
Sementara di sebuah toko roti
"Yaudah tante, biar Aluna saja yang lanjutin buat rotinya. Tante istirahat saja sekarang" ucap Aluna mengambil alih adonan roti yang siap dibentuk
"Baiklah nak, tapi jika kau membutuhkan tante, tante ada di depan ya" Ujar tante Rina "Iyah tante" ucap Aluna
"Ibu........ " Panggil Vania anak dari tante Ratna
"Ya ampun nak, bikin kaget aja" Ucap bu Ratna mengontrol nafasnya
"hehe, hari ini vania gajian bu, jadi vania senang banget" ucap Vania tersenyum cerah
"ibu, siapa yang membuat roti kalau ibu duduk disini. Lagian para karyawan sedang sibuk melayani" tanya Vania
"ibu udah punya 1 koki untuk membantu ibu kok, Aluna juga ikut membantu ibu" ujar bu Ratna
"Aluna? Dimana dia bu. Vania udah lama pengen ketemu dia"Tanya Vania antusias
"Tuh di dapur lagii memanggang roti" Mendengar penuturan ibunya, Vania segera berlari ke dapur dan memeluk Aluna
__ADS_1
"Aluna, akhirnya kau datang juga. Aku merindukanmu tau" Ucap vania
"aku juga merindukanmu vania. Sudah lama sekali kita tidak bermain bersama" ucap Aluna tersenyum
"ku pikiran kau telah melupakanku. Tapi ngomong-ngomong kenapa kau tak menghubungiku agar aku menjemputmu di bandara?"tanya vania menggerenyotkan bibirnya
"Aku menelpon tante Ratna, katanya kau sedang berkunjung di rumah kakekmu, jadi aku tak ingin menganggu waktumu bersama keluargamu. Jangan cemberut gitu dong, aku menemuimu setelah sekian lama, apakah ini hadiah yang kudapatkan" goda Aluna
"Ohh, baiklah aku memaafkanmu" seketika kedua wanita itu tertawa bersama dan menceritakan pengalaman mereka masing-masing
"Vivian, segera bereskan barang-barangmu dan berkas-berkas perusahaan karena kita akan kembali sore ini" Ucap aryan setelah keluar dari Gedung Perusahaan Ardianta Grup
"Assalamu'alaikum sayang, apa kau baik-baik saja" Tanya Aryan setelah tersambung dengan ponsel Aluna "Walaikumsalam mas, aku baik-baik saja kok. Ada apa mas?" Tanya aluna lembut "Sayang, aku ingin memberitahumu jika sore ini aku akan segera pulang. Kau juga secepatnya pulang yah, aku merindukanmu" mendengar ucapan suaminya seketika pipi Aluna merona
"Mas hati-hati ya dijalan. Aku akan segera kembali 2 hari lagi"
"baiklah sayang,kumohon katakan jika kau mencintaiku" Pinta Aryan di seberang sana. Aluna tak berani mengatakannya karena dia sedang berada di dapur bersama tante Ratna dan Vania yang tengah menguleni adonan. Mendengar permohonan yang diyakini suami Aluna membuat Ratna dan Vania saling pandang dan tersenyum
"Katakan saja Aluna, tante dan Vania tak akan mendengarnya" ujar tante Ratna mengeraskan sedikit suaranya
__ADS_1
"tuh kan, tantemu saja setuju denganku, ayolah sayang, sekali saja" Aluna kembali mengontrol hatinya yang sejak tadi berdebar-debar
"Aku Mencintaimu suamiku" Ucap Aluna pelan. Aryan yang mendengar ungkapan cinta istrinya membuatnya ingin melayang dan segera bertemu istrinya. Sedangkan Ratna dan Vania menahan tawa melihat wajah Aluna yang semerah kepiting rebus
"Terimakasih sayang, segeralah kembali, aku akan selalu merindukanmu" ucap aryan bahagia dan mematikan telepon secara sepihak
Natasya yang mendengar percakapan telepon Aryan dan istrinya terbawa emosi. Dia menendang tong sampah yang tak jauh darinya untuk mengeluarkan seluruh amarahnya
"Lihat saja Aryan, aku akan membuat hidupmu menderita bersama istrimu. Akan kupastikan kau kembali mencintaiku" Ucap Natasnya beranjak pergi
Saat cahaya rembulan kembali menyinari bumi, Aluna dikejutkan dengan perkataan Vania yang masuk ke kamarnya secara tiba-tiba.
"Aluna, kau akan segera kembali yah" tanya Vania
"Ehh iyah vania, dua hari lagi aku akan segera kembali" ucap Aluna sambil mengontrol nafasnya
"Lalu apakah kau sudah membelikan suamimu oleh-oleh dari daerah ini?" Aluna mengeleng
"Yaudah, besok kita pergi untuk mencari oleh-oleh untukmu ya, aku juga akan membeli beberapa perhiasan untuk ibuku" Ujar Vania tersenyum "Baiklah, terimakasih vania, kau memang sepupu terbaikku" ucap Aluna sambil memeluk vania "ya jelas dong, Vania....." seketika Aluna tertawa dengan tingkat sepupunya ini. Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bercanda dan tertawa sebelum berpisah kembali
__ADS_1