
"Siapa Alexi?" tanya Aileen.
Aileen turun ke anak tangga, segera menghampiri, ia terkejut. Ketika menatap seseorang.
"Kak Ehsan, malam begini ada apa, pasti ada hal penting ya kan?" antusiasnya.
"Eh ya, Daffin kenalkan dia kak Ehsan, anak dari sahabat Ayah juga. Mmm .. tapi setahu ku ia tinggal di belanda, kok bisa sudah disini kak?"
Aileen melirik, sakin bahagia karena ia adalah teman sekolah Aileen juga dengan Kay dahulu. Daffin merasa panas dan menahan rasa kecemburuannya.
"Boleh aku masuk Ail?"
"Tentu kak maaf, aku sakin bahagia."
Aileen pun memanggil seisi rumah, dan mereka berada di ruang tamu. Bahkan semua amat terkejut. Terutama ayah Anton kala itu. Ia memang sudah lebih dulu tahu dan membuat janji dengan Ehsan terkait bisnis.
"Aileen buatkan kebelakang dulu ya."
Sehingga perbincangan pun menjadi sedikit kaku. Ayah Anton menatap Ehsan, teman baik Aileen, anak dari sahabatnya juga, Dan di sampingnya Daffin, pria yang baru saja mendekat hatinya. Ia pun tersenyum bingung dan mencoba pembicaraan.
"Sudah lama Ehsan, bagaimana usaha brand yang akan di iklan kan oleh Aileen, apa akan berhasil nantinya?"
"Tentu Om. Pasti hanya saja mungkin Ehsan akan meminta izin sedikit, nanti akan banyak pertemuan pada Aileen kelak nantinya."
Ehsan, menjelaskan dan melirik pria disampingnya. Yang terlihat memerah memendam kesal.
"Om Anton, pria di sampingku siapa?"
"Dia Daffin yang pernah om bicarakan."
"Oh ia, tadi Ehsan sudah berkenalan, tapi siapanya Aileen?"
"Tunangan Aileen, kami akan menikah sebentar lagi."
"Owh ..menikah, apa Aileen sudah setuju?" tanya kembali Ehsan.
Daffin pun terdiam. Sementara Ayah Anton menahan ingin tertawa, menatap dua pria yang sedang beradu mata.
"Sayang sekali om, semenjak tragedi itu, padahal Ehsan ingin sekali memulai kenangan Ehsan dengan Aileen. Hanya saja studi dan usaha Ehsan di belanda sibuk dan ketat, jadi harus putus komunikasi. Jika tidak mungkin Ehsan akan berusaha meminang Aileen, bahkan kami juga dekat seperti Kay tidak canggung." jelasnya membuat Daffin kesal, mengepal tangan yang ia tahan.
Deg.
"Ada apa ini, kenapa wajah tiga pria menjadi kaku dan sedikit tegang? ayah apa ada masalah?" tanya Aileen.
Saat itu ia datang membawa buah dan bibi membawakan minum.
__ADS_1
"Ayah sedang melihat calon menantu terbaik Aileen." ucap Ayah.
Hahaha.. ia melirik kedua pria itu, memutar mata.
"Kak Ehsan, jangan bercanda lagi ga lucu! Owh ya .. Soal produk nanti, Aileen kirim by surel. Tadi Danu baru menelepon Aileen, jadi Aileen baru tahu tadi maaf telat, besok bertemu di bizard aja!"
"Oke tentu Aileen." balas Ehsan.
Dua jam berlalu, Ehsan yang telah pamit. Ia beranjak ke arah toilet, melewati keberadaan Aileen yang sedang duduk dengan tangan kanan mengetik, dan sebuah kacamata bulat yang membuatnya semakin seksi.
"Aileen kamu semakin cantik dan berbeda. Aku harus merebut hatimu kembali, sama hal ketika aku dulu acuh. Namun aku kalah ketika mengetahui, sehingga Kay berhasil memenangkan hatimu."
Daffin yang tak sengaja, mendengar pria itu bicara.
Eheum .. tak lama tatapan kedua pria itu saling menatap. Aileen yang tersadar ada dua pria di sampingnya langsung menyapa.
