Cinta Tanpa Syarat

Cinta Tanpa Syarat
Badai


__ADS_3

Dentuman musik yang DJ mainkan sangat memekakan telinga, belum lagi bau alkohol dan asap rokok menambah sesak indra penciuman Zeline.


Kalau bukan karena teman-temannya yang memaksa untuk merayakan kemenangannya sebagai Putri Indonesia sekaligus perpisahan karena masa karantina yang akan ia jalani beberapa minggu lagi di Amerika untuk mengikuti ajang kontes kecantikan Miss Universe, tak akan pernah mau ia menginjakan kakinya di Night Club ini.


Entah kenapa teman-temannya lebih suka menikmati malamnya di tempat seperti ini, Zeline malah merasa tempat ini sungguh tidak mengasyikan.


Mama Rena sangat over protektif kepadanya belum lagi Papa Andra yang menyiapkan bodyguard juga asisten untuk Zeline semenjak SMP ia terjun ke dunia entertainment.


Tapi malam ini merupakan malam minggu dan Zeline pergi bersama sahabat-sahaba model juga aktris lain, menurutnya tidak akan ada yang terjadi, maka ia memilih untuk tidak ditemani bodyguard juga asistennya.


"Zeline!!!" Jenifer melambai mengambil alih perhatian Zeline yang sedari tadi celingukan mencari keberadaannya.


Zeline pun menghampiri Jenifer dan teman-teman sesama model juga aktris dan aktor muda ibu kota yang sedang naik daun itu.


"Hai... " sapa Zeline seraya mencium pipi teman-temannya bergantian.


"Kau terlambat!" dengus Aleta.


"Maaf... Aku harus meyakinkan Mama dulu untuk pergi kesini!" Zeline mencoba menjelaskan alasannya terlambat.


"Masa udah tua gini masih ijin Mama?" ledek Rayhan


"Loh... Mana bodyguard dan asisten mu? Biasanya mereka ikut kemana pun kau pergi?" mata Natalia mencari-cari keberadaan dayang-dayang Zeline.


"Aku kasih cuti setiap weekend, karena nanti mereka juga akan ikut saat aku karantina, lagian tadi Jenni mewanti-wanti agar aku tidak membawa mereka" Zeline memperlihatkan senyum gigi putihnya.


"Ya udah... Kita nikmati aja dulu malam ini, kita kangen-kangenan sebelum kamu tinggal, okey?" ucap Jenifer seraya beranjak dari duduknya.


"Aku ambilkan minum untuk kamu dulu ya sayang" ucap Jenifer pada Zeline.


"Sunrise Tequilla, satu!" pinta Jenni kepada bartender.


Selagi ia menunggu minuman pesanannya, tangan Jenni sibuk membalas pesan kepada kekasih yang telah ia pacari selama 10 Tahun itu, walau mereka putus sambung karena tingkah playboy kekasihnya tapi Jenni sangat mencintai kekasihnya.


Bahkan ia menutup mata ketika kekasihnya sering meniduri wanita lain selain dirinya, karena ia begitu kewalahan dengan nafsu pria tampan itu.


Bahkan Jenni sering membayar wanita penghibur kelas atas saat ia sedang datang bulan untuk memuaskan hasrat kekasihnya.


Malam ini rencananya mereka akan bertemu di hotel yang masih satu gedung dengan Night Club ini, Jenni pun sudah memesan kamar hotel untuk mereka berdua.


Bukan hanya satu kamar tapi dua. Ya, Jenni memesan satu kamar lagi untuk seorang pria paruh baya yang merupakan salah satu pengusaha tambang yang sering memakai jasa prostitusi temannya.


Jenni sebagai 1st Runner up Putri Indonesia sangat mengincar posisi kandidat Miss Universe yang disandang Zeline, karena itu lah ia membuat pesta kecil ini untuk menjebak Zeline.


Jenifer akan merusak reputasi Zeline dengan menjebaknya sebagai pelaku prostitusi online dan itu pasti bisa membuat Zeline kehilangan statusnya sebagai Putri Indonesia, dan jabatan itu akan diturunkan kapada Jenifer, dan ia lah nanti yang akan menggantikan Zeline melenggang menuju Miss Universe.


Ia pun sudah menghubungi beberapa wartawan meliput skenario gila yang ia ciptakan untuk sahabatnya itu.


"Ini pesanannya Nona..., " Bartender menggeser gelas berisi minuman pesanan Jenni lalu pergi meninggalkan Jeni dan melayani tamu lain.


Jenifer mengeluarkan pil kecil dari tasnya kemudian memasuka ke dalam minuman yang dipesan untuk Zeline, mengaduk sebentar agar pil itu larut dan membawanya kepada Zeline.


