Cinta Tanpa Syarat

Cinta Tanpa Syarat
Menemani Zeline


__ADS_3

"Zeline... Ayo bangun!!! kamu ada syuting pagi ini!! " Teriak Anin menggedor pintu kamar Zeline.


"Syuting??" Seketika Zeline bangun dan berlari menuju meja riasnya.


Memiringkan kepala kekanan dan kiri.


"Aaaarrrggghhh..... Mata aku bengkak!"


Menangis semalaman membuat mata bulat nan indah milik Zeline menyipit karena bengkak, Zeline berlari membuka kunci pintu kamarnya.


"Anin, mata aku bengkak! Gimana donk?" teriak Zeline histeris.


Menghela napas... Anin segera membuka tas doraemonnya lalu mengeluarkan masker mata.


"Nih... Pake dulu cepet! Udah gitu kamu mandi!" titah Anin kemudian berlalu membuat sarapan bergizi untuk Zeline.


Setelah selesai memakai masker mata, Zeline bergegas mandi.


Sambil mengaplikasikan make up minimalis nya, mulut Zeline terhenti mengunyah sarapan yang dibuat Anin.


"Salad terus Nin... Bosan aku" gerutu Zeline


"Biar kamu tetep langsing dan kulit kamu bagus, udaaah... jangan kebanyakan protes!" tegur Anin sambil mengeringkan rambut Zeline dengan hairdryer.


Dengan wajah ditekuk Zeline menghabiskan sarapan paginya.


Syuting iklan hari ini menghabiskan seharian waktu Zeline, tapi untungnya ini hari sabtu sehingga tidak mengganggu kuliahnya.


Anin memang asisten yang hebat, ia cerdas dan selalu bisa diandalkan. Ingatannya jg sangat kuat, saat menerima kontrak, otaknya langsung memetakan jadwal-jadwal Zeline sehingga tidak ada jadwal yang bentrok.


*****


Selama proses syuting iklan, Zeline terlihat sangat profesional, ia selalu bisa membuat hari sutradara dan kameramen menjadi mudah dengan kemampuannya sebagai aktris.


"Cut!!" Oke bagus Zeline, syuting kita selesai sampai ketemu lagi.


"Akhirnyaaaa" Zeline menghembuskan nafas lega.


"Terima Kasih Om Sutradara"


Sedangkan sang sutradara membalas dengan senyum dan anggukan kepala.


"Ayo cepat ganti baju!!" Anin menarik tangan Zeline keruang ganti.


"Sebentar dulu lah... Aku masih cape nih!" rengek Zeline


"Tuan Muda King sudah menunggu mu dari tadi diluar!" ucap Anin sambil membantu Zeline melepaskan pakaian ditubuh jenjang Zeline.


Mata Zeline melebar sempurna.


"Ngapain dia disini?" dengus nya.


"Hari ini kan perayaan premier film kamu dibioskop sayang! Dan kamu wajib datang sama King, sekarang baca sekali lagi skenario sandiwara kalian karena akan banyak wartawan disana dan mereka pasti akan banyak bertanya tentang kehidupan pribadi kamu!" ucap Anin seraya memberikan beberapa lembar berisi skenario buatan Tuan Nicholas.


Zeline seperti manekin yang sedang dipasangkan baju oleh Anin, ia hanya diam mematung mendengar perkataan asistennya.


"Harusnya aku dibayar mahal tuh, gara-gara kasus aku pasti film ini jadi keangkat juga, kan?!" gerutu Zeline dengan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Memang kamu dibayar mahal...makanya sekali-kali cek tuh rekening!"


"Anin... Aku ga mau pergi sama playboy cap kampak itu!" rengek Zeline


"Hahahaha.... Apa? Playboy cap kampak? Emang kamu kira Tuan Muda King, minyak angin apa?"


"Aaaaniiinnn.... " Zeline merajuk dengan manjanya.


"Sudahlah... Kalian itu serasi, cocok, matching!" rayu Anin lagi.


"Done!! Ayo cepat keluar, Tuan Muda King sudah lama menunggu!" Anin membalikan tubuh Zeline kearah pintu dan mendorongnya sedikit.


