
"Gw hanya mau mengkonfirmasi sesuatu hal sama lo". Ucap Rio.
Ilham mengerutkan kening nya. "Mengkonfirmasi tentang hal apa?".
Rio menatap tajam pria yang ada di hadapan nya. "Gimana rasanya jalan sama cewek yang lebih muda?".
Raut wajah Ilham terlihat sangat terkejut namun dengan cepat Ia mengendalikan diri nya.
"Ternyata sampai detik ini pun yang dia cari kalau ada masalah tetap lo orang nya". Ilham menundukkan kepala seraya terlihat menyunggingkan senyuman.
"Apa yang dia ceritain ke lo?". Tanya Ilham menoleh pada Ilham.
"Gw gak ada waktu untuk basa basi, Bro. Gw hanya perlu jawaban lo". Ucap Rio.
Ilham beralih menatap deretan botol minuman keras yang berjejer rapih di rak. "Rasanya jalan sama cewek lebih muda ya.. hmm..." Ilham menggantungkan ucapan nya.
Rio semakin kuat mengepal kan tangan. Ia benar-benar menahan diri untuk tidak emosi lebih dulu karena Ia perlu mendapatkan kejelasan dari Ilham. Ia perlu tau apakah pria itu benar selingkuh atau tidak seperti yang di ucapkan oleh Ian. Ia perlu tau itu semua karena Ia perlu memikirkan langkah yang terbaik untuk membantu Ian keluar dari masalahnya.
"Jalan sama cewek lebih muda menyenangkan". Ucap Ilham menatap sekilas pada Rio.
"LO!". Teriak Rio emosi.
"Santai, Bro. Lo kesini mau dapat penjelasan dari gw kan?". Ucap Ilham.
Rio menarik napas nya dalam-dalam. Ia meraih segelas cocktail yang sudah di pesan sebelumnya dan meneguk sampai habis cocktail tersebut tanpa di resapi. Rio menoleh dan menatap dengan pandangan menusuk pada pria di sebelahnya.
"Gw memang jalan sama wanita lain".
"Apa alasan lo melakukan itu?". Tanya Rio.
Ilham terlihat mengedikkan bahu. "Awal nya gw hanya mencari ketenangan di luar. Mengobrol dengan seseorang yang gak tahu kehidupan gw dan berada di luar lingkungan gw..."
__ADS_1
"Lo punya istri! Istri lo bukan boneka yang gak bisa bicara! Lo bisa ajak dia ngobrol bukan wanita lain!". Cecar Rio.
Ilham menoleh pada Rio. "Justru gw mencari pengalihan dari istri gw".
"Gw tau Ian gak bahagia hidup dengan gw... Sekeras apapun gw mencoba, gw gak akan pernah bisa buat dia bahagia". Ilham tersenyum tipis.
"Itu bukan alasan yang bisa di jadikan pembenaran atas tingkah laku lo yang selingkuh di belakang dia! Lo tetap brengsek!". Maki Rio tak terima dengan alasan Ilham.
Ilham terlihat tertawa renyah. "Kita berdua lelaki brengsek di mata dia, Bro".
"Jangan lo pikir gw gak tahu masa lalu kalian. Sedikit banyak gw tahu apa yang terjadi walau Ian gak pernah cerita secara jelas. Dia gak perawan saat gw nikahi pun, itu udah menjelaskan secara garis besar hubungan semacam apa yang lo dan dia jalani di masa lalu".
"Lo putus dengan dia karena seorang wanita juga kan? Bahkan wanita itu lo jadi-in tunangan lo. Sama-sama brengsek jangan saling mencaci lah, Bro!". Ujar Ilham tertawa.
Raut wajah Rio memerah. Tangan nya mengepal dengan kuat. Dadanya bergemuruh tak menentu menahan emosi yang siap meledak kapan saja.
Benar. Apa yang di bilang oleh Ilham memang benar. Ia pun lelaki brengsek di mata Ian. Namun terlepas dari itu, Ia tidak akan bermain gila hingga melakukan perselingkuhan dalam ikatan pernikahan. Tidak!
