Cinta Tanpa Syarat

Cinta Tanpa Syarat
Manahan Tangis


__ADS_3

Zeline terkesiap melihat Jenifer turun dari mobil sang suami, gadis itu mengerjap dan buliran bening membanjiri mata indah miliknya mengalir terus membuat anak sungai dipipi.


Sekuat tenaga Zeline menahan air mata tapi air mata durhaka itu tetap tak mau berhenti mengalir, bahkan saat ini setiap orang yang Zeline lewati melihat bingung ke arahnya.


Gadis itu berlari tidak tentu arah, seperti ketika beberapa tahun lalu saat melihat Kevlar sedang bercumbu dengan wanita lain.


Sakit itu terasa kembali, sangat sakit seolah jantungnya di cabut dari rongga dadanya kemudian diremas oleh tangan tak kasat mata.


Oh tidak, ini jauh lebih sakit seperti ditusuk dengan ribuan pisau.


Tolong, Zeline tidak sanggup. Entah sudah berapa jauh Zeline berlari, kakinya sudah terasa lemas, keringat mengucur membasahi pelipis, leher juga kemejanya.


Semoga saja tidak ada yang mengenalinya saat tadi ia berlarian seperti orang gila, atau mudah-mudahan mereka menganggap Zeline sedang melakukan syuting.


Zeline membungkukan tubuh, kedua tangannya memegang lutut. Sejenak ia menghirup udara karena rongga dadanya terasa sesak seperti ada batu besar menghimpit.


Gadis itu memindai sekitar, ternyata ia berada disebuah taman ditengah-tengah hiruk pikuk Ibu Kota.


Zeline berjalan menuju bangku yang tidak jauh dari tempatnya, ia menjatuhkan tubuh lelahnya disana.


Tidak ada isak tangis, tidak ada jeritan, tatapan mata Zeline kosong memandang danau buatan didepannya tapi mata itu masih tidak berhenti mengeluarkan air mata.


Zeline menangis dalam diam, cukup lama wanita itu duduk disana hingga petir mulai menyambar.


Beberapa orang berlarian menghindari pasukan air yang langit turunkan ke bumi untuk hanya sekedar menyegarkan hari yang terik siang itu.


Tapi Zeline tidak bergeming, ia membiarkan tubuhnya basah, Zeline tidak perduli.


Yang Zeline tau adalah ia sangat membenci King, benci dengan cintanya pada pria itu karena saat ini ia tidak ingin memaki, mencaci atau memukul King.


Zeline hanya ingin memeluk pria itu, dan meminta untuk tidak berpaling darinya. Akan Zeline lakukan bila harus memohon untuk tidak meninggalkannya.


Rumit sungguh, Zeline tidak mengerti tapi itu yang ia rasakan. Ada penyesalan karena telah berlari meninggalkan masalah yang seharusnya tadi ia hadapi.


Harusnya ia meminta penjelasan suaminya kenapa bisa berada satu mobil dengan Jenifer, atau ia bisa menanyakannya pada Elgi bukannya malah berlari menjauh.


Zeline memang melihat sendiri saat Jenifer terpeleset kerikil dan jatuh dalam pelukan King.


Zeline tau betul hal itu tidak sengaja terjadi.


Tapi sedang apa Jenifer di dalam mobil King? Kenapa King tidak mengajarnya? Kemana dia sekarang? Apakah pria itu pergi lagi bersama Jenifer?


Batin Zeline berkecamuk, kini gadis itu mulai terisak kemudian menutup wajah dengan kedua tangannya seiring dengan tubuh yang sudah hampir basah kuyup di guyur hujan.


Tapi kenapa rasanya hujan deras itu seolah berhenti hanya untuk dirinya saja. Zeline masih bisa mendengar petir yang menggelegar dari hujan yang deras dan tidak mengenai tubuhnya.


Zeline menjauhkan kedua tangan dari wajah, ia mendongak. Tatapan Zeline langsung beradu dengan manik abu favorite milik suaminya.


King sudah basah kuyup dengan payung ditangan yang terjulur untuk menghindari Zeline dari derasnya hujan.


Wajah pria itu begitu sedih, sorot matanya memancarkan kepedihan. Tapi kenapa? Disini Zeline yang tersakiti bukan dia, apa karena rasa cinta yang besar kepada Zeline hingga membuatnya bisa merasakan apa yang Zeline rasakan saat ini?