"Terimakasih Jenni sayang" ucap Zeline saat menerima minuman yang sahabatnya itu berikan.


Mereka semua lalu berbincang sambil tertawa riang menikmati musik dan minuman yang memabukan itu.


Teman-teman Zeline turun ke lantai dansa, meliuk-liukan tubuhnya seirama musik yang dimainkan DJ.


Tinggal Zeline dan Jenifer yang masih asyik duduk menikmati minumannya. Jenifer merasa puas saat Zeline menenggak habis minuman yang ia berikan. Senyum smirk terbit dibibir tebal yang terpoles lipstik merah itu.


Beberapa saat setelah menghabiskan minuman tersebut,Zeline mulai merasakan pening dikepalanya, tubuhnya lemas dan panas seketika menggerayangi seluruh tubuhnya.


Merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, Zeline pamit kepada Jenifer untuk pulang.

__ADS_1


"Jen... Kepala aku sakit! Aku pulang duluan ya!" ucap Zeline sambil beranjak dari kursi, tapi ia kehilangan keseimbangan kemudian menjatuhkan bokongnya kembali di kursi.


"Lin, kamu nginep aja malam ini di hotel ya, biar aku hubungi asisten kamu juga orang tua kamu! Aku ga bisa anter soalnya udah janjian sama pacar aku!"


Zeline menganggukan kepala lemah, kemudian ia merasa tubuhnya terangkat. Jennifer menopang Zeline kekamar yang telah ia pesan sebelumnya.


"Emmmhh.... Panas Jenn... Gerah!!!"


Zeline membuka mini dressnya, hingga tersisa bra dan ****** ***** menutup alat vitalnya. Lalu ia merebahkan diri di kasur King size yang nyaman berseprei putih.


Kembali bibir Jenifer melengkungkan senyum, ia melipat tangannya di dada.


"Maaf Zeline... Tapi kau sudah cukup bahagia dan memiliki segalanya, kini giliran aku..., " gumam Jennifer.


Kemudian Jenifer keluar dari kamar itu dan mengabarkan pria yang sudah membayar temannya untuk kencan satu malam dengan Zeline, setelah itu mengirim pesan kepada kekasihnya karena ia akan sedikit terlambat dan meminta kekasihnya itu untuk menunggu dikamar yang telah ia siapkan.


Jenifer akan menyelesaikan dulu misinya barulah ia kan bercinta habis-habisan dengan kekasihnya itu untuk merayakannya.


*****


King melangkahkan kaki jenjangnya di loby hotel paling mewah di Jakarta. Ia menuju Resepsionis hotel untuk meminta kunci.


"Kamar atas nama Jenifer Aurellia" ucap King kepada Resepsionist cantik didepannya.


Resepsionis mengecek nama di komputernya, kemudian mengambil keycard dan memberikan kepada King.


"Silahkan Tuan, ada lagi yang anda butuhkan?" Resepsionis itu terseyum menggoda seraya memberikan kartu namanya.


King mengerti apa maksud dari wanita itu, dengan ketampanan diatas normal juga kekayaan yang dimilikinya, tidak ada satupun yang bisa menolak pria sejuta pesona sepertinya.


"Thanks.. Beautiful!" King tersenyum smirk kemudian mengambil keycard dan kartu nama Resepsionis tersebut.


King berjalan menuju lift, menekan tombol dimana kamarnya berada.


Pintu lift terbuka.


Ia melangkah mencari nomor kamar yang tadi sudah ia cocokan dengan nomor yang tertera pada keycard tersebut.


Klik....


Pintu kamar terbuka, ia langsung disambut dengan cahaya lampu yang temaram.


"Emmmmhhh... Panaaaassss!"


Pendengaran King menangkap erangan menggairahkan seorang gadis, seketika pandangannya tertuju pada ranjang.


Matanya melebar sempurna, senyum segera terbit dibibir nya. Diatas ranjang itu terbaring seorang gadis cantik dengan setengah telanjang yang sedang mengerang menahan gairah.


King tau betul itu, karena ia sangat berpengalaman dalam hal ini. Tanpa mengkonfirmasi kepada kekasihnya, ia menganggap bahwa gadis ini adalah hadiah untuknya yang sering kekasihnya lakukan.


Maka tanpa berpikir panjang, ia melepas seluruh pakaiannya lalu mendekati gadis itu. King membelai pipi gadis itu, ia mengenali wajah cantik didepannya. Wajah cantik yang selalu menghiasi layar kaca juga bioskop tanah air.


"Jenni pasti membayar mahal untuk ini, aku harus memberikannya hadiah nanti" gumam King.


Kemudian bibirnya dengan lihai mengecap wajah, bibir dan leher gadis itu, sedangkan tangannya bergerilya menjelajahi tubuh indah dibawahnya.


