Cinta Tanpa Syarat

Cinta Tanpa Syarat
Tak Akan Pernah Mencintaimu


__ADS_3

King dan Zeline sudah tiba di loby restoran hotel mewah di Kotanya, King memarkirkan secara eksklusive mobil sport miliknya didepan loby kemudian turun dan memberikan kunci mobil pada petugas valet dan melenggang masuk kedalam tanpa memperdulikan Zeline.


Zeline berjalan santai memasuki restoran tersebut, matanya masih bisa menjangkau King saat itu hingga pria dengan tubuh atletis yang digadang-gadang akan menjadi suaminya masuk kedalam privat room.


Zeline mengikuti langlah King masuk kedalam privat room tersebut.


"Kakaaaak!!!" teriak Zeline berhamburan memeluk Kakaknya.


Yang pertama kali ia liat diruangan itu adalah Kakaknya yang selalu ia rindukan.


"Kakak datang? berapa lama di Indonesia? Aku rindu Ka... Huhu" Zeline memeluk erat Ken, seolah ingin berlindung dari hal buruk yang akan ia alami.


Ya, hal buruk menurut Zeline disini adalah menikah dengan playboy cap kampak itu.


Ken menyambut pelukan adik satu-satunya itu, mengecup pucuk kepalanya berkali-kali menyalurkan rasa rindu.


Ken tinggal di London meneruskan perusahaan Granpa Salim setelah Granpa meninggal, sekalian menemani Grandma Mery disana. Jarang sekali Ken pulang karena kesibukannya sebagai CEO diperusahaan yang cukup besar dan diperhitungkan di Eropa barat.


"Kakak juga rindu kamu, Dek" ucap Ken lalu melepaskan pelukannya.


Zeline menyalami Papi Zachery dan Mami Azuri.


"Zeline.. Kenalkan ini Azalea adik dari King" ucap Mami memperkenalkan Azalea.


Azalea tersenyum dan mengulurkan tangannya, Zeline pun menyambut tangan Azalea.


Lalu Zeline beralih memeluk Mama dan Papanya.


"Selamat ya sayang atas premier filmnya" ucap Papa seraya mencium kening Zeline.


"Makasih Pa... " saut Zeline.


"Anak Mama hebat, Mama bangga" ucap Mama tulus.


"Selamat Ya Zeline.. Kami pun turut bangga" ucap Papi Zach tulus.


"Terimakasih Pi... " jawab Zeline dengan senyum khasnya.


Mami Azuri mengeluarkan kotak besar berbahan beludru berwarna biru.


"Zeline... Ini hadiah dari Mami dan Papi, anggap saja ini hadiah pertunangan kalian...,"


Mami Azuri membuka kotak beludru tersebut.


"Ini adalah perhiasan turun temurun dari keluarga Alterio, Mami mendapatkan ini saat akan menikah dengan Papi Zach, jadi sepertinya perhiasan ini sudah waktunya Mami berikan kepada mu... " tutur Mami.


Mata Zeline membulat sempurna dengan mulut sedikit manganga.


Zeline menatap kotak perhiasan itu, terdapat seperangkat perhiasan berupa anting, kalung, gelang dan cincin dengan bandul yang sama berbentuk kupu-kupu. Terdapat puluhan berlian kecil menghiasi bandul kupu-kupu tersebut.


Bentuknya yang kecil dan tidak berlebihan sesuai dengan selera Zeline yang masih berjiwa anak muda.


"Tapi Mi... Ini kan perhiasan keluarga, sedangkan Zeline... " Zeline tak sanggup menuntaskan kalimatnya karena ia tau kedua calon mertuanya sudah mulai mengharapkan pernikahan ini.


"Tapi apa sayang? Zeline akan menjadi menantu Papi sebentar lagi jadi Zeline berhak atas perhiasan tersebut" tutur Zachery.


Zeline menatap kedua orang tuanya bergantian. Papa Andra dan Mama Rena tersenyum lalu menganggukan sedikit kepalanya, memberi kesan bahwa anaknya memang pantas menerima perhiasan tersebut.


"Ayo King, pakaikan pada calon istri mu" perintah Papi Zach dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Entah kenapa Zachery selalu emosi bila didekat King, karena memang King selalu berhasil membuat Papinya emosi dengan tingkahnya.


Dengan sedikit malas King beranjak dari kursinya lalu tangan ramping King terulur menggeser kotak itu.


Zeline membuka kalungnya agar King bisa memakaikan kalung pemberian Mami Azuri di leher jenjangnya.


King mengambil Kalung dari kotak beludru itu, berjalan kebelakang kursi Zeline dan memakaikan kalung di leher calon istrinya.


