Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 1. Aluna Mutya Burhan


__ADS_3

Dibawah indahnya cahaya senja di kota S, seorang gadis belia Tengah berjalan sambil bersenandung kecil. Suara bising dan kemacetan kendaraan tak mampu menghilangkan senyuman manis wanita bertubuh mungil tersebut.


Aluna Mutya Burhan, seorang gadis yang berparas cantik dan baik hati. Aluna tinggal bersama ibu tiri dan juga kakak tirinya yang begitu membencinya. Setiap hari Aluna selalu diperlakukan secara kasar oleh keduanya. Walaupun diperlukan secara tidak manusiawi, Aluna tetap menghormati ibu serta kakak tirinya, karena jika Aluna mencoba melawan dan membantah, ibu tirinya akan mengancam dengan menghentikan pengobatan nenek Aluna yang sedang terbaring tak berdaya akibat penyakit yang dideritanya.


Setelah ibu Aluna meninggal, Aluna hanya mendapatkan kasih sayang dari sang nenek, karena ayah Aluna telah menikah kembali dan lebih memperhatikan keluarga barunya dibanding Aluna. Nenek Aluna selalu memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu kepada Aluna., semenjak ibunya pergi nenek lah yang selalu membela dan menjaga Aluna ketika ibu tiri Aluna menyiksa dan memarahi Aluna. Itulah mengapa Aluna begitu menyayangi neneknya, karena bagi Aluna, hanyalah neneknya semangat dan tujuannya untuk tetap hidup dan berjuang untuk orang yang dicintainya.

__ADS_1


Setelah 30 menit menempuh perjalanan, kini gadis itu telah sampai di sebuah rumah yang cukup besar. Rumah yang memiliki halaman yang luas dan juga disana terdapat beberapa mobil dan motor yang sedang terparkir.


"Assalamu'alaikum" Ucap Aluna saat memasuki rumahnya " Walaikumsalam, darimana saja kamu" ucap maya sang ibu tiri "A..aluna baru pulang dari kampus bu, **..tadi Aluna singgah ke rumah dokter Sinta untuk memintanya mengecek kesehatan nenek" ucap Aluna terbata-bata karena mendapatkan tatapan mengerikan dari sang ibu "Cepat masuk dan siapkan makan malam, sekalian bersihkan rumah karna ibu dan salsa akan pergi ke Mall untuk berbelanja. Jika ibu pulang dan pekerjaanmu belum selesai, kau akan merasakan akibatnya. Kau mengerti!" ucap maya mencengkram kuat bahu Aluna "Baik bu"


Saat menyiapkan makan malam, Aluna mendengar deru mobil ayahnya yang terparkir di pekarangan rumah. Dengan penuh semangat Aluna bersiap menyambut kepulangan sang ayah dari perjalanan bisnisnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" ucap sang ayah ketika memasuki rumah "Walaikumsalam ayah" ucap Aluna sambil menyalami tangan orang tuanya. "Dimana ibumu dan kakamu luna? " Tanya Burhan sang ayah yang tak melihat ibu dan anak itu. "Mereka tadi keluar yah. Ayah Aluna mau ngomong sama ayah kalau besok Aluna akan....." Ucapan Aluna terputus karena ayahnya tiba-tiba memotong pembicaraannya "Maaf Aluna, ayah sibuk" ucap Burhan kemudian berlalu meninggalkan Aluna yang mematung di ruang keluarga.


Aluna meneteskan air mata melihat punggung ayahnya yang semakin menjauh. "Ayah, besok Aluna akan ditugaskan sementara di rumah sakit oleh dosen Aluna. Andai ayah bangga setelah Aluna memberi tahu ayah tentang impian Aluna yang sebentar lagi tercapai" Lirih Aluna sambil mengusap air matanya. Setelah merasa tenang, Aluna beranjak dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2