Di luar, King terlihat tampan dengan stelan tuxedonya sedang berbincang dengan sutradara dan beberapa artis lain. Zeline menghampiri King dengan wajah ditekuk, dari jauh King sudah mengarahkan tatapan tajam karena tidak suka dengan ekspresi wajah Zeline.


Melihat tatapan tajam King, yang mungkin setiap hari nanti akan ia dapatkan, Zeline pun mengangkat wajahnya dan tersenyum manis seolah bahagia.


"Sayang.... " panggil Zeline pada King dengan tersenyum.


Sesaat King tak percaya pada pendengarannya tapi ia ingat sedang bersandiwara dengan seorang aktris film terkenal dengan banyak penghargaan.


"Sudah siap?" saut King


Zeline menganggukan kepala.


"Waaaa... Kalau tidak ada pemberitaan malam itu, mungkin sampai saat ini kalian masih menyembunyikan status kalian, kan?" sindir Aleta dengan mengangkat satu alisnya.


"Kalian serasi ya! Aku iri looooh!" sambung Natalia


Zeline hanya tersipu malu, lebih tepatnya pura-pura tersipu.


"Kami permisi duluan Tuan Sutradara karena ada pesta yang harus kami datangi!" pamit King kemudian menundukan sedikit wajahnya.


Keduanya berjalan beriringan menuju mobil Lamborghini berwarna kuning. Dengan maskulin, King membukakan pintu untuk Zeline dan membantu Zeline naik ke mobilnya seraya membenarkan gaun Zeline yang menjuntai agar tidak terhimpit pintu mobil.


Semua mata yang menyaksikan, takjub dibuatnya. Seorang pemuda tampan dan sukses dengan bisnisnya akan menikahi gadis yang juga sukses dalam dunia entertainment.


Perjalanan mereka ditemani oleh suara deru knalpot mobil dan lagu yang sedang hits saat itu mengalun dari streo mobil mewah yang dimiliki King.


Zeline menatap keluar kaca jendela dengan tatapan kosong, ia tau bila King meliriknya sesekali tapi ia tidak peduli.


"Kamu udah tau apa yang kamu harus jawab nanti pada wartawan?" tanya King memecah keheningan.


"Hmm... " jawab Zeline dengan malas.


King menjulurkan tangannya, jari jemari ramping itu menarik dagu Zeline agar wajah cantik Zeline menghadapnya.


Dengan kasar Zeline berusaha melepaskan cengkraman itu tapi lagi King menariknya.


"Kalau ngomong sama aku, mata kamu harus liat kearah ku!!" seru King dengan tatapan tajam.


Zeline menatap King dengan tatapan benci.


"Aku udah hafal skenario sandiwara kita!" jawab Zeline dengan ketus.


Barulah tangan King kembali kebalik kemudi seperti semula.


Wajah King sama dengan perasaannya, begitu kesal... Karena baru kali ini bertemu wanita yang berusaha menolaknya semenjak mereka pertama kali bertemu sedangkan King adalah orang yang tidak bisa ditolak seperti Papinya.

__ADS_1


"Kamu punya pacar?" King melirik Zeline mencoba kembali berkomunikasi dengan suara rendah.


Walau bagaimana pun mereka akan menikah, King harus tau banyak tentang Zeline, kebetulan perjalanan ini menjadi membosankan karena padatnya kendaraan.


Zeline memejamkan matanya lalu menarik nafas dan menghenbuskannya perlahan, aktifitas itu tak luput dari perhatian King.


Zeline menoleh menatap King, ia sudah pintar sekarang dan tak mau mengulang kesalahan yang membuat pria tampan dan kasar disebelahnya marah.


"Aku ga punya pacar...,"jawabnya seperti menggantung kalimat, tatapan mata cantik itu menatap King dalam dan berhasil membuat King sedikit canggung lalu mengalihkan pandangannya.


"Tapi?" King menaikan satu alisnya.


"Tidak ada tapi.... " saut Zeline seraya melepaskan tatapan itu karena ia tau King sudah mulai tak nyaman, ia pun sedikit menyeringai.