"Gw sayang dengan istri gw. Tapi gw terlalu frustasi. Gw bingung bagaimana caranya membahagiakan dia. Setiap kali gw pulang ke rumah, gw selalu lihat mata dia sembab. Gw selalu merasa bersalah setiap kali dia tetap melayani gw dengan baik walaupun gw memperlakukan dia dengan tidak baik. Gw tau lo selalu jadi bayang-bayang gw. Gw tau dia nekat menikah dengan gw karena pelarian dari sakit hati yang lo ukir di hatinya. Gw selalu berpikir mungkin setiap kali dia berhubungan badan dengan gw, apa dia membayangkan sosok lo?". Ilham tertawa hambar seraya menatap segelas orange juice yang ada di hadapan nya.
"Gw gak pernah minta itu semua dari dia. Dia yang mau bantu gw".
"ITU KARENA LO SUAMINYA TOLOL!". Maki Rio seraya beranjak berdiri.
"Dia rela ngubur semua impian nya demi lo tapi apa balasan dari lo?! Kalau lo gak bisa memperlakukan dia dengan layak, lepasin dia! Biarin dia hidup bahagia!".
"Dan kembali dengan lo? Apa lo sudi menerima dia lagi yang udah gw sentuh?". Ucap Ilham seraya menatap Rio.
Buughh! Bugh!
"Anjing lo! Brengsek!!!!!". Rio memukul Ilham secara membabi buta. Ilham tersungkur dan tergeletak di lantai. Rio dengan cepat menindih badan pria itu.
__ADS_1
"Ian gak pantas lo perlakuin begini bangsat!". Bugh! Rio meninju kembali pipi kanan Ilham.
Terdengar teriakan dari banyak pengunjung yang berada di sekitar mereka berdua. Sang bartender menghampiri keduanya dan dengan cepat menarik Rio berdiri.
"Lepasin gw!". Rio berteriak emosi. Ilham mengusap sudut bibrnya yang berdarah. Pria itu di bantu berdiri oleh seorang security.
Rio hendak menerjang kembali memukul Ilham namun dengan cekatan sang bartender di bantu oleh security lain menahan Rio.
Kantor Polisi
Rio dan Ilham di bawa oleh pihak bar ke kantor polisi dengan laporan terkait perkelahian dan mengganggu kenyamanan. Rio yang duduk di sebelah Ilham menatap tajam ke arah pria itu. Ia belum puas melampiaskan segala emosinya. Keduanya menjalani BAP terkait peristiwa yang mereka alami di Bar.
Dua jam kemudian Rivan datang menyusul ke kantor polisi. Pria itu segera menghampiri Rio dan Ilham. Ia memindai penampilan Ilham yang terlihat urakan dan wajah yang sedikit lebam dan tatapan nya beralih melihat Rio. Rivan menghela napasnya seraya bisa menebak apa yang sudah terjadi.
Rivan sedikit berbincang dengan seorang polisi. Syukurnya peristiwa kedua teman nya tidak memerlukan interogasi lebih dalam dan tidak perlu ada ganti rugi karena pihak bar tidak merasakan ada kerugian dalam properti mereka.
"Kita pakai taksi online aja balik ke Bar". Ucap Rivan ketika mereka sudah berada di luar kantor polisi.
"Urusan gw belum selesai sama lo". Ucap Rio menunjuk seraya menatap tajam Ilham.
"Udah.. Udah.. Cukup! Selesaikan dengan baik-baik bukan dengan emosi". Rivan menengahi.
"Dia gak pantas gw perlakukan dengan baik. Lo juga pasti emosi kalau dengar perkataan yang si bangsat ini ucapin, Bro!". Rio emosi.
"Lo gak apa-apa ya pisah mobil dengan kita balik ke Bar nya? Rio sepertinya gak bisa 1 mobil dengan lo untuk saat ini". Rivan menoleh pada Ilham. Pria itu pun mengangguk dan segera meraih ponsel nya untuk memesan taksi.
Rivan lalu menarik Rio menjauh dari Ilham. Ia tidak ingin mengambil resiko jika membiarkan keduanya berdekatan.
"Lo tenangin diri lo bisa gak sih, Bro?". Ucap Rivan seraya menatap Rio.
Rio menyugar rambut nya kasar. "Bangsat! Gw bakalan pastiin Ian lepas dari pria itu!.
__ADS_1
......___________.....
Happy Sunday everyone!😘