
Daffin kembali ke apartment, ia menatap bunga anggrek dan lily yang ia rawat sebelum berangkat ke kantor dan melihatnya setelah pulang kantor.
Daffin menyempatkan karena ini adalah milik Aileen, ia paham jika Aileen menyukai bunga ini. Terlihat jelas saat membuka jendela yang menatap ke arah kebun taman, nan asri penuh dengan berbagai anggrek dan lily.
Pikiran Daffin masih terganggu akan bayang kebohongan nya, bahkan pertemuan kembali setelah Aileen dewasa disaat salah menangkap buruan, ia memang jelas kriminal dan pembohong.
Hah! Pria macam apa aku, wajar Aileen kecewa dan membenciku, tapi jika aku memperjuangkan nya. Apa aku akan sanggup mendapat penolakan kembali.
Dering ponsel Daffin dari papa Alber kala itu.
"Daffin pulanglah, papa ingin bicara hal penting!"
"Baiklah pah, Daffin segera pulang."
Panggilan pun berakhir, Daffin memberi pesan singkat pada Livi, sang asisten tentang keadaan dirumah. Namun Livi pun, membalas jika ia belum tahu tentang apa yang ingin dibicarakan papa Alber.
Di Rumah.
Setengah jam berlalu, Daffin tiba dirumah mereka makan bersama dengan hangat. Livi pun selalu menemani. Bahkan terlihat papa Alber yang menatap Daffin, dengan serius.
"Daffin batalkan pertunangan mu dengan Aileen!" perkataan papa membuat hati Daffin terkejut.
"Kenapa pah, papa ingin menjodohkannya dengan Deva?"
"Tidak, hanya saja hubunganmu dengan Aileen, sepertinya tidak akan dilanjut terkait rumit."
Bahkan papa Alber menjelaskan, jika sebelum ia kembali ke paris, Aileen menemui kami dan mengucapkan terimakasih serta pamit. Ia bahkan bicara tidak akan pernah memilih Deva, karena bayangan masa lalu. Tapi jika masih berjodoh pada Deva, kemanapun pergi pasti akan kembali.
"Daffin. Jika di hatimu sudah menyerah putuskanlah! pilihanmu hanya lanjut berjuang atau berakhir. Bukankah masih banyak gadis partner papa yang ingin menikah dengan pimpinan J geuk Corp?" singgungnya.
"Heuum, kenapa papa bicara seperti itu?" tutur Daffin, dan papa pun membalas.
"Jika kamu stay ditempat dan tak berbuat apa apa. Paman Anton akan menyudahi semua ini dan menjodohkan Aileen, dengan kerabat teman yang lain, asal kamu tau Daffin. Aileen gadis penurut, ia rela melakukan apa saja asalkan ayah nya bahagia dan tersenyum. Selain itu ia pintar dalam bisnis dan pandai dalam memasak, meski terkadang ia berpura pura. Papa tak melihat keburukan lain selain ahlinya itu yang seperti mendiang ibunya." jelas Alber.
__ADS_1
Mendengar bulatan telak percakapan papa, Daffin berfikir keras. Satu sisi mata Daffin dan papa Alber saling mengedip. Mereka memang sedang berencana membuat Aileen dan Daffin saling rindu, semua sudah diatur juga oleh ayah Aileen di paris yang merencanakan sesuatu.
"Daffin, Hey Nak! kamu akan kemana?"
Terlihat antusias papa Alber menatap putranya, yang akan pergi, ketika mendengar Aileen akan dijodohkan.
"Aku menyusul Aileen ke paris, pah."
"Tidak bisa seperti ini, selesaikan pekerjaanmu, agar dihandle oleh Livi. Kamu tidak bisa seperti ini langsung menemui Aileen, kamu harus lakukan sesuatu memberikan sebuah benda yang indah, untuk merebut hati Aileen dan om Anton, dan pastikan kantor tidak berantakan ketika kamu pergi. Bagaimanapun kantor yang utama, jika terjadi sesuatu akan fatal!" jelas teriak Alber.