Tengkuk Zeline yang putih bersih membuat King menelan salivanya dengan susah payah, belum lagi punggung polos dan putuh bersih milik Zeline terpampang dihadapannya makin membuat King tak karuan.


Setelah kalung itu terpasang, King beralih mengambil gelang dan memakaikannya di tangan Zeline.


King kembali menarik tangan Zeline dan Zeline yang mengerti maksud dari King langsung merentangkan jarinya agar King mudah memasukan cincin dijari manisnya.


Dan ajaib nya cincin itu sangat pas di jari manis sebelah kanan Zeline, seolah cincin itu memang dibuat khusus untuk Zeline.


"Biar aku saja yang memakai antingnya" ucap Zeline menahan tangan King yang akan mengambil anting dalam kotak beludru dihadapannya.


"Cantik... " celetuk Mami Azuri dengan senyum dan mata penuh binar.


"Ayo King duduk di samping Zeline, Mami akan mengabadikan moment ini"


Dengan berat hati dan hembusan nafas kasar, King pun menggeser kursinya hingga tepat disebelah Zeline.


Dengan pose yang memamerkan perhiasan turun temurun dari Klan Alterio, Zeline bergaya bak seorang model profesional tak menghiraukan King disampingnya.


Beberapa kali Mami Azuri mengambil gambar dengan pose berbeda tapi pose King tetap sama, yaitu duduk tegap dengan senyum tampannya.


Memang dengan ketampanan King yang tidak normal seperti manusia pada umunya, seharusnya ia menjadi model bukan menjadi CEO yang bekerja dibalik meja.


Walau hanya berpose duduk tegap tapi hasil foto itu terlihat sangat bagus.


Zeline mengangguk dengan mengulas senyum tipis.


Tak berapa lama beberapa pelayan datang dengan kereta kecil berisi makan malam yang telah di pesan.


Dimulai dari appetizer yang terkenal dari restoran tersebut yaitu Canape yang merupakan hidangan pembuka yang terdiri dari bermacam-macam bahan makanan hewani, nabati, buah dan kacang yang diletakkan pada potongan roti bakar atau biskuit sebagai bahan dasar canape.


"Sudah sampai mana persiapan pernikahan Zeline dan King?" Papa Andra memulai pembicaraan mengenai tujuan pertemuan ini.


"Sudah selesai semua, mereka sudah terdaftar untuk dinikahkan di catatan sipil di Australia, aku sudah mengaturnya" jawab Mami Azuri.


"Lalu bagaimana dengan pesta pernikahan disini?" tanya Papi Zachery.


"Untuk pesta sudah 80% tinggal undangan dan gaun pengantin saja yang masih belum rampung" jawab Mama Rena.


"Apa kamu ada permintaan atau keinginan tambahan sayang? Ini kan pernikahan kamu, masa Mami dan Mama Rena semua yang memilihkan?" ujar Mami Azuri.


Zeline hanya menggelengkan kepala lemah, ia mengulas senyum tipis yang dipaksakan.


"Terserah Mama sama Mami aja... " jawab Zeline tidak bersemangat.


"King, kamu ada keinginan sayang?" tanya Mami Azuri dengan menaikan satu alisnya.


"King percayakan sama Mami dan Mama Rena saja...," jawab King dengan senyumnya.


Ken melihat adiknya dengan penuh tanda tanya, sebelumnya memang Papa dan Mama sudah menceritakan alasan Zeline dinikahkan secepat ini tapi ia tak menyangka adiknya itu terlihat sangat tidak menginginkan pernikahannya.


Zeline memang terlalu muda untuk menikah dengan karir didunia entertainment yang sedang berada dipuncak, tapi ia pun tidak menikah dengan sembarang orang.

__ADS_1


Ia menikah dengan cucu dari salah satu orang terkaya didunia, dan calon suami adiknya itu pun cukup tampan menurut Ken.


Ken beberapa kali mendengar sepak terjang King di dunia bisnis, insting dan kemampuan King memang turun langsung dari Papinya. Ken tidak tau seperti apa King dalam urusan wanita.


Bergantian Ken menatap Zeline dan King dengan tajam, sadar akan tatapan tajam calon kaka iparnya yang begitu menusuk, King memilih menghadapinya karena ia pun adalah seorang Kakak.


King mengangkat wajahnya lalu mengangguk dan mengukir senyum elegan kearah calon Kakak iparnya itu.


Ken masih menatap tajam King memberi kesan peringatan untuk tidak menyakiti adiknya. Beberapa detik tatapan itu sanggup membuat King menahan nafas tapi King berusaha sekuat tenaga untuk terlihat tenang.