Atau perasaan bersalah yang begitu besar malah balik membuatnya sakit, karena ia sadar Zeline telah tersakiti, Zelinenya menangis.

__ADS_1


Oh, bahkan langit pun menangis merasakan apa yang Zeline rasakan saat ini.


"Maafkan aku, baby! " ucap pria itu dengan penuh penyesalan dan tatapan mata sendu.


Zeline ingin teriak "Pergi!!" tapi ia tidak akan sanggup kehilangan King.


Ingin teriak "Brengsek!!" tapi pria itu adalah suami yang harus ia hormati.


Ingin membalasnya ribuan kali dengan pria lain tapi cintanya sudah habis hanya untuk King.


Jadi saat ini Zeline hanya bisa menangis dan masuk dalam dekapan King saat tangan pria itu terjulur dan mengangkatnya untuk masuk dalam dekapan, Zeline hanya bisa pasrah membiarkan dekapan itu mengobati lukanya.


King menghujani kepala Zeline dengan ciuman, "Maafkan aku, baby!" lagi kalimat itu King lontarkan.


Hatinya lega saat istrinya aman jauh dari jangkauan Reka, tenang karena saat ini sudah dalam dekapannya tanpa meronta atau memukulnya.


Walau perasaan bersalah sudah melubangi hatinya, "Pukul aku, baby... Marah lah kepada ku, tampar aku, kalau perlu bunuh aku... Aku bersalah, maaf saja tidak cukup, tapi yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu pikirkan!" tutur King sambil menjauhkan sedikit tubuhnya dari Zeline agar bisa melihat wajah cantik yang sedang bersedih itu.


"Jelaskan pada ku, King! Aku akan mendengarnya... " balas Zeline akhirnya, ia akan berusaha mempercayai King.


FLASHBACK ON


Setelah melihat Zeline berlari, King berusaha mengejarnya tapi Reka menahan. Pria blasteran tionghoa itu tadinya akan menjadi pahlawan untuk Zeline tapi bukan King namanya bila tidak mempunyai insting yang kuat.


"Bang!! Biarkan dulu Zeline sendiri... Nanti aku yang akan mengantarnya pulang" protes Reka dengan kedua tangan menahan dada King didepannya.


King tertawa pelan,


"Memangnya kamu siapa bisa melarang aku? Aku suaminya yang berhak atas dia!" balas King dengan tatapan tajam.


King berdecih, "Mengkhianati Zeline dengan bersama wanita seperti Kaka mu? Mungkin nanti bila aku sudah gila!"


King melepaskan kasar tangan Reka dari tubuhnya, meminta Jenifer untuk pergi bersama Reka bila masih ingin berhubungan baik dengannya.


"Bawa adik mu pergi dari sini sekarang juga, bila kamu masih ingin berhubungan baik dengan ku!" ucap pria itu kepada Jenifer yang sedari tadi hanya mematung dibelakangnya.


Enggan sebenarnya King masih berhubungan dengan Jenifer kalau bukan gadis itu merupakan model dari proyek yang digarapnya dengan Jacob, King tidak sudi berhubungan dengan Jenifer kembali.


"Ayo Reka... " Jenifer menyeret Reka kembali ke mobilnya, gadis itu tidak memiliki pilihan selain pergi membawa Reka dari hadapan King dan sedikit berharap dengan sifat keras kepala Zeline akan melunturkan cinta King kepadanya.


Zeline pasti akan mengamuk setelah melihatnya ada dalam pelukan King dan setelah ini King akan mendatanginya seperti beberapa waktu lalau.


Sedangkan Reka, kali ini pria itu tidak mempunyai kesempatan menjadi pahlawan untuk Zeline, dan kesempatan untuk mempengaruhi Zeline agar berpisah dari King pun pupus sudah.


Karena niat busuk Kakak beradik itu terhalangi oleh cinta yang besar milik Zeline.


Untuk yang kesekian kalinya Jenifer telah kalah dari Zeline.


Sekarang kita beralih pada Elgi, sang sekertaris itu hampir jadi bulan-bulanan Tuannya.


