
Saat ini pula, Anak-anak Aluna telah tumbuh dan pintar. Ezhar pandai dalam bidang IT dan ilmu bela diri. Bahkan di kamar mereka terdapat berbagai jenis komputer dan poster poster tentara koleksi Ezhar. Izhar pandai dalam bidang kedokteran dan farmasi, sejak usianya 3 tahun izhar mulai meneliti khasiat tumbuhan-tumbuhan obat yang ada di sekitar rumahnya, sedangkan Filzah pandai dalam bidang seni seperti melukis dan memainkan piano
"Kakak, ayo bangun" Ucap Aluna lembut membangunkan Ezhar dan izhar yang msih terlelap
"iya bunda" ucap Ezhar berjalan ke arah kamar mandi dengan mata yang masih terpejam
"Hati-hati kak nanti nabrak tembok" Ucap Aluna terkekeh melihat putranya yang hampir saja menabrak tembok "Bunda..Bunda..Kak izhar belum bangun juga" Ucap Filzah yang telah tapi dengan seragam TK miliknya
"kakak, ayo bangun kasian adek udah lama nungguin" Ucap Aluna menepuk kaki izhar
"10 menit lagi bunda" Ucap izhar kembali memeluk guling
"Yaudah kalau kakak nggak bangun, biar nasi dan ayam gorengnya adek yang habisin" Ucap Filzah kesal melihat kakanya
"TIDAK.. " teriak izhar bergegas bangun dan berlari sehingga menabrak pintu kamar mandi yang masih tertutup.Filzah tertawa renyah sedangkan Aluna tersenyum dan mendekati putra keduanya
__ADS_1
"Kakak nggak apa apa?" Tanya Aluna membantu izhar berdiri
"nggak apa-apa kok bunda" ucap izhar mengelus keningnya
"kakak masih lama ya mandinya?" tanya Aluna
"udah selesai bunda" ucap ezhar membuka pintu kamar mandi dan berjalan memakai seragamnya yang telah disiapkan Aluna sementara izhar memasuki kamar mandi
Setelah ketiga anaknya rapi, Aluna menbawa mereka ke dapur untuk sarapan bersama. Telihat ketinganya begitu lahap menghabiskan nasi goreng telur mata sapi dan ayam goreng buatan Aluna, sementara Aluna geleng-geleng kepala melihat tingkah ketiganya
"Assalamu'alaikum semua" Ucap sarah dan Dean yang berjalan masuk
"Walaikumsalam Dean sarah, ayo masuk kita sarapan bareng dulu yah" Ucap Aluna tersenyum
"tapi kami sudah sarapan tadi Aluna" Ucap Dean tersenyum "papa Dean sama mama sarah makan bareng Filzah ya" Ucap Filzah menarik tangan keduanya untuk bergabung. Sarah tersenyum dan mengajak suaminya mengikuti langkah kecil Filzah
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, ketiga anak tersebut berlari masuk kedalam untuk mengambil ransel mereka "Maafkan Filzah ya sarah, Dean yang terus memanggil kalian seperti itu"
mendengar penuturan Aluna seketika sarah dan Dean saling pandang "Kami justru bahagia Aluna, kami sudah menganggap anak-anakmu seperti anak kami sendiri. Jadi biarlah Filzah memanggil kami dengan sebutan mama dan juga papa, itu terdengar merdu di telingaku" Ucap Sarah memeluk Aluna
"baikah sarah, terimakasih" Ucap Aluna membalas pelukan sahabatnya.
Dean kembali melanjutkan mobilnya mengantar ketiga anak Aluna ke taman kanak-kanak dihari pertama mereka bersekolah. Selama perjalanan mereka selalu tertawa melihat ketiga anak itu yang selalu bercanda apalagi Filzah yang begitu nyaman duduk dipangkuan sarah dan terus mengoceh.
Setelah sampai di taman kanak-kanak "kakak, tolong jaga adek yah, kalian harus tetap bersama saat bersekolah nanti" ucap Aluna pada kedua putranya
"Baiklah bunda, kami akan menjaga adek dengan baik" balas Ezhar
"Anak-anak ayo silahkan masuk, kelas akan segera dimulai" Ucap ibu guru yang berdiri dibelakang ketigaya
"Bunda, kami pamit ke kelas ya, assalamu'alaikum bunda" Ucap ketiganya menyalami tangan Aluna "Walaikumsalam ingat pesan bunda ya nak"
__ADS_1
"Iya bunda" ucap ketiganya serentak. Aluna melempar senyum pada ibu guru sebelum melangkah pergi meninggalkan sekolah anaknya
Bersambung.......