"Sudah selesai berbincang manis dengan Ayah?" tanya Aileen, sehingga mereka pun tersenyum menjawab manis.
Tak lama mereka pun berpamitan, tapi dua pria itu membuat tingkah yang aneh.
Saat sarapan pagi, Daffin masih terdiam akan kejadian semalam. Alexi sesekali meledek ketus.
"Kak baru kali ini, aku melihat kisah romantis seorang ceo galau karena satu wanita?" bisiknya.
Aileen menatap adiknya itu untuk diam. Ayah Anton pun langsung mengalihkan.
"Tidak ingin lebih lama lagi Daffin?"
"Tidak om. Ada klien penting, yang harus Daffin bertatap temu."
"Baiklah, hati hati dalam perjalanan."
Sehingga mereka pun kembali melanjutkan makan bersama. Alexi sesekali menertawakan pasangan sang kakak yang membuatnya lucu.
Aileen sesekali menginjak kaki sang adik karena terlalu membuatnya risih.
"Sudah sebentar lagi kamu landing, berhati hatilah. Setelah brand baru launching, aku akan segera menemui mu!" ucap Aileen pada Daffin dengan senyuman.
"Benarkah. Cepatlah aku akan merindukanmu Aileen!" balas Daffin.
Setengah jam mereka melewati dan berakhir dengan memeluk Aileen. Sehingga Daffin pamit tak terlihat.
***
Toko Bizard.
__ADS_1
Aileen yang menunggu Alexi adiknya lepas kuliah, ia membantunya. Tak lama Ehsan datang, sehingga semua karyawan toko menatap penuh dan membulat, ketika pria tampan berbeda kembali datang.
"Wah tinggi sekali, pria yang perfect rambut belah dua, gaya yang menggunakan jaket ala motor besar." lirih karyawan Bizard.
"Dimana bos kalian?" tanya Ehsan, pada salah satu karyawan.
Mereka bingung, apa yang di maksud adalah bu Aileen.
Sehingga Aileen yang tiba saja ingin keluar menatap.
"Kak Ehsan, sudah tiba, ayo masuk!"
Aileen meminta salah satu karyawan untuk berjaga. Ia mengambil tas dan segera berlalu.
"Kita lunch di star sini aja kak, sekalian gimana?"
"Ehsan pun menarik tangan Aileen. Kita lunch dan meeting iklan ditempat berbeda. Sekarang ke perbukitan saja. Enggak lama kok Ail, satu jam sampai. Ayo pakai helm dan jaket hitam ini!"
Dengan berdebar takut naik motor besar, perlahan Aileen paksa untuk tidak takut, dan selama empat puluh menit Aileen yang takut gemetar. Perasaan takutnya ia kalahkan dengan hal perkataan Ehsan. Sehingga ia merasa tenang.
Hingga tiba di perbukitan cafe. Aileen menghirup udara segar, ia berterimakasih dan dengan waktu singkat ia pun cair dengan suasana kerja sama, bahkan membahas produk dan iklan.
Aileen yang serius terbawa suasana, ia lupa akan ponsel nya tertinggal di bizard.
"Kak Ehsan, bisa pinjam aku mau hubungi Alexi, aku lupa ponsel ku di cas di toko."
"Kamu selalu ceroboh."
Ehsan pun memberinya. Sehingga ia memperhatikan Aileen, yang semakin hari semakin seksi dengan ucapan manis tutur lembutnya dalam bicara.
Saat Aileen menghubungi Alexi. Kilat Ehsan menarik tubuh Aileen dengan kilat.
"Aileen .. awas minggir!" teriak nya.
Sehingga tubuh Aileen, terdiam kaku dan mereka tiba berada di bawah tubuh Ehsan.
Dengan ponsel yang masih tersambung, ranting itu tepat mengenai tubuh Ehsan yang memeluk melindunginya.
Bruugh ..
"Kak Ehsan."
Aileen terkejut, akan posisi dan panik ketika ranting itu mengenai tubuh Ehsan, demi melindunginya.
TBC.
__ADS_1