Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 44. Hari Bekerja


__ADS_3

Keesokan harinya, Aluna telah sampai di depan gedung rumah sakit milik Dean yang bernama "Hospital Hidayat". Nama rumah sakit tersebut diambil dari nama lengkap Dean yaitu Muhammad Dean Hidayat. Saat Aluna berjalan melewati ruang tunggu rumah sakit, Aluna dikejutkan dengan sapaan seseorang yang berjalan mendekatinya " Hai Aluna" Sapa sarah "Hai juga sarah" Balas Aluna


"Dean mengatakan jika kau akan bekerja disini. Benar begitu Aluna?" Tanya Sarah antusias "Iyah benar sekali sarah. Ngomong-ngomong apa kau sudah berhasil mengambil hati Dean?" Tanya Aluna yang mengetahui jika Sahabatnya ini sejak SMA selalu berusaha mendekati Dean


"Alhamdulillah Aluna, sekarang Dean udah jadi suamiku" Ucap sarah bahagia "Alhamdulillah, ternyata usahamu tak sia-sia yah" ucap Aluna tersenyum


"Iyah Aluna. Dean bercerita alasan kau berada disini, jauh dari kota kita. Aku turut prihatin denganmu Aluna" Ucap sarah kembali memeluk Aluna yang seketika menunduk


"Aku baik-baik saja sarah, aku akan memulai hidup baruku disini. Aku akan berusaha membahagiakan orang-orang terdekat ku dan juga calon anakku" Ucap Aluna tersenyum membalas pelukan Sahabatnya


"Dan kami akan selalu ada dan membantumu Aluna" Ucap Dean yang baru saja datang dan merangkul sarah


"Tentu saja Aluna, kami akan selalu ada bersamamu. Aku jadi tak sabar untuk bertemu keponakanku" Ucap sarah bersemangat


"Terimakasih Dean, sarah" ujar Aluna terharu


"sama-sama sahabatku, ayo aku akan tunjukan ruangan kerja kita" Ujar sarah menarik tangan Aluna sedangkan Dean menuju ruang operasi untuk segera membedah pasien.

__ADS_1


Hari demi hari dan minggu demi minggu telah Aluna lewati dengan penuh semangat. Aluna selalu bekerja dengan tekun dan giat meskipun rasa mual yang selalu menyerangnya, tapi hal tersebut tak mematahkan semangat Aluna untuk terus berusaha untuk merajut masa depan anaknya.


Sarah yang khawatir melihat Aluna terus saja bolak-balik ke kamar mandi segera membawa Aluna ke dokter kandungan untuk mengecek kondisi kandungan Aluna


"Selamat ya bu Aluna, kandungan ibu sangatlah sehat, dan terdapat tiga janin kembar disana yang telah berusia sekitar 14 minggu, sekali lagi selamat ya bu Aluna "Ucap dokter sambil menunjuk layar USG


Aluna bahagia dan meneteskan air mata melihat tiga janinnya tengah berebut tempat dalam kandungannya untuk segera melihat dunia. Sarah ikut berbinar melihat janin Aluna yang tengah berkembang melalui layar USG


"wah tiga?" Tanya sarah menunjukkan 3 jarinya "selamat ya Aluna, kau telah memberiku keponakan kembar 3. Aku jadi tak sabar untuk segera bermain bersama mereka" ucap sarah bahagia sambil membantu Aluna untuk duduk


"Aku antar pulang yah, untuk sekarang lebih baik jika kau beristirahat di rumah saja" imbuhnya lagi


"kau tenang saja Aluna, aku dan susi akan memeriksa para pasienmu, lebih baik kau pulang yah, ini demi keponakanku juga" Ucap sarah memelas membuat Aluna tersenyum dan mengangguk mengikuti sarah yang mengandeng tangannya


Selama perjalanan sarah terus mengoceh sehingga Aluna menahan tawa dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang begitu semangat menanti kehadiran anaknya. Setelah Aluna tiba di rumah, sarah kembali melanjutkan mobilnya setelah memastikan Aluna telah masuk ke dalam rumahnya


Aluna yang tengah melihat cahaya senja yang memukau seketika teringat Ucapan Aryan beberapa bulan yang lalu. Aluna begitu merindukan suaminya sehingga bulir bening kembali lolos dari mata indahnya dibawa cahaya senja

__ADS_1


"aku harap kau segera mengetahui yang sebenarnya, aku sangat merindukanmu mas,maafkan aku yang pergi menjauh darimu tanpa izin darimu. Ku harap kita dapat bertemu kembali dan berkumpul bersama layaknya keluarganya" lirih Aluna menghapus air matanya


Sedangkan di lobi perusahaan Arkarendra, Aryan yang tengah berjalan keluar bersama Marvel untuk menghadiri rapat seketika terhenti karena Natasya yang berjalan mendekatinya. Natasya yang telah berhenti di depan aryan seketika mengecup singkat pipi Aryan sehingga para karyawan yang melihat itu mulai berbisik-bisik


"Apa yang kau lakukan disini" Ketus Aryan


"Aku hanya ingin menemui calon suamiku" ucap Natasya ramah


"apa kau lupa jika aku telah memiliki istri hmm?"


"Tentu saja aku tau, bahkan istrimu telah pergi meninggalkanmu, dia jauh lebih jahat dariku benar begitu bukan" ucap Natasya berpura-pura sedih


"Nona Natasya, dimanapun istriku berada dia akan selalu mengingatku, itulah alasan ku begitu mencintainya dan meskipun istriku jauh dari jangkauanku, tapi hatiku akan selalu bersamanya dimana pun dia berada. Jadi buang saja harapanmu itu" Ucap Aryan berjalan keluar meninggalkan Natasya


"Bagus Tuan Aryan, kau hanya akan menjadi milikku seorang,dan untukmu Natasya hadapilah aku sebelum merebut Tuan aryan dariku" Batin Vivian tersenyum mengejek melihat wajah kesal Natasya


"Akan kupastikan kau akan jatuh cinta lagi padaku Aryan,dan untukmu wanita ular,kau akan menyesal jika berani bermain-main denganku" Gumam Natasya berlalu meninggalkan perusahaan Arkarendra

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2