"Aku menyukai seorang pria... Sangat menyukainya hingga aku takut mengungkapkan dan akan kecewa nantinya" batin Zeline


Setelah sampai ditempat acara, betul saja wartawan sudah berkumpul disana. King berhenti tepat didepan loby sebuah mall terbesar di Jakarta, mereka pun turun dan berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju tempat acara.


Pertanyaan demi pertanyaan wartawan teriakan kearah mereka, tapi King dan Zeline seperti menulikan telinga, keduanya hanya tersenyum.


Zeline mengeratkan genggamannya saat para wartawan mulai merangsak mendekati Zeline hingga ada yang menginjak gaunnya.


Akhirnya mereka tak bisa bergerak lagi, wartawan lebih tertarik dengan cerita keduanya daripada meliput tentang premier film yang dibintangi Zeline.


"Apakah pernikahan Anda dengan Zeline adalah sebuah sandiwara untuk menutupi hubungan terlarang kalian yang sudah melewati batas? Karena banyak gosip mengatakan bahwa Anda adalah kekasih dari Jesica, teman dari tunangan Anda... " tanya salah satu orang wartawan.


"Tentu tidak, saya menikahi Zeline karena saya mencintainya. Dulu memang saya pernah berpacaran dengan Jesica tapi itu dulu sekali semasa sekolah dan kini, kami hanya berteman. Dan sekali lagi saya tekankan, malan itu kami tidak melakukan apa-apa" tutur King dengan ekspresi wajah sedikit kesal.


"Dimana kalian bertemu? Dan kapan kalian mulai memutuskan untuk menjalin hubungan? Dan kenapa tidak mengumbarnya di media sosial seperti artis-artis lain? " tanya wartawan lain kepada Zeline.


"King adalah anak dari partner bisnis Papa ku, kami sering bertemu bila ada makan malam bersama keluarga, kami mulai berhubungan dua tahun lalu, kenapa tidak mengumbarnya karena ia adalah pria yang akan aku nikahi, aku tak ingin orang tau lalu merebutnya dari ku" jawab Zeline dengan wajah merona.


Sungguh akting yang luar biasa bagus, hati King pun sedikit bergetar dibuatnya.


King melingkarkan tangannya dipinggang Zeline dan mulai mengajaknya melangkah menembus wartawan yang masih saja tidak puas bertanya.


Sedikit demi sedikit kumpulan wartawan itu terurai, dan keduanya melenggang dengan bebas menuju tempat acara.


Setelah acara ceremonial, keduanya bersama Sutradara, Produser dan para pemain lainnya memasuki bioskop bersama para penonton yang beruntung untuk menyaksikan penayangan perdana film yang Zeline mainkan.


King duduk disebelah Zeline, saat itu udara dingin yang keluar dari AC gedung bioskop menusuk kulit putih Zeline hingga terasa sampai ke tulang. Berkali-kali telapak tangan Zeline saling mengusap lengannya karena saat itu Zeline memakai gaun panjang dengan model halterneck dibagian atas yang memamerkan bagian punggung dan lengannya.


"King... Bukan donk Jas nya, aku kedinginan!" bisik Zeline tepat ditelinga King.


"Ga mau! Suruh siapa kamu pake baju seperti itu?" saut King malas.


"Suruh Anin!" jawab Zeline sambil mencubit lengan King.


"Sshhh... Awww!" pekik King dengan suara tertahan.


"Cepetaaan.... Aku kedinginan!" rengek Zeline dengan suara manjanya.


King menghela nafas kasar dengan ekspresi wajah kesal tapi tak urung ia pun melepaskan Jas yang dikenakannnya lalu memakaikannya kepada Zeline.


Selama pemutaran film berlangsung, King beberapa kali menguap dan mengusap wajahnya karena mengantuk. Baru kali ini ia menonton film drama romantis produksi dalam negri dan menurutnya ini sangat membosankan.


Setelah seluruh rangkaian acara perayaan premier film yang Zeline bintangi berlangsung, keduanya pamit karena ternyata Zeline dan King masih ada acara lain.

__ADS_1


Anin dan Elgi baru saja menghubungi, bahwa malam ini akan dilanjutkan makan malam dengan kedua keluarga di salah satu restoran mewah di Jakarta.


__ADS_2