"Virgin... Good, i like it?" desahnya ditelinga Zeline.


Mata King sudah tertutup kabut gairah, karena lengan gadis itu sudah melingkar dilehernya ditambah desahan dan racauan Zeline membuat gairah King semakin memuncak.


Ia mulai melucuti pakaian yang tersisa dari tubuh Zeline, saat akan membuka kain terakhir, ia dikejutkan dengan dobrakan pintu dari luar.


Segera ia menutup tubuh telanjangnya dan tubuh Zeline dengan selimut.

__ADS_1


Kilatan cahaya dari lampu flash para pemburu berita menyilaukan matanya. Ia mengalihkan wajah dengan telapak tangannya menghalau kilatan tersebut.


"Apa yang sedang Anda lakukan bersama Nona Zeline disini, Tuan?"


"Apa anda pelaku prostitusi online?"


"Apa anda memesan Nona Zeline dari website prostitusi online?"


Bla.. Bla.. Bla..


Pertanyaan wartawan membuat King shock, ia geram karena merasa dijebak. King melirik gadis disampingnya yang masih belum sadarkan diri, hanya meracau kepanasan sambil menarik-narik lengannya.


Lalu beberapa orang polisi datang dan berusaha membubarkan wartawan tersebut.


"Selamat malam Tuan King!" sapa Daniel dengan pangkat Letkol itu.


"Selamat malam Pak!" saut King dengan mata yang masih menyesuaikan dengan lampu sambil menahan selimut yang menutupi keduanya yang terus saja ditendang oleh Zeline.


"Ada apa ini Pak?" tanya King kepada Daniel.


Daniel terkekeh...


"Harusnya saya yang bertanya seperti itu pada anda!"


Kemudian Daniel menyuruh anak buah nya keluar lalu menutup pintu rapat.


"Kamu ngapain disini Bro? Kamu lagi sial ya sampai kegerebeg gitu? Sebentar lagi Mami kamu akan histeris melihat pemberitaan ini di TV"


Daniel merupakan sahabat King, mereka bersekolah bersama saat SMP hingga akhirnya Daniel mengikuti jejak ayahnya yang merupakan Jendral bintang empat.


"Aaarrrggghhh... Sial!! Jenifer menghubungi aku untuk menemuinya di sini tapi dia ga ada, yang ada ya ini... Gadis setengah telanjang yang lagi ga sadar, sepertinya seseorang memberikannya obat perangsang. Aku pikir dia hadiah dari Jenni makanya aku garap, belum juga mulai itu wartawan udah nyelenong masuk aja kaya yang punya kunci dan seperti udah diatur!" tutur King dengan wajah kesalnya.


"Kayanya kamu atau dia yang lagi dijebak, ya udah kita ngobrol dikantor aja buat formalitas. Aku akan menghubungi keluarganya. Tapi sebelumnya, kita sadarkan dia dulu!"


King mengangguk lalu menggapai pakaian dan memakaikannya.


Daniel menghubungi bawahannya yang seorang wanita untuk membawakan obat penghilang efek obat yang Zeline minum sebelumnya, setelah itu memintanya untuk memakaikan Zeline pakaian.


King berusaha menghubungi kekasihnya.


"Halloo.....!" jawab Jenni


"Kamu dimana? Apa yang kamu lakukan?" teriak King murka.


"Apa maksud kamu?"


Jenni belum melihat hasil liputan para wartawan itu, jadi ia belum mengetahui bahwa kekasihnya salah memasuki kamar.


"Kenapa ada wartawan? Kamu mau menjebak aku? Apa maksud kamu sebenarnya, hah?" teriakan King hingga membuat Jenni menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Apa? Wartawan?" batin Jenni


Perasaan takut kini membuat dadanya bergemuruh, ia kemudian mematikan ponselnya dan berlari menuju Resepsionis.


"Kunci kamar atas nama Jennifer nomor 5069 kamu berikan kepada siapa?" Jeni melototkan matanya kepada resepsionis itu.


"Oooh... Eeee, kepada Tuan Bayu, eeeh salah kepada pria tampan tadi saya lupa tanya namanya, maaf Nona... " tutur Resepsionis itu sambil menyatukan kedua tangannya.


Karena terpesona dengan ketampanan King, membuat Resepsionis itu lupa melakukan prosedur yang seharusnya ia lakukan.


"Makanya kamu jangan kecentilan cari mangsa, kerja ya kerja aja dulu! Saya sudah minta kamar nomor 5069 untuk Tuan Bayu dan nomor 5071 untuk Tuan King! " teriak Jenifer sembari memukul meja resepsionis yang terbuat dari marmer hingga tangannya memerah.


Jenifer panik, ia harus segera menyelesaikan masalah ini dengan King.

__ADS_1


__ADS_2