
Aluna kemudian menceritakan kepada neneknya tentang dua bocah di restoran tadi "Apakah kedua bocah itu mengingatkanmu tentang pangeran kecilmu?" Nenek tersenyum smirk " iyah nek, ehh tidak nek, ehhh.... " Ucap Aluna salah tingkah membuat neneknya merasa menang karena berhasil menggoda cucunya. Nenek kemudian menarik tangan Aluna dan memeluknya erat "Apakah kau begitu merindukan pangeran kecilmu nak?" Tanya nenek mengusap lembut rambut Aluna, Aluna mengangguk membenarkan perkataan neneknya " mengapa kau masih menunggunya sayang, bukankah kau sudah dewasa dan banyak pria yang mengejarmu tapi kau selalu menolak dan menjauhi mereka. Apa secinta itukah kau dengan pangeran kecilmu nak" Tanya nenek Aluna "Aluna udah janji akan menunggunya nek, meskipun Aluna tak tau dia dimana sekarang, tapi Aluna yakin dia masih hidup nek. Itulah alasan Aluna selalu menolak pria yang mendekati Aluna, karena Aluna ingin menghabiskan sisa hidup Aluna dengan pangeran kecil Aluna" tutur Aluna "Semoga cucuku secepatnya bertemu dengan pangeran kecilnya " Batin nenek mengerti betapa rindunya cucunya ini pada pangeran kecil yang pernah mengisi hidupnya sewaktu kecil
"Tapi bagaimana dia akan mengenalimu nak, sedangkan wajahmu telah berubah dan kau sekarang sudah dewasa" Tanya nenek Aluna, terlihat Aluna menghela nafas kasar sebelum menjawab neneknya "Aluna juga bingung nek, kalung peninggalan ibunya yang dia berikan kepada Aluna telah hilang. padahal kalung itu diberikannya untuk Aluna agar ketika kami dewasa nanti dia bisa mengenaliku dan akan menikahiku" Ucap Aluna sedih "Lalu apakah kau sudah mencarinya?" "sudah nek, Aluna bahkan selalu mencarinya, tapi kalung itu tak kunjung Aluna temukan, Aluna pasrah nek" lirih Aluna pelan "Sabar ya sayang, jika kamu ditakdirkan untuk menikah dan hidup bersamanya, maka takdir itu akan mencari jalannya sendiri untuk mempersatukan kalian berdua. Teruslah berdoa agar pangeran kecilmu bisa kembali mengenalimu walau tanpa kalung pemberiannya" Nasihat nenek mengusap lembut punggung Aluna
__ADS_1
"Terimakasih nek, nenek selalu menjadi sandaran saat Aluna mengalami masalah" Ucap Aluna memeluk neneknya "Sama-sama cucuku, teruslah berdoa agar diberi kemudahan,dan jika kau ingin seseorang mendengarkan keluhamu ,maka temuilah nenek, nenek akan selalu siap mendengarkanmu"
"Semoga aku bisa bertemu lagi denganmu kakak, Aku merindukanmu "Batin Aluna mengingat pangeran kecilnya
__ADS_1
"Tuan arkarenda, maksud kedatangan saya kesini untuk memberi tahu jika putri saya bersedia menikah dengan cucu anda" ujar Burhan senang "Baiklah Tuan Burhan,ini adalah berita yang bagus, jika putrimu setuju untuk menikahi cucuku, maka pernikahan mereka akan dilangsungkan dalam 5 hari lagi" Seru Kakek Arkarenda sambil memberikan cek dan menuliskan nominal uang yang akan diberikan untuk calon besannya " baiklah tuan arkarenda, saya setuju" Ucap Burhan ramah menerima cek yang diberikan oleh Kakek Arkarendra. Setelah berjabat tangan,Burhan kembali ke rumahnya untuk memberi tahu kabar bahagia untuk putrinya
"salsa, ada apa nak?" tanya Maya yang melihat kedatangan putrinya sempoyongan dengan wajah cemberut. Salsa mendekati ibunya dan menceritakan segalanya "Mah, tadi Rika cerita kalau Tuan Muda yang dijodohkan denganku adalah seorang pria lumpuh"lirih salsa berderai air mata. Maya juga telah mengetahui kabar itu saat berkumpul dengan teman-teman sosialitanya. Maya berencana menyembunyikan kabar tersebut pada putrinya, namun salsa juga telah mengetahui kabar itu dari Rika
__ADS_1
Bersambung......