Kalau saja King tidak ingat kalau Elgi lah orang yang selalu ada disampingnya dari nol dan sudah berjasa dalam membangun bisnisnya pasti pria itu sudah babak belur bahkan mungkin dilarikan ke rumah sakit.


"Aku sudah bilang, suruh orang mu untuk menjaga Zeline dari jauh tapi kenapa pria pshyco itu bisa bersama istri ku, hah?! " kedua tangan King menarik kerah kemeja Elgi membuat pria itu membulatkan matanya dengan sempurna.

__ADS_1


Sesaat kemudian King melepaskan cengkramannya di kerah kemeja Elgi kemudian menyugar rambutnya frustasi.


"Maaf Tuan... Tapi orang kepercayaan kita sudah membuntuti Reka dan Nona Zeline sampai sini, dan mereka tidak melakukan apa-apa karena menurut mereka Nona Zeline masih aman dan berada dalam pengawasan mereka" tutur Elgi lugas seperti biasa, tidak ada keraguan sama sekali.


Hujan mulai turun,


"Suruh orang mu cari dimana keberadaan istriku!" King menyimpan kedua tangannya dipinggang, pria itu melihat kearah Zeline tadi berlari.


"Orang kepercayaan kita sudah menemukan dimana Nona berada, mari Tuan kita jemput Nona Zeline!" Elgi mengajak King kembali masuk kedalam mobil untuk mencari Zeline.


FLASHBACK END


*Apartemen King


"Buatkan Madu+Lemon hangat dan bawa ke kamar" titah pria itu kepada Anin.


Elgi sengaja menyuruh Anin untuk standby di apartemen King sebelum Tuan dan Nonanya itu datang.


"Baik Tuan... " jawab Anin cepat, selain membuat madu dan lemon hangat, Anin pun membuat makan malam untuk King dan Zeline.


King tidak melepaskan pelukannya semenjak ditaman tadi, pria itu langsung membawa sang istri kekamar mandi setelah sampai di apartemen.


King membuka kran air di bathub kemudian hendak membuka pakaian istrinya.


"King... Aku ingin mandi sendiri!" Zeline menahan tangan King yang akan membuka kancing kemejanya.


King menatap Zeline sendu, sedetik kemudian Zeline melepaskan tangannya yang menahan tangan King untuk membuka kancing kemeja yang dikenakannya.


Zeline urungkan untuk menolak pria itu, biarlah memang pria itu berhak atas dirinya dan Zeline tidak ingin menambah masalah baru.


Zeline akan mengalah kali ini, dan mungkin juga untuk seterusnya.


Keduanya sudah berada didalam bathub dengan King memeluk Zeline dari belakang, posisinya sangat nyaman menurut King.


Satu tangan King melingkar dileher Zeline hingga bahu dan satungannya lagi melingkar di perut sang istri.


Kepala Zeline menyandar didada King dan sang suami menghujani sisi wajah Zeline dengan ciuman.


Keduanya hanya diam selama beberapa saat, menikmati kulit mereka yang saling bersentuhan.


"Tadi aku ketemu Jenifer di resto saat makan siang dengan Jacob... Jacob yang memilih Jenifer menjadi model dari proyek ku dan Jacob..." ucapan King terjeda, pria itu menunggu respon dari Zelinenya.


Zeline hanya diam, wajahnya masih terlihat muram.


"Kedepannya... Aku akan sering berhubungan dengan Jenifer, proyek ini sangat penting dan aku ga bisa menolak! Kamu percayakan sama aku?" imbuhnya lagi.


Seperti mendapat hujan meteor, perasaan Zeline hancur lebur.


Ingin rasanya meminta King untuk menghentikan kerjasama dengan Jacob bila Jenifer masih menjadi modelnya, tapi ia akan menjadi istri yang tidak mau mengerti keadaan suami.


Tapi hatinya sakit mendengar suaminya akan selalu berhubungan dengan Jenifer, sang mantan kekasih.


Zeline memejamkan mata, "Iya aku percaya sama kamu" ucapnya kemudian melepas paksa tangan yang sedang melingkar ditubuhnya kemudian keluar dari bathub tanpa melihat kembali kearah King.

__ADS_1


Ucapan Zeline yang berkata mempercayainya sangat berbeda dengan prilakunya yang seolah cemburu dan marah.


__ADS_2