
"Ayah sudah makan siang?" Tanya Filzah tiba-tiba
Aryan tersenyum dan menjawab "Belum sayang"
Filzah merogoh ranselnya dan mengambil kotak makanan yang disimpan ibunya pagi tadi "Ayah, adek ada kotak bekal yang disiapkan bunda, kita makan sama-sama ya ayah" Ucap Filzah memelas sambil menyodorkan kotak makanannya
Aryan yang tak tega menolak Filzah tersenyum dan mengangguk tanda mengiyakan permintaan Filzah
"Ayah adek suapin ya, aaa... " ucap Filzah memegang sesendok nasi goreng dan membuka mulutnya, Aryan menahan tawa melihat tingkah Filzah namun Aryan tetap menerima suapan anak yang menganggapnya seperti ayahnya sendiri.
Aryan tertegun Saat nasi goreng itu menyentuh lidahnya. Rasa makanan yang sama persis yang sering dimakannya waktu lumpuh dulu dan saat itu aluna selalu membuatnya dan menyuapinya
"Kok ayah diam? bagaimana rasa nasi goreng adek?" Tanya Filzah
"ini enak sayang, siapa yang membuatnya?" tanya Aryan lembut
"ini buatan bunda ayah, bunda sering membuatnya karena adek dan kakak sangat menyukainya" Ucap Filzah tersenyum "Buatan Bundanya? Aku harus menemui ibu mereka untuk menanyakan bagaimana rasa masakan ini persis seperti buatan Aluna" batin Aryan.
Filzah makan dan terus menyuapi Aryan sambil bercerita pengalamannya bersama kedua kakaknya dan ibunya, sampai aryan bertanya sesuatu secara tiba-tiba
"siapa nama bundamu sayang"
Filzah tersenyum dan menjawab "Nama bundaku adalah......... " Ucap Filzah terputus karena kakaknya yang tiba-tiba datang
__ADS_1
"Adek, ayo kita pulang, nanti bunda cemas karena kita belum juga kembali" Ucap Izhar memanggil Filzah
"baiklah kak, kalau begitu Filzah pamit pulang ya ayah, Assalamu'alaikum" Ucap Filzah menyalami tangan Aryan dan mengambil ranselnya. Tak lupa Filzah juga memasukkan gambarnya yang belum. selesai
"Walaikumsalam, apa perlu saya antar?" Tanya Aryan
"tidak paman, kami sudah memesan taksi online dibawah" Ucap Ezhar ramah
"nanti kita ketemu lagi ya ayah" ucap Filzah melambaikan tangannya
"Iyah sayang, berkunjung lah lain kali" Ujar Aryan membalas lambaian tangan Filzah
"anak-anak yang baik, pasti berkat didikan yang juga baik dari ibunya" Gumam Aryan dan mulai melanjutkan pekerjaannya
"Adek, apa yang berhasil adek ketahui setelah bersama pria tadi" Tanya Ezhar "Ayah dan aku hanya mengobrol biasa saja kak, tapi ayah sepertinya menyukai nasi goreng bunda saat adek menyuapinya tadi" ucap Filzah menerangkan
"Iya adek benar, tapi kita tidak boleh putus asa. Jika adek yakin pria tadi adalah ayah kita, kita harus berusaha untuk membuktikannya dan membawa ayah kembali pada ibu" ucap Ezhar menjelaskan dan diangguki kedua adiknya.
"Kakak, ada yang berusaha mencuri data rumah kita" Ucap Izhar panik melirik layar monitor komputer kakaknya, Ezhar mengamati komputernya dan benar saja ada yang berusaha mencuri data-data mengenai mereka dan rumah mereka
"kalau begitu adek ke bunda yah Kak, adek takut bunda tiba-tiba kesini" ucap Filzah khawatir
"baik dek, tolong cegah bunda agar tak kesini" Filzah mengangguk dan berlari keluar mencari ibunya. Ezhar berusaha mengamankan data-data mereka dengan terus mengutak-atik komputer dan terus memperkuat sistem pertahanannya.
__ADS_1
"Bagaimana vel, apa berhasil?" tanya Aryan yang berdiri di samping Marvel yang terus mengutak-atik komputer bersama seorang hacker
"tidak aryan, sepertinya mereka tahu jika kita sedang berusaha mencuri data rumah mereka, aku sudah berusaha membobol keamanan itu tapi sepertinya mereka juga tengah mempertahankan data-data mereka" ucap Marvel frustasi
"aku akan mencobanya" Ucap Aryan dan mulai mengambil alih komputer Marvel. Aryan sebenarnya pandai dalam hal membobol dan meretas, tapi Aryan hanya menggunakan kemampuannya untuk hal-hal yang baik saja.
Aryan terus mengirim berbagai jenis virus agar mampu meretas keamanan rumah tiga anak kembar tersebut, namun sepertinya ucapan Marvel benar, sangat sulit meretas karena sistem keamanan rumah kembar tiga itu yang terus saja menguat. Aryan yang hampir berhasil meretas harus menerima pukulan mutlak karena komputer yang dia gunakan Eror dan mati secara tiba-tiba
"Hebat, mereka bahkan berhasil menangkis semua perlawanan yang telah aku lakukan, tapi siapa yang melakukannya? Bukannya mereka hanya tinggal bersama ibunya, tak mungkin jika salah-satu dari tiga kembar yang melakukan ini" Gumam Aryan berselidik
"Yeah, berhasil" ucap Ezhar dan izhar bersamaan
"Kira-kira siapa yah Kak yang mencoba membobol keamanan rumah dan mencuri data-data kita?" Tanya izhar penasaran
"Entahlah dek, mereka tak memberikan kakak petunjuk, dan kakak juga tak bisa melacak posisi mereka karena komputer yang mereka gunakan pasti telah rusak" Ucap Ezhar menahan tawa
"Wah, kedua putra bunda lagi ngapain? Kelihatannya seru" tanya Aluna yang baru masuk memegang nampan gelas susu dan meletakkannya di depan kedua pangerannya
"hehe lagi bermain bunda" Cengir Izhar
"Yaudah sekarang diminum susunya, setelah itu langsung tidur yah kakak"
"Baik bunda" ucap keduanya serentak, Aluna tersenyum dan berjalan keluar menuju kamarnya
__ADS_1
"Semoga semuanya baik-baik saja besok"
Bersambung....