
Pagi hari tepat pukul 8, Ian sudah siap untuk berangkat ke kantor setelah sebelumnya Ia mempersiapkan Varo untuk sekolah online melalui Zoom. Rambutnya yang panjang Ia ikat kuncir kuda hari ini. Ia benar-benar berpakaian lain dari biasanya justru cenderung santai. Hanya kemeja berbahan satin berwarna navy dipadu dengan rok berbahan corduroy yang panjangnya satu jengkal di bawah lutut. Tidak ada blazer yang selalu melekat di tubuhnya jika pergi ke kantor.
Ian berpikir hari ini Ia tidak memiliki agenda meeting dengan klien. Kemungkinan besar hari ini Ia hanya akan menghabiskan waktunya dengan melamun, mengecek beberapa berkas dan bermain media sosial.
Ian segera pamit pada kedua orang tuanya dan kedua anak nya yang sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing di pagi hari. Tak membuang waktu lama Ia pun segera masuk ke dalam mobil dan mengemudi membelah jalanan Ibu Kota.
Sesampainya di kantor, Ia langsung masuk ke dalam ruang kerja nya. Ia menatap ke seluruh penjuru ruangan.
Sepi juga gak ada Rio...
Ian melangkah menuju meja kerja Rio. Ia mengusap papan nama pria itu dan mendudukkan dirinya di kursi.
Selama dia pergi, gw yang jadi bos di sini hehhehee..
Ian terkikik geli dengan pikiran nya. Ia dengan cekatan segera menyalakan PC yang berada di atas meja kerja Rio. Ia sudah pasti tahu password PC milik Rio. Tak ada satupun yang pria itu sembunyikan darinya.
Ian memasukkan password dan muncul lah sebuah foto wanita yang di ambil dari arah belakang. Ian tersenyum tipis saat melihatnya. Ia tahu betul siapa wanita yang di jadikan background PC Rio. Itu adalah diri nya sendiri.
Rio selalu suka mengambil foto diri nya secara candid maupun dari tampak belakang. Pria itu berdalih jika "feel" yang nampak dalam foto yang Ia ambil benar-benar mencerminkan apa yang Ian rasakan.
Ian lalu membuka sebuah folder yang di dalam nya berisi banyak file penting yang harus Ia tinjau kembali mewakili Rio. Ian mulai tenggelam dalam pekerjaannya.
......____......
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang. Ian meregangkan tubuhnya karena sedari tadi Ia benar-benar hanya duduk menatap layar PC dan mengecek berbagai berkas. Ia tidak beranjak sedikitpun dari singgasana Rio dalam ruang kerja tersebut. Beberapa kali Office Boy Ia panggil untuk membuatkan nya teh hangat dan cokelat hangat. Ia benar-benar bisa diabetes jika pagi hari perutnya sudah di isi dengan beberapa cangkir minuman manis!
__ADS_1
Ian mengambil ponsel miliknya. Ia membuka sebuah sosial media dan mengetikkan 1 nama yaitu Rio. Ian tahu pria itu selalu rajin update di akun milik nya. Walau Ian tak menelfon atau pun saling berkirim pesan, Ian pasti selalu tau apa yang sedang pria itu lakukan melalui sosial media nya.
Terlintas di pikiran Ian untuk membuat sesi tanya jawab di akun nya. Ia sudah selesai bekerja. Tak ada lagi yang perlu Ia check saat ini. Ian pun mulai mengetikkan sesuatu.
Tak menunggu lama berbagai balasan masuk ke dalam akun nya. Ia bisa melihat nya dari notifikas sosial media tersebut. Ian membaca berbagai pertanyaan yang masuk untuk diri nya dari teman-teman nya. Ada beberapa hal yang membuat nya terkikik geli maupun bingung untuk menjawabnya bagaimana. Ian pun mulai membalas satu per satu pertanyaan tersebut.
