Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 30. Mengunjungi Nenek


__ADS_3

Saat matahari mulai menampakkan sinarnya, Aluna juga memancarkan senyumnya di sela aktivitasnya sebagai menantu dan istri di kediaman Arkarendra. Mulai dari menyiapkan sarapan, membangunkan suami, menyiapkan air mandi dan memakaikan suaminya pakaian Aluna tak henti-hentinya tersenyum. Aryan bahkan ikut tersenyum melihat wajah cerah istrinya pagi ini


"Kenapa sayang, bahagia ya hari ini?" Tanya Aryan kemudian berjongkok dan mencium perut Aluna seraya berkata "Ayah akan menunggu kalian disini" Aluna menahan tawa melihat tingkah mengemaskan suaminya "Tapi tunggu!! apa maksudnya dengan kata kalian?" Batin Aluna


"Mas hari ini aku izin ke rumah nenek yah, sejak kita menikah aku tak pernah menemui nenek lagi" Pinta aluna sambil mengikat dasi Aryan "Tentu saja sayang, nanti aku antar yah, tapi aku nggak bisa ketemu keluarga kamu, soalnya hari ini ada meeting penting" Ucap aryan "Iyah mas, aku ngerti kok, semangat kerjanya ya mas" Jawab Aluna lembut dan diangguki Aryan


Setelah menempuh perjalanan 25 menit, Kini Aluna telah sampai di kediaman lamanya .Dengan hati berdebar, Aluna melangkah ke dalam rumahnya

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" Ucap Aluna saat memasuki rumahnya "Walaikumsalam" Ucap Burhan dan Maya yang berada di ruang keluarga


"Aluna? Ada apa nak?" tanya Burhan lembut sedangkan maya terus menatap Aluna dari atas sampai bawah "Kok, anak ini makin cantik ya? Bukannya dia menderita karena mengurus suami lumpuhnya itu" Batin maya berselidik "Aluna pengen jenguk nenek ya, apa nenek ada di kamarnya?" "Tentu saja nak, bagaimana kondisi suamimu?Tanya Burhan "Alhamdulillah ada perkembangan ayah"tutur Aluna


"Syukurlah, sekarang segera temuilah nenekmu, dia pasti senang melihat cucunya setelah sekian lama" ujar Burhan "Baiklah ayah, Aluna kekamar nenek dulu yah" Burhan mengangguk dan Aluna kemudian beranjak ke kamar neneknya


"Apakah kau bahagia bersama suamimu nak, nenek lihat sudah banyak perubahan pada dirimu. Kau makin cantik saja cucuku"Ucap nenek "Hehe nenek bisa aja, Iyah nek Aluna bahagia. Meskipun kondisi suamiku saat menikah dulu hanya berbaring dan duduk di kursi roda, dia selalu berusaha membuatku tersenyum nek" Ucap Aluna tersenyum mengingat suaminya. Nenek menatap lekat mata Aluna untuk mencari kebenaran, namun hanya ada ketulusan dan kebenaran dimata cucunya

__ADS_1


"Berapa ronde semalam nak" goda Nenek Aluna yang tak sengaja melihat tanda merah di samping leher Aluna, membuat wajah cucunya saat ini memerah seperti udang rebus "Ehh... Anu.. " Aluna jadi salah tingkah dibuatnya. Nenek Aluna menahan tawa dan geleng-geleng kepala melihat wajah cucunya "Nggak usah dijawab kok,nggak apa-apa nak. Nenek juga pernah muda sama sepertimu" Aluna langsung menghambur memeluk neneknya "Yang terpenting cucu nenek bahagia kan dalam rumah tangganya. Selalu layani suamimu dengan baik dan Hormatilah dia, maka kebahagiaan akan mendatatangimu nak" Ucap nenek sambil mengelus lembut kepala Aluna


Aluna dan neneknya menghabiskan waktu bersama dengan mengobrol dan bercanda untuk mengungkapkan rasa rindu yang selama ini terpendam


Salsa yang mengetahui jika Aluna datang dan mengunjungi neneknya tertawa dan membayangkan penderitaan yang telah dialami orang yang dibencinya "Kau pasti menderita itulah sebabnya kau mengunjungi nenekmu untuk menangis sejadi-jadinya, ha..ha..ha.." Tawa renyah Salsa "Aku penasaran bagaimana anak itu menceritakan penderitanya pada neneknya, pasti seru jika aku ikut mendengarkan" Pikir Salsa. Salsa yang penasaran pergi menuju ke kamar nenek Aluna, Salsa mendapati jika Aluna dan neneknya tengah mengobrol dan bercanda yang kedengarannya bahagia


"Ada apa ini? bukannya dia menderita mengantikanku menikahi pria cacat itu"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2