sesuatu, hanya karena ia tidak lancar menyetir, Aileen membawa Daffin ke hotel.


Beberapa Jam Kemudian.


Setelah sampai kantor, Aileen yang tak sempat pulang mampir membeli pakaian kantor, ia pun meredam mandi di kantor dengan cepat dan alakadarnya. Aileen mengeringkan dengan banyak tisue kedalam tubuhnya.


Dasar bos gila, gara-gara dia aku jadi terlambat tak bisa pulang dan mengganti pakaianku. Ini sungguh menyebalkan!


Aileen saat itu bergeming kesal, lalu menatap cermin karena ia bukanlah mandi hanya mengguyur beberapa gayung untuk menghilangkan keringat tak sedap.


"Ah hari apa ini benar amat sial. Pouch make up ku, sisir ku mati lah sudah aku seperti ini. Hanya kapas dan pembersih wajah ia pakai dalam tasnya."


Sudahlah mau apa lagi, nasib ia pun berjalan menuju ruangan dengan menatap tatapan karyawan lain setelah hampir tiba di ruangan.


"Aileen, kamu habis dari mana ko lusuh ga pakai make- up kamu sakit ya? kok pucat sekali?" tanya Angel.


Aileen hanya tersenyum dan bicara jika ia lelah dan tak enak body. Ia pun meminjam sisir dan parfum pada Angel, jika semua perlengkapan nya tertinggal dan belum sempat pulang. Sontak membuat pikiran Angel bercabang karena semalam, Angel dengar dari pihak hrd! Jika Aileen tidak pulang karena bersama pak Daffin rapat penting.


"Aileen apa kamu, semalam ..?" memberi gerak dua jari, dengan tatapan genit Angel pada Aileen.


"Apa ... ?! jangan berfikir aneh dan buruk. Sudah ini terimakasih ya."


Aileen langsung berlalu ke meja kerjanya, di mana ruangan menyatu dengan pak Daffin. Letak kursi kebesaran sang bos juga terlihat kosong, dan belum datang.


Selamat pagi pak Daffin. ( seluruh karyawan, menyambut. )


Terlihat pukul 10.30 pak Daffin hadir, dan memasuki ruangan, ia menatap Aileen yang natural dan masih memakai baju kemarin dengan penuh tanya.


"Aileen, ikut keruangan saya sekarang?" ucap Daffin.


Aileen pun mengekor dengan berdebar dan bergumam. Semoga tidak menanyakan saat ia mencium bibir-ku ini, karena semalam ada tragedi pemindahan tubuh Daffin ke kasur, namun karena berat pria itu, membuat Aileen terjungkal mengenai ranum indahnya.


"Ada apa pak Daffin, apa ada yang harus saya kerjakan?"


"Semalam kamu tidur dimana?"


Hah.. Aileen pikir ada hal berkas yang salah.

__ADS_1


"Sa- saya tidur lelap dirumah pak, maaf saya tidak bisa mengantar anda sampai rumah karena tidak tau."


"Owh .. jadi kamu yang antar saya ke hotel itu?"


'Dasar bos gila, mabuk sampai ga tau semalam dari mana, dan apa saja yang ia perbuat semalam buat orang syok.' batin Aileen.


"Bisa ya sih pak! tapi hanya sebentar kok."


"Berarti ini pouch make up tertinggal di mobilku, dan kunci mobil saat saya bangun saya pikir hilang. Anehnya tapi security bilang seorang perempuan pergi tadi pagi, apa itu kamu. Jam enam kurang lima belas menit, kamu keluar dari mobilkan? antar titipkan ini?" Daffin mendekat.


"Sa- ya sepertinya bukan pak Daffin, mungkin orang lain." ucap gugup Aileen.


"Tapi ini pouchmu kan, aku tau kamu yang tidur di mobilku kan. Apa semalam terjadi sesuatu?"


Daffin berdiri mendekati Aileen, namun ia memundurkan langkah kebelakang berusaha menjauh dari bosnya itu.


Daffin mendekat ke wajah tubuh, Aileen. Akan tetapi ia malah mundur dan Daffin merangkul pinggang Aileen.


"Maaf hal semalam!"


"Hah .." terdiam beku Aileen.


Mata Aileen membulat begitu saja, benar saja, ia sadar seketika Aileen menjauh dan menunduk.


Daffin tersenyum menatap Aileen, dan menyodorkan credit card hitam tanpa batas itu.


"Ambilah sekarang aku bebaskan kamu untuk membeli baju kantor dan keperluan lain! gantilah bajumu. Di sebrang kantor ini terlihat mall, jelas kamu bisa membelinya di LV mall!"