Ian sempat bingung ketika ada seorang teman nya yang menanyakan terkait tentang Rio. Ia benar-benar harus bisa menjawab nya secara objektif. Karena bagaimanapun jujur saja, setelah semua yang Ia lalui. Ia merasa rendah diri di hadapan Rio dengan kondisinya saat ini.
Ian lalu menjawab berbagai pertanyaan yang lain dan tiba-tiba ada sebuah notifikasi bahwa Rio membalas salah satu story nya. Ian membuka isi pesan dari pria itu dan seketika itu pula mulutnya menganga membaca apa yang pria itu tulis untuknya.
Ian tak tahu harus menanggapi seperti apa. Tak lama Ia di kejutkan oleh dering ponsel yang berbunyi nyaring. Ia lalu menerima panggilan tersebut.
"Apa-apaan sih lo jawabnya begitu?" Cecar Rio terdengar kesal.
"Gw kesal sama lo. Seakan gw melihat dari tubuh wanita. Kalau gw mau, dari dulu gw udah ganti-ganti wanita. Tapi sampai setua ini gw masih sendiri..."
Ian lalu tertawa keras mendengar ucapan Rio. "Oh. Jadi ngaku udah tua ya?".
"Ya umur boleh 35! Tapi muka gw baby face!" Sungut Rio.
"Udah sana tidur. Di sana udah malam kan.. Daripada ngomel-ngomel..."
Terdengar helaan napas Rio. "Lo baik-baik aja kan?"
__ADS_1
Ian mengulas senyum tipis. "Gw selalu baik-baik aja. Lo jangan kuatir..."
"Kemungkinan gw 3 bulan di sini. Mr. Dave minta gw gantiin dia di head office untuk sementara, Ian".
Ian terdiam mendengar penjelasan Rio. Ia sudah tahu hal ini karena kemarin Ia sudah dapat pemberitahun langsung dari Direktur.
"Tadinya gw nolak... Tapi momi saranin gw untuk mengambilnya. Momi bilang kalau gw harus memberikan lo ruang. Momi gak mau keberadaan gw di samping lo mempengaruhi keputusan yang lo ambil terkait rumah tangga lo..Padahal gw gak merayu lo kan? Kesal banget gw!" Ujar Rio.
Ian tersenyum walau tak terlihat oleh Rio. Ia tahu bahwa maksud dari Tante Gaby adalah baik. Momi Rio ingin Ian mengambil keputusan dengan jernih tanpa intervensi dari siapapun termasuk anaknya.
"Namanya seorang ibu, Yo. Dia ingin yang terbaik buat kita semua. Dia gak mau anaknya benar-benar jadi perebut istri orang...hahahhahahah" Ian tertawa keras mengingat Rio pernah berkata Ia tak keberatan jika di cap sebagai perebut istri orang walau Ia pun tak akan pernah membiarkan hal tersebut terjadi.
"Ya udah gw mau makan siang dulu btw ,Yo"
"Lo belum makan siang? Di sana udah lewat jam makan siang kan. Gimana sih telat terus makan nya!".Omel Rio.
"Lo kenapa sih ngomel terus ah.. Ya udah gw tutup telfon nya supaya gw bisa cepat pergi makan!"
Tanpa menunggu jawaban dari Rio, Ian segera menutup telfon nya. Ia segera merapihkam beberap berkas yang sudah Ia tinjau ulang dan memasukkan nya ke dalam brankas.
ia lalu segera beranjak keluar dari ruangan kerja dan melangkah menuju lift. Di dalam lift pikiran nya terpaku pada bayangan berbagai makanan yang ingin Ia makan.
Sepertinya makan steak wagyu enak banget sih nih. Tapi tempatnya jauh dari kantor.. hmmmm....
Ian bergumam dalam hati seraya memikirkan opsi lain.
......________________________......
__ADS_1
Yuk ah kita juga makan siang!
Aku pun lapaaaaarr🥴