Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 18. Siapa Yang Tega Melukaimu


__ADS_3

Setelah sampai di kediaman Arkarendra, sepanjang jalan menuju kamarnya Aluna terus saja termenung dan memikirkan suaminya. Aluna bahkan mengabaikan mbok rara yang sejak tadi terus memanggilnya. Saat membuka pintu kamarnya


"Ceklek...... MAS.." teriak Aluna panik melihat tubuh aryan yang ambruk dilantai dan tak sadarkan diri dengan suhu tubuh yang tinggi. Dengan cepat Aluna memanggil mbok rara agar membantunya mengangkat tubuh Aryan keatas ranjang kembali. Setelah memindahkan Aryan ke tempat tidur, Aluna menyuntikkan obat penawar dan pencegah racun yang diberikan dokter tadi agar racun tidak menyebar ke seluruh tubuh. Aluna juga meminta mbok rara agar mengambilkan air dingin untuk mengompres dahi aryan karena suhu tubuhnya yang tinggi.


Flashback on


Saat mengetahui Aluna akan keluar, Lita pelayanan wanita yang licik itu mengambil kesempatan untuk melancarkan aksinya setelah digagalkan oleh Aluna kemarin, tentunya dengan suruhan tante Rina. Setelah Aluna pergi, Lita mendekati kursi roda aryan dan kembali memaksa aryan agar memakan makanan yang ia bawakan lagi

__ADS_1


"Tuan muda, saya kembali membawakan tuan makanan dan kali ini tuan tak bisa menolaknya. Tak akan ada yang mencegahku melakukannya karena istri tuan yang menyebalkan itu saat ini tengah pergi" ucap lita dengan senyum Liciknya.


Sekali lagi dia melancarkan aksinya dengan mencekam kuat dagu aryan dan dengan paksa memasukan banyak makanan yang telah diberi racun ke mulut Aryan. Setelah memasuka makanan ke mulut Aryan, lita menyumpal mulut aryan dengan tangannya dan dengan terpaksa aryan menelan makanan itu. Tak lama kemudian, Aryan ambruk dari kursi rodanya dan jatuh ke lantai tak sadarkan diri. Setelah melihat itu, lita dengan rasa kemenangannya pergi meninggalkan majikannya yang telah ia buat tak berdaya


"Nyonya Rina pasti akan bahagia karena aku berhasil meracuni kembali Keponakannya, dan hal itu juga akan menjadi pukulan telak untuk nyonya Aluna" Batin Lita tersenyum smirk.


Flashback off

__ADS_1


"Kenapa mereka tega melakukan hal ini mas, mengapa mereka tega menyakitimu.. Hiks.. Hiks.. " Lirih Aluna. Dengan sabar Aluna mengompres dahi Aryan dan beberapa menit kemudian suhu tubuh aryan kembali normal. Saat Aryan mulai sadar, samar-samar aryan melihat Aluna tengah merangkulnya sambil menangis diatas kepalanya membuat aryan menggulung senyumnya "apakah dia begitu mencemaskanku? " Batin aryan tersenyum


Aluna yang merasa suaminya telah sadar seketika menerbitkan senyumannya dan kemudian membantu Aryan duduk bersandar di sandaran ranjang. Aryan yang melihat air mata yang membasahi pipi istrinya ingin sekali mengusap air mata itu dan berkata "Tenanglah, aku baik-baik saja sekarang" hanya bisa menahan niatnya dalam hati. Aryan yang tak bisa menggerakkan tangannya kemudian meniup pipi dan mata Aluna sambil tersenyum agar Aluna segera menghapus air matanya


Mengerti yang dimaksud oleh suaminya, Aluna segera menghapus air matanya namun tetap mencemaskan suaminya "Siapa yang berani menyakitimu mas. penderitaan apa saja yang telah kau alami selama ini?Apakah mereka tak memiliki Belas kasih sedikitpun untukmu? " tanya Aluna sambil mengusap air matanya, Aryan yang tak bisa berbicara hanya tersenyum pada istrinya


"Aku yang akan menjawabnya" Ucap kakek arkarenda yang berdiri di depan pintu kamar mereka. Kakek arkarenda mendengar dari mbok rara jika Aryan tak sadarkan diri sehingga kakek arkarenda membatalkan jadwal terbangnya ke negara B untuk bertemu dengan anaknya dan pergi menjenguk cucunya

__ADS_1


" kakek, silahkan masuk" Ucap Aluna tersenyum. Kakek Arkarendra sejak tadi mengamati betapa Aluna mencemaskan cucunya dan dengan sabar mengompres dahi Aryan membuat hati kakek Arkarendra setrika menghangat "Akhirnya menantuku mulai mengerti dengan keadaan cucuku" Batin kakek Arkarendra "Nak Aluna, kakek yang akan menjawab pertanyaan yang kau tanyakan kepada cucuku tadi" ucap kakek Arkarendra yang duduk didekat Aluna. Aluna mengangguk dan mulai mendengarkan cerita kakek arkarendra


Bersambung.....


__ADS_2