"Tapi maaf saya tidak bisa menerimanya.


hanya hari ini saya bisa bertahan kok pak, tidak perlu berlebihan seperti itu. Tadi pagi saya sempat ingin beli, tapi uangnya tidak cukup." celos Aileen begitu saja.


"Aduh maksud saya. Terimakasih dan pouch make up saya ambil."


Aileen pun berlalu dan pergi. Ia melangkah malu karena aksi ciuman kilat semalam ternyata Daffin sadar.


Dasar bos tidak tau malu, memang saya wanita apa, bisa bisanya membuat saya malu dan dihargai dengan belanjaan, dia pikir dia siapa?! gerutu Aileen kali ini. Tapi memang dia bos sih, tapi .. Aileen sejenak berfikir dan menatap cermin, jika ia sedikit pucat, sehingga ia memoles sedikit lip balm merah bercampur pink soft, dan lipgloss agar terlihat berseri, tak lupa bedak tipis dan alis yang sedikit terlihat. Lalu menjepit bagian rambut atas kesamping agar terlihat rapih.


"Sudahlah, seperti ini saja juga tidak berlebihan." gumam Aileen, ia menyemprotkan parfum agar bajunya tak menampak keringat, meski sedikit lusuh ada noda coffe di bawah tali kerah, ia tutup pun masih terlihat.


"Sabar Aileen, ini pasti berlalu hari ini tidak akan bertemu klien penting." senyum Aileen.


Kring.

__ADS_1


Tak lama sambungan telepon berdering dari meja Aileen.


"Ya hallo dengan J group corporation, ada yang bisa saya bantu?"


"Aileen, cepat fax email saya sudah kirim dan tolong diprint, lalu siang nanti kamu akan hadir rapat penting jam dua siang." ucap bu Ita.


"Baik bu." lemas Aileen.


Aileen masih terdiam kaku, dengan penampilan lusuh ini, bagaimana ia mengatur nafas dan berlalu keluar ruangan untuk print. Setelah berada dalam print, ia membalikan badan dan terkejut ketika pak Daffin sudah di hadapannya.


"Pak Daffin, maaf ada apa? saya tidak lihat anda dibelakang saya."


Tanpa aba- aba Daffin memegang baju Aileen, tali kerahnya itu di pundaknya dan menariknya untuk keluar. Memaksa Aileen keluar. Sebagian tatapan karyawan merasa heran dan melirik Aileen terutama Angel.


"Pak tunggu jangan pegang tarik baju saya seperti ini, memang saya anak kucing." protes Aileen kala itu, malu karena beberapa karyawan melihatnya.


"Kau tau bekerja dengan penampilan baju sedikit noda dan lusuh, tidak berhak masuk jam kerja! Kalau begitu ayo ikut saya ke depan gedung ini, saya akan bantu temani kamu untuk membeli pakaian kerja, sebagai ganti rasa terimakasih saya."


Aileen tetap menolak, namun Daffin kala itu menjelaskan.


"Tapi ini darurat Aileen, kita akan bertemu klien penting!"


"Ah. Baiklah pak. Anggap saja saya kasbon."


Aileen pun mengekor dan menurut, ia malas berdebat, lalu menghela nafas dalam dalam.


Lama satu jam Aileen telah memilih dan di dandani oleh salon, serta ia menyempatkan diri mandi di butik salon private vvip itu, selama dua jam Daffin menunggu dan ia pun segera menghampiri bosnya itu yang sedang duduk membaca koran.


"Saya sudah siap pak Daffin." ucap Aileen,


dengan balasan senyuman Daffin merasa terpukau.


"Baiklah sekarang kita pergi mencari koper dan beberapa baju itu sudah saya siapkan, tak lupa pakaian ganti dalam sudah terbungkus oleh kasir, mereka sudah memilih yang terbaik, semoga pas dan cocok untuk ukuran mu." cetus Daffin, memperagakan ukuran cd.


"Hah.. pakaian dalam, dasar bos gila, kriminal mengapa saya bisa jadi karyawannya? bisa bisanya terang bilang ukuran pakaian cd pada saya dengan enteng." gemuruh Aileen.


Tak lama kasir pun menyodorkan empat paperbag besar, kepada Aileen dan hormat pada tuan Daffin atas kedatangannya.


"Apa? sebanyak ini pak? kita bertemu klien kenapa beli koper?"


"Kita akan ke luar kota dalam beberapa hari." ujar Daffin, membuat Aileen membeku.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2