Lalu detik kemudian Ken menampilkan senyum ramahnya. Barulah King bisa bernafas dengan leluasa.


"Ka Zeline... Mau kah kamu menjadi brand abasador dari brand make up milik ku?" tanya Azalea.


Diusianya yang masih muda, Azalea sudah turun dalam bisnisnya sendiri, mengingat ia lahir dan besar dari keluarga pebisnis maka ia pun terjun dalam dunia yang sama, sambil kuliah ia menjalankan bisnis make up dan fashion miliknya sendiri.


"Boleh... " Zeline begitu antusias membahasa masalah ini dari pada membahas pernikahannya, bukan karena ia money oriented tapi memang passionnya di dunia entertainment.


Zeline seperti bukan bekerja tapi sedang melakukan hobynya setiap melakukan pekerjaan di dunia entertainment. Ia begitu bahagia bila wajahnya terpampang di billboard jalanan kota Jakarta atau berseliweran di TV.


"Kalau begitu nanti aku akan menyuruh kepala bagian marketing untuk menemui mu" ucap Azalea


Zeline menganggukan kepala dengan semangat.


"Dasar cewe mata duitan, giliran kerjaan aja dia semangat!" batin King sambil melirik tajam Zeline.


Setelah konfrensi pers dan kemunculan keduanya di media dengan mengklarifikasi semua kejadiaan naas malam itu, saham diperusahaan King meningkat tajam juga beberapa kontrak iklan dan film kini mengantri dalam daftar Anin.


Anin hingga kewalahan dibuatnya, bagaimana tidak nama Zeline yang terkenal disandingkan dengan nama King dan Alterio merupakan perpaduan cocok untuk menjadi bahan pemberitaan yang akan membuat nama Zeline semakin melambung dan segala sesuatu yang dibintangin Zeline akan laku dipasaran.


Walau Zeline tidak lagi mendapat gelar Putri Indonesia dan tidak maju dalam Miss Universi tapi tawaran yang lebih menggiurkan satu persatu datang menghampiri.


Bahkan undangan untuk peragaan busana yang terkenal di Newyork sudah Zeline kantongi.


Perbincangan malam itu berlanjut untuk merampungkan persiapan pernikahan Zeline dan King. Mami Azuri dan Mama Rena bekerja sama untuk mewujudkan pernikahan impian para gadis diseluruh negri ini.


Tidak terbayang pernikahan Crazy Rich Asia ini akan berlangsung seperti apa.


"King... Antar Zeline pulang ya!" perintah Papi Zach.


"Ah... Ga usah Pi, biar Zeline sama Mama Papa aja, kasian King kalau harus bolak balik anter Zeline" tolak Zeline lembut.


"Ga apa-apa sayang, dianter aja ya! King calon suami kamu, jadi dia harus memastikan kamu sampai di rumah dengan selamat" tutur Mami Azuri yang diiringi kedipan mata kepada Mama Rena dan Papa Andra.


Zeline menegang dengan senyum terpaksa. Sejujurnya ia sangat enggan hanya berduaan dengan playboy itu dimobil. Tapi Zeline merupakan anak penurut dan tak bisa menolak permintaan orang lain apalagi Mami dan Papi.


Setelah berpamitan, Zeline masuk kedalam mobil King diikuti dengan King lalu melajukan mobilnya perlahan.


"Kita ke NightClub dulu ya!" tanya King datar.


"Antar aku pulang dulu, baru kamu bisa pergi kesana! Aku tidak suka tempat itu!" jawab Zeline dengan ketus


"Oke... Aku antar kamu dulu, setelah itu aku akan bersenang-senang disana karena sebentar lagi mungkin aku akan jadi suami yang baik dan jarang pergi ketempat seperti itu" King mengerlingkan matanya kearah Zeline, menggoda Zeline kini sudah menjadi hobynya.


"Setelah kita menikah, kau bebas berbuat semau mu Tuan Muda King! Tidur dengan wanita lain, pergi ke NightClub atau apapun itu aku tidak peduli! Aku tidak mencintai mu dan tidak akan pernah mencintai mu dan pernikahan ini hanyalah sebuah keterpaksaan dan kesalahan!" tutur Zeline dengan penekanan disetiap katanya.


Zeline pun menatap King dalam saat mengucapkan kalimat manis nan menohok itu sehingga King bisa melihat kejujuran disana.


Entah kenapa harga diri King seperti terjun bebas saat ini. Gadis berparas cantik itu benar-benar sudah membuat King merasa tak berarti.

__ADS_1


__ADS_2