
Saat Burhan melihat Aluna didekatnya, Burhan langsung menarik tangan dan mendekap putri semata wayangnya yang telah berkorban demi reputasi dan perusahaan keluarganya
" Terimakasih ya nak, kamu telah menjaga kehormatan dan nama baik keluarga dan perusahaan kita" Ucap burhan sambil mengelus lembut puncak kepala putrinya "Ayah, apakah ayah bisa melakukan sesuatu untuk Aluna?" Tanya Aluna sambil memeluk ayahnya "tentu putriku, apa yang bisa ayah lakukan untukmu?" Tanya Burhan tersenyum pada putrinya "Ayah tolong jagain nenek dan mengurus pengobatan nenek yah saat Aluna tak ada di rumah"pinta Aluna " Tentu saja sayang, ayah akan menjaga nenek untukmu yah" Ucap Burhan meyakinkan Aluna dan diangguki oleh Aluna dengan senyuman manisnya
"Sekarang ayah pulang dulu yah, lakukan tugasmu sebagai menantu dan suami yang baik untuk keluargamu" ucap Burhan sebelum meningalkan putrinya "Baiklah ayah" Ucap Aluna tersenyum "Ayah pulang dulu yah nak, assalamu'alaikum putriku" Ucap Burhan meninggalkan kediaman Arkarenda "Waalaikumsalam ayah" ujar Aluna melambaikan tangannya sampai mobil ayahnya tak terlihat lagi
"Nona, kemarilah saya akan mengajak nona berkeliling di kediaman Arkarendra" ucap mbok rara ramah,Aluna mengangguk kepada mbok rara dan mengikuti mbok rara berkeliling mansion. Selama mengelilingi mansion, Aluna tidak terlalu memperhatikan penerangan yang diberikan mbok rara, Aluna sibuk dengan pikirannya sendiri
Setelah merasa lelah dan hari yang mulai gelap, Aluna undur diri untuk pergi ke kamar barunya. Saat melewati ruang keluarga, terlihat seorang pria dan wanita parubaya yakni paman dan bibi aryan memanggil Aluna. Aluna kemudian mendekati kedua orang tersebut.
__ADS_1
"Sekarang kamu sudah resmi menjadi istri keponakanku. Jangan berharap karena kau menikahi keponakanku yang mewarisi seluruh kekayaan keluarga Arkarendra, kau bermimpi akan menjadi nyonya di rumah ini. Ingatlah tugasmu hanyalah mengurusi anak cacat itu layaknya suami. Kau mengerti!! " ucap tante Rina dengan penuh penekanan kepada Aluna
Aluna hanya mengangguk mengiyakan kata tante Rina, karna jika dia membantah sama dengan membuat masalah baru di keluarga yang baru resmi menjadi keluarganya ini. Setelah mendengar kata pedas dari tante Rina, Aluna bergegas menuju ke kamarnya dilantai dua. Saat tiba di lantai dua, Aluna kebingungan dibagian manakah kamar suaminya. Setelah 5 menit mengelilingi koridor tampak Marvel baru keluar dari ruang kerja Aryan. Melihat Marvel ada di Koridor membuat Aluna mendekat dan bertanya padanya
"Permisi Tuan, apakah Tuan tau dimana letak kamar suamiku" tanya Aluna dengan ramah. Mendengar pertanyaan istri sahabatnya membuat Marvel menunjuk ruangan yang dimaksud Aluna
"Kamar kalian disana nona" ucap Marvel menunjuk pintu kamar
"Sama². Jika kau memanggilku, panggilan aku dengan sebutan nama saja, karna aku adalah asisten suamimu. Perkenalkan namaku Marvel" ucap Marvel ramah sambil mengulurkan tangannya
__ADS_1
"Nama saya Aluna kak Marvel" ucap Aluna tersenyum sambil menjabat tangan Marvel
"Yaudah kak Marvel, Aluna ke kamar suami Aluna dulu yah" pamit Aluna
"Baiklah Aluna, biarlah aryan beristirahat yah" pinta Marvel dan diangguki Aluna
"Tapi kak, apakah suamiku sudah makan" tanya Aluna dengan polosnya
"Tentu Aluna, aku sudah menberikannya makan tadi.sekarang temanilah suamimu" jawab Marvel ramah
__ADS_1
"Baiklah kak, permisi" Setelah mengobrol dengan Marvel, Aluna berjalan mendekati kamar suaminya. Saat memasuki kamar mereka, Aluna melihat suaminya yang tengah terbaring diatas ranjang. Aluna terduduk dilantai sambil memeluk kedua lututnya dan mencurahkan isi hatinya dalam diamnya