Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 19. Flashback On (1)


__ADS_3

Fathian Aryan Arkarendra adalah satu-satunya cucu dan pewaris tunggal dari keluarga Arkarendra yang mengalami kelumpuhan sejak ditemukan tak sadarkan diri di ruangan kerjanya. Beruntung saat itu asisten Aryan datang ke ruang kerja untuk mengantar berkas yang harus ditandatangani melihat Tuan mudanya sekaligus sahabatnya yang tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri. Secepat mungkin Marvel mengantar Aryan ke rumah sakit dan tak lupa Marvel menghubungi kakek Arkarendra untuk memberitahukan keadaan cucunya


Setelah menunggu sekitar 4 jam di luar ruangan operasi, Dokter pun memberitahu bahwa Aryan divonis mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan atau paralisis adalah kondisi ketika satu atau beberapa bagian tubuh tidak dapat digerakkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan pada otot atau saraf, akibat cedera atau penyakit tertentu.


Kelumpuhan yang terjadi dapat berlangsung sementara atau permanen, baik pada penderita yang hanya mengalami kelemahan maupun sama sekali tidak dapat menggerakkan bagian tubuh tertentu.


Mendengar penuturan dokter seketika kakek Arkarendra terduduk di depan ruang rawat cucunya. Hatinya hancur melihat kondisi cucunya yang sekarang mengalami kelumpuhan


"Ya Tuhan, mengapa kau menguji cucuku seperti ini, uji saya aku,dan berikan kembali kesehatan untuk cucuku,belum cukupkah ujian yang kau berikan kepada cucuku" gumam pelan kakek Arkarendra yang masih bisa didengar oleh Marvel. Tak terasa lelaki tampan itu meneteskan air mata melihat penderitaan yang dialami sahabatnya dan kakek Arkarendra yang sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri


"Kakek sabar yah, kita bisa usaha untuk menyembuhkan Aryan kembali, kita bisa mengirimnya ke luar negeri untuk melakukan pengobatan, yang penting kakek kuat sekarang. Kalau kakek lemah seperti ini siapa yang akan mendukung Aryan nanti. Saat ini aryan sangat membutuhkan kita kek" ucap Marvel sambil memeluk tubuh rapuh kakek Arkarendra


Mendengar perkataan Marvel, Kakek Arkarendra mengusap air matanya dan perlahan melepaskan pelukan Marvel


"Kamu benar nak, kakek akan membuat Aryan sembuh dari kelumpuhannya, meskipun harta kakek harus habis demi mengembalikan kesehatan dan keceriaan cucuku lagi. Makasih ya nak kamu udah cepat membawa cucuku ke rumah sakit sehingga nyawanya masih bisa tertolong sekarang" ucap kakek Arkarendra penuh Terima kasih


"Iyah sama-sama kek" ucap Marvel dengan senyuman tulusnya

__ADS_1


"Tapi nak, apakah Natasya bisa menerima pernikahannya dengan aryan setelah mengetahui kondisi cucu kakek yang seperti ini?" pertanyaan kakek Arkarendra seperti sambaran petir bagi Marvel. Marvel takut Natasya tak bisa menerima kenyataan bahwa calon suaminya sekarang mengalami kelumpuhan. Marvel takut Natasya pergi meninggalkan aryan yang begitu mencintai Natasya sampai rela mengorbankan jiwa dan raganya hanya demi Natasya


Sebisa mungkin Marvel menenangkan kakek Arkarendra agar tetap tenang dan berpikir positif


"Kakek tenang yah, kita akan memberitahu Natasya tentang keadaan aryan yang sebenarnya"


"Iyah nak, besok kita akan pergi ke kediaman Natasya untuk memberitahu langsung kondisi aryan sebelum Natasya mendengarnya dari orang lain. Semoga Natasya dapat menerima cucu kakek ya nak" Ucap kakek Arkarendra dengan penuh harapan


" iya kek" kata Marvel setuju dengan Ucapan kakek Arkarendra


"Semoga Natasya bisa menerima aryan dengan tulus dan sepenuh hati" batin Marvel berharap


"Ehh Tuan Arkarendra, silahkan masuk, tunggu sebentar ya, saya panggikan tuan dan nyonya besar dulu" ucap kepala pelayanan kediaman Deandra


"Baiklah, Terimakasih" ucap kakek Arkarendra


Beberapa menit kemudian, Tuan dan nyonya Deandra bersama Natasya datang dan menghampiri calon besan mereka di ruang keluarga

__ADS_1


"Tuan Arkarendra, selamat datang. Apa yang membuat Anda datang kemari tanpa janji temu sebelumnya? " Tanya tuan Deandra ramah


"Langsung saja, kami datang kesini untuk bertanya apakah kalian masih bersedia agar Natasya menikah dengan cucuku?" Tanya kakek Arkarendra serius


"Tentu saja tuan, kami bahkan senang jika tuan muda Aryan menjadi menantu kami dan putri kami pasti bahagia memiliki suami sebaik Aryan,Benarkan mommy, Natasya" Seru tuan Deandra


"Iya kek, Natasya senang jika bisa menikah dan hidup bersama mas Aryan. Lagipula kami saling mencintai" jawab Natasya meyakinkan kakek Arkarendra


Sebelum berbicara,terdengar kakek Arkarendra yang menghela nafas. Mengerti akan kebenaran berat yang akan disampaikan kakek Arkarendra membuat Marvel menenangkan kakek Arkarendra sambil mengusap punggungnya. Setelah tenang kakek Arkarendra pun memberitahu tujuan kedatangannya di kediaman Deandra


"Apakah kalian bisa menerima cucuku sebagai menantu kalian sekaligus suami untuk putri kalian jika kalian sekarang mengetahui bahwa cucuku mengalami kelumpuhan dan sedang dirawat di rumah sakit. Apakah kalian bersedia melanjutkan perjodohan ini? " Tanya kakek Arkarendra langsung pada intinya


Dorr.....


Bagaikan ditembak mati, keluarga tersebut tak percaya dengan ucapan Kakek Arkarendra bahwa calon menantu dan suami Putri mereka mengalami kelumpuhan. Mereka mulai berpikir bagaimana nasib putri mereka jika sisa hidupnya harus dihabiskan dengan mengurusi pria cacat seumur hidupnya. Mereka bahkan ingin menarik perkataan mereka yang diucapkan kepada kakek Arkarendra tadi. Atmosfer di ruangan itu terasa berbeda dari biasanya. Semua orang diam tanpa adanya pembicaraan


"Kenapa kalian diam" tanya kakek Arkarendra

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2