Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 24. Disekap


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju apotek, supir yang menyadari ada dua mobil hitam sedang mengikuti mereka sejak tadi mempercepat laju mobilnya "Pak, tolong dipercepat ya" ucap Aluna yang juga memperhatikan mobil yang terus mengikutinya. Merasa dihindari oleh mobil didepannya membuat dua mobil hitam itu lebih mempercepat lanjunya dan seketika menghadang mobil Aluna yang berhasil mereka lewati


"Turun, cepat keluar" Ucap preman berbadan kekar mengetuk kaca mobil. Sang supir mau tak mau harus keluar dan melindungi nyona mudanya. Tapi saat supir membuka pintu, supir tersebut ditarik dan langsung dibogem mentah oleh preman itu hingga ambruk di jalanan


Aluna yang ditarik paksa keluar kemudian memulai aksinya dengan memukuli dan membogem mentah 4 preman yang menghadangnya " Ternyata pelajaran bela diriku tak sia-sia" batin Aluna bangga. Aluna terus menghajar preman bertubuh kekar itu hingga 2 preman ambruk tak sadarkan diri. Sedangkan 2 preman lainnya masih terus menghadang dan melawan aluna "Gawat, mereka tak lelah setelah ku pukuli beberapa kali" batin Aluna

__ADS_1


Sepertinya semesta berpihak padanya. Meskipun membutuhkan banyak tenaga dan waktu, Aluna berhasil melumpuhkan 2 preman lagi hingga preman itu tak sadarkan diri. Namun Aluna tak menyadari jika ada satu preman lagi yang membawa balok kayu di belakangnya dan seketika memukul kayu dengan keras di punggung Aluna hingga gadis itu ambruk tak sadarkan diri Preman tersebut membawa Aluna kedalam mobilnya dan melaju sampai tak terlihat. Beruntung pak supir yang setengah sadar melihat kejadian tersebut dan berusaha melanjutkan kembali mobilnya ke kediaman Arkarendra untuk melaporkan penculikan nyona mudanya


Saat Aluna mulai sadar, Aluna merasakan sakit di punggungnya,berpikir mungkin tulang punggungnya retak. Aluna mulai mengedarkan pandangannya pada tempat yang tak ia kenali sama sekali


"Akhirnya kau sadar juga, kupikir kau sudah mati"Ucap seorang wanita parubaya dan preman bertubuh kekar berjejer di belakang dan sekitarnya. Aluna ingin menjawab wanita itu tapi tubuhnya diikat di pilar bangunan sedangkan mulutnya disumpal dengan kain sehingga suaranya tak terdengar jelas

__ADS_1


Salah satu preman mendekati Aluna dan membuka dengan kasar penutup mulutnya sehingga Aluna meringis " kau hebat juga yah, melawan anggota ku hingga tak sadarkan diri" Ucap Rina sinis "Apa maumu" tanya Aluna dengan sorot mata yang tajam "Aku menginginkan nyawamu" ucap Rina menyeringai kejam


"Hei kalian, bermain dan bersenang-senang lah dengan wanita ini. Paksa dia agar sukarela membuka kakinya untuk kalian. Cepat lakukan aku sudah tak sabar melihatnya menderita dan mati perlahan-lahan" Ujar Rina kepada anggotanya " kumohon jangan tante, Menjauhlah kalian,PERGI......".Teriak Aluna yang mulai ketakutan karena 9 orang preman yang berjalan mendekat padanya " untuk apa aku mengasihanimu? bukanlah kau tak menghiraukanku memohon padamu saat kau menyuruh polisi memborgol suamiku?" Ucap Rina marah " kalian cepat lakukan perintah ku, aku sudah tak sabar lagi " Imbuhnya kepada para preman anggotanya


Mendengar ucapan ketua mereka, 9 preman tersebut mempercepat langkahnya dan saat salah satu dari mereka akan menyentuh Aluna....

__ADS_1


" Brak..... " suara pintu yang ditendang cukup keras


"Jauhkan tangan kotor kalian dari istriku"....


__ADS_2