Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 48. Titik Terang


__ADS_3

Di ruang kerja milik Aryan


"Aryan, aku telah menemukan sedikit titik cerah tentang keberadaan Aluna yang pergi 6 tahun yang lalu" Ucap Marvel serius


"benarkah?" Tanya aryan berbinar


"Tentu Aryan, anak buahku telah menyelidiki daftar orang yang berpergian di hari Aluna pergi, kami mengetahui sesuatu jika ada yang ganjal di halte bus cinta jaya" ucap Marvel


"kejanggalan?"


"Benar Aryan, kami berhasil mengetahui jika penjual tiket menyamarkan nama seorang wanita yang berpergian di hari itu. Diketahui wanita itu menyogok penjual tiket tersebut agar mengganti namanya menjadi nama samaran yaitu Muni" Ucap Marvel menjelaskan


"Muni adalah nama Aluna ketika dia masih anak-anak" Ucap Aryan tersenyum mengingat jika nama Aluna kecil adalah Muni


"kami juga telah mengembalikan rekaman CCTV yang sempat hilang di halte bus tersebut" Ucap Marvel

__ADS_1


"Baiklah Marvel, tolong putarkan rekamannya dan beritahu tukang penjual tiket tersebut agar hadir disini" pinta Aryan


"Baiklah Aryan"


Tak berselang lama, tukang penjual tiket telah tiba dan Marvel mulai menutar rekaman


"ini adalah wanita yang memintaku menyamarkan namanya dihari itu. Saat itu kondisinya sangat kacau. matanya begitu sembab dan juga perban yang menutup keningnya" Tunjuk penjual tiket itu pada wanita berbaju biru muda yang tengah menarik koper.


Aryan mengamati wanita tersebut dari berbagai sudut kamera, seketika Aryan bahagia jika wanita itu memang benar adalah Aluna


"Iyah benar wanita itu adalah Aluna" Ucap Aryan bahagia


"bus tersebut akan berhenti di desa nusa, desa yang berjarak sekitar 28 kilometer dari sini" Ucap penjual tiket tersebut


"baiklah aku akan pergi bersama anak buahku untuk mencari Aluna disana" ucap Marvel merogoh ponselnya dan menghubungi anak buahnya

__ADS_1


"Aku yang akan pergi mencari istriku disana, kau tolong urus perusahaan sementara aku mencari Aluna" Pinta Aryan pada Marvel "Baiklah Aryan, semoga kau berhasil menemukannya" ucap Marvel menepuk bahu Aryan


Aryan menarik jasnya dan bergegas menuju Ke desa Nusa untuk mencari Aluna "Aku akan menemukan dan membawamu kembali Aluna, firasat ku berkata kita akan segera bertemu dan bersatu kembali" gumam Aryan tersenyum sedangkan Vivian yang mendengar percakapan Aryan dan Marvel tadi terus mondar-mandir memikirkan caranya agar Aluna tak kembali


"Aduh gawat, jika nyonya Aluna kembali maka usahaku selama ini untuk mendekati Tuan Aryan akan gagal. Tidak, aku telah sampai sejauh ini aku tak akan membiarkanmu bertemu dengan istrimu Tuan Aryan" Ucap Vivian berlalu meninggalkan pintu ruangan Aryan


Sementara di ruangan dokter Dean


"Aluna, aku telah membangun rumah sakit di kota tempat tinggalmu dulu, aku dan sarah berencana untuk tinggal dan menjalankan rumah sakit kami disana, tapi ada masalah keluarga yang harus kami selesaikan disini" Dean mengontrol nafasnya sebelum melanjutkan perkataannya


"kami ingin agar kau yang memimpin rumah sakit kami disana" ucap Dean pelan seketika Aluna terperanjat kaget


"Apa maksudmu Dean? Tapi disana...."ucap Aluna terhenti


"Kami tau itu pasti berat untukmu Aluna, tapi kami tak punya pilihan lain selain memintamu mengurus sementara rumah sakit kami disana. Kami takut mempercayakan orang lain yang mengurus rumah sakit kami, hanya kau saja Aluna orang dan dokter terbaik kepercayaan kami" Pinta Sarah

__ADS_1


"Haruskah aku menerima permintaan mereka? Tapi aku belum siap bertemu mas aryan, aku takut dia akan semakin marah kepadaku karena aku tidak memberitahunya jika anak-anaknya telah lahir dan tumbuh bersamaku. Tapi Sarah dan Dean adalah orang baik yang selalu membantuku, sudah saatnya aku membalas kebaikan mereka, soal mas Aryan dan anak-anak akan aku pikirkan nanti" Batin Aluna


Bersambung.....


__ADS_2