Daffin tersenyum dan berterimakasih pada papanya kala itu, ia pun melanjutkan makan bersama dan berbincang pembahasan lain.
"Tenang saja pah, soal kantor ada Livi, aku akan mengemas barangku."
Semua mata membulat sempurna melihat tingkah Daffin.
***
Di Paris.
"Aileen, hari ini kamu akan pergi ke pabrik atau Bizard sayang?" tutur mama menyapa, Aileen ketika di meja sedang sarapan bersama.
"Keduanya mah, Aileen juga akan reuni nanti malam, jadi sedikit terlambat dan hei kamu Alexi jangan menungguku ya!"
"Eh pelit sekali kakak satu ini, bahkan ia tidak mengenalkan teman -teman nya itu mah, ka Aileen jahat." balas Alexi, sementara ayah dan mama tersenyum.
"Bagaimana dengan status mu dengan Daffin nak?" tanya ayah.
Aileen pun meneguk air minum, mengatur nafas.
"Aileen tidak memikirkan nya yah, biarkan saja. Bahkan Aileen tak berfikir akan ingin menikah atau lajang selamanya sama saja."
"Huuush .. sayang tak boleh bicara seperti itu, takut malaikat lewat mencatat perkataanmu nak!" ucap mama.
__ADS_1
"Mama dan ayah tak perlu khawatir, jika masih berjodoh Daffin pasti akan datang dan memperjuangkan, buktinya dua minggu lebih dia tidak datang kan. Pria kriminal seperti Daffin pasti banyak cadangan, wanita mantan nya saja banyak. Jika Aileen membatalkan dia pasti tidak akan bersedih terlalu lama. Jadi yang miris disini hanya Aileen."
"Benar nak, bahkan ayah telah menghubungi Om Alber."
"Hah untuk apa,?" balas Aileen dengan menyambar, sebelum ayah menyelesaikan pembicaraan.
"Kenapa terkejut ?" tanya ayah pada Aileen.
"Enggak hanya kaget sedikit yah."
"Kamu tau Ai, om Alber dan ayah telah berencana akan memutuskan pertunangan kalian. Ayah bilang jika Aileen anak ayah, tak akan jatuh cinta, ia tak bisa menerima dan mau menikah dengan pria bernama Daffin ataupun Deva. Jadi mereka sepakat dan mungkin hari ini mereka akan menikah."
"Me-nikah?" gagap Aileen.
Mendengar perkataan itu Aileen menjadi sedikit sedih, bulir air mata tertahan andai saja ia tak mengucapkan untuk meninggalkan dan meminta Daffin untuk menikah dengan wanita lain, tapi jika ia pria sejati pasti ia datang menemui ku. Mengapa aku jadi tidak nafsu makan. Hei dasar Aileen bodoh untuk apa memikirkannya, bukankah ini kemauan mu. Tapi kenapa hati ku sakit dan sedih ya?! batin Aileen bergumam.
"Ail, kamu baik - baik saja ko melamun?" sapa mama.
Alexi pun menyambar, "Nah kah nyesel kan kak Aileen, udah mulai tanda tanda cinta tumbuh tuh," goda Alexi.
Aileen pun membalas pada adiknya itu.
"Dasar sok tau kamu. Udah Ah, ayah, mama. Aileen pamit lebih dulu, sudah kenyang. Mau bersiap."
"Ga berselera kepikiran perkataan Pria kriminal mau menikah dengan wanita lain ya ka?" ledek Alexi.
"Enggak kok udah ah .. aku pergi." meraih ransel.
Mama dan ayah pun mengedipkan mata, akan rencana mereka. Lalu Alexi menatap kedua orang tuanya penuh tanda tanya, sehingga Alexi pun pamit ke kampus.
"Ayah sama mama kenapa jadi genit? sudah ah. Alexi berangkat ke kampus pamit."
TBC.
__ADS_1
Sambil Tunggu Up, yuk mampir guys.