
"Byuur.. .. ". Aluna tersentak ketika Maya menyiramkan air dingin saat Aluna masih terlelap di gudang karena hari yang masih gelap. "Enak sekali hidupmu ya, kerjanya cuman bermalas malasan. Cepat bangun dan bantu mbok ida memasak. Kau mengerti!! " Tegas maya "Baiklah bu" jawab Aluna "Huh jika aku bisa ingin ku tendang mulut itu" umpat Aluna dalam hati "Kau mengumpat ku Aluna?" tanya maya dengan memberikan tatapan tajamnya. "Nggak kok bu" Aluna tersenyum dan lari sebelum mendapatkan hukuman lebih dari wanita iblis itu.
Aluna dengan tekun membantu Bi ida menyiapkan sarapan dan mencuci piring. Setelah Aluna selesai menyiapkan sarapan. Aluna bergegas ke kamarnya dan Bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.
Sementara di ruang makan
__ADS_1
"Ayah, aku bersedia menikah dengan cucu tuan arkarenda" Ucap salsa sambil tersenyum kepada ayahnya. Mendengar penurunan putrinya membuat Maya membulatkan matanya
" Benarkah nak? Apakah kau sudah memikirkan perjodohan itu baik-baik" Tanya Burhan memastikan "Akun sudah memikirkannya semalam ayah dan aku setuju menikah dengan Tuan Muda keluarga Arkarenda. Lagipula dengan menerima perjodohan ini akan menguntungkan bagi perusahaan kita." ucap salsa meyakinkan ayahnya. Mendengar penurunan salsa membuat bagas mendekati dan memeluk putri tirinya "Terimakasih nak, ayah akan segera memberitahu Tuan Arkarenda "ucap Burhan tersenyum dan memeluk putrinya. Aluna yang baru saja keluar dari kamarnya melihat dengan jelas ayahnya yang memeluk putri tirinya. Melihat kejadian itu dari lantai dua membuat Aluna tersenyum kecut. Aluna bahkan lupa kapan terakhir kali Aluna dipeluk oleh ayahnya. Sebelum hatinya rapuh melihat kejadian itu, Aluna segera ke dapur dan mengambil makanan untuk neneknya dengan porsi yang lebih agar Aluna makan bersama neneknya.
" Apa yang kau lakukan salsa. Apakah keputusanmu ini sudah benar atau belum. Mengapa kau tak bertanya kepada ibu dulu sebelum mengambil keputusan dan memberi tahu ayahmu? " tanya maya setelah mengantarkan suaminya di depan rumah. "Bu, ibu tahu kan pria yang akan dijodohkan denganku adalah cucu dan pewaris tunggal keluarga Arkarenda. Keluarga kaya raya dan merajai dunia bisnis di negara kita. Tentu saja salsa setuju karena dengan menikah dengannya hidup salsa akan jauh lebih mewah dan bahagia" ucap salsa berbinar meyakinkan ibunya
__ADS_1
"Iya dong, anaknya siapa lagi" setelah bercengkrama, ibu dan anak tersebut pergi meninggalkan rumah untuk urusan mereka. Sedangkan Aluna saat ini tengah menuju kamar neneknya.
"Ada apa sayang? Kok masih pagi wajah cantik cucuku seperti pakaian belum disetrika. ada masalahnya apa nak?" Tanya nenek Aluna ketika memperhatikan cucunya yang duduk di hadapannya. "Hehe nggak apa-apa kok nek, Aluna hanya lelah setelah kerja di dapur tadi" Ucap Aluna sambil menyuapi neneknya "Yaudah sini nenek suapin"seru nenek tersenyum dan menyuapi cucunya
Entahlah, Aluna selalu merasa nyaman ketika bersama neneknya. Itulah alasan mengapa Aluna begitu menyayangi neneknya. " Aluna berangkat dulu ya nek Assalamu'alaikum "ucap Aluna menyalami tangan neneknya " Walaikumsalam nak, Hati-hati ya "Ucap nenek memeluk Aluna " semoga hari ini jauh lebih baik dari hari kemarin" batin Aluna melangkah pergi. Setelah Aluna beranjak pergi dari kamar neneknya dan Bersiap-siap berangkat ke kampus, penghuni rumah yang lainnya juga telah pergi mengurus urusan mereka masing-masing.
__ADS_1
Bersambung