Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 53. Pergi Ke Sekolah


__ADS_3

Sementara di rumah sakit kota Marvel yang baru saja memasuki ruang rawat Aryan melihat aryan terus menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Marvel mengerti kesedihan sahabatnya yang terus saja gagal dalam menemukan belahan jiwanya dan terus tenggelam dalam kesalahannya enam tahun yang lalu


"Kau harus kuat bro, kita bisa berusaha lebih besar lagi agar bisa mememukan istrimu kembali" ucap Marvel menepuk bahu Aryan


"Aku lelah Marvel, semua doa dan kerja keras sudah aku kerahkan namun Aku belum juga menemukan aluna" Lirih aryan pelan


"jangan begitu Aryan, kau harus tetap kuat dan penuh semangat. Aku yakin Tuhan akan mengabulkan setiap doa kita dan semua usaha yang kita lakukan akan berhasil pada waktunya. Jadi jangan patah semangat dan teruslah berusaha, aku akan selalu bersamamu di setiap perjalanan mencari Aluna" ucap Marvel menyemangati Aryan


"kau benar Marvel, aku akan terus berusaha mencari istriku, mulai besok aku akan keluar dari tempat ini dan kembali mencari istriku, terimakasih Marvel" Ucap Aryan tersenyum dan diangguki oleh Marvel


"Aku akan tetap berusaha menemukanmu Aluna, aku yakin Allah akan memberikan titik cerah padaku setelah semua yang ku lakukan untuk mencarimu" Batin Aryan tersenyum


Sesampainya di rumah, komputer yang mereka pesan juga telah diantar di rumah, Ezhar dan izhar antusias dan telaten mengangkat komputer mereka untuk dibawa ke kamar sedangkan Filzah sibuk mencari paperbag tempat menyimpan peralatan melukisnya


"bunda dimana ya paperbag punya adek?" tanya Filzah kebingungan


"itu dek, ada disamping adek " tunjuk Aluna pada paperbag disamping putrinya


"Ohh iya yah, hehe makasih bunda" cengir Filzah mengambil paperbag miliknya dan berlari ke kamarnya. Aluna terkekeh melihat putrinya yang kian menjauh


"Syukurlah anak-anakku telah melupakan kejadian tadi, malang sekali anak-anakku, diusia mereka yang masih sangat kecil seharusnya ditemani oleh ayah mereka, sabar ya nak, cepat atau lambat pasti kalian akan bertemu ayah" gumam Aluna pelan menghapus airmatanya dan beranjak menyiapkan makanan malam untuk putra putrinya.


Aluna mengunjungi kamar anak-anaknya sambil membawa nampan gelas susu, Aluna melihat Ezhar dan izhar yang sibuk dengan komputer baru mereka

__ADS_1


"Kakak ingat kan ucapan bunda" Tanya Aluna lembut sambil meletakkan 2 gelas susu disamping kedua putranya


"Tentu saja bunda,kakak tidak boleh meretas atau merusak data pribadi seseorang jika tanpa alasan yang baik dan mendukung" Ujar Ezhar menjelaskan


"Benar sekali, putra bunda memang pintar" Ucap Aluna mengelus puncak kepala Ezhar


"kalau kakak izhar lagi ngapain?" tanya Aluna yang beranjak duduk di samping izhar


"Izhar lagi mencari video tentang teknik pengobatan menggunakan tanaman obat yang sudah izhar buat pagi tadi" ujar izhar menunjukan obat yang dibuatnya


"Kakak mau jadi dokter ya?" tanya Aluna lembut


"Iyah bunda, izhar ingin menjadi dokter seperti bunda, agar izhar bisa menolong banyak orang" Aluna tersenyum bangga mendengar pemikiran putra keduanya


"Siap bunda" ucap keduanya serentak


Aluna tersenyum dan beranjak ke kamar putrinya


"Adek lagi ngapain?"


"Adek lagi melukis pemandangan pedesaan bunda" ucap Filzah sambil menunjukkan hasil gambarannya yang telah selesai, Aluna tertegun melihat keindahan lukisan yang dibuat anaknya, terlihat seperti nyata


"ini benar adek yang buat?" tanya Aluna tak percaya

__ADS_1


"Iyah dong bunda, adek hebat bukan" Ucap Filzah membusungkan dadanya


"hahaha putri bunda memang hebat, bunda nggak perlu membeli lukisan untuk dipajang di ruang tamu" ucap Aluna mengelus lembut kepala putrinya


"nih bunda buatin susu kesukaan adek, adek minum yah setelah itu adek tidur agar adek tidak terlambat ke sekolah" Ucap Aluna menyerahkan sebelas susu pada putrinya


"Baiklah bunda" ucap Filzah menerima susu pemberian Aluna dan meneguk nya tak bersisa


"nah sekarang Adek tidur ya, selamat malam putri bunda yang paling cantik"Ucap Aluna menyelimuti Filzah


"selamat malam juga bunda" ucap Filzah tersenyum dan perlahan menutup mata. Aluna tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar putrinya untuk beristirahat


Keesokan harinya, Aluna mengantar ketiga buah hatinya di sekolah dasar yang tak jauh dari rumah sakitnya bekerja


"kakak sama adek harus tetap bersama ya, jangan terpisah satu sama lain.kalian harus belajar dengan baik yah, jangan buat masalah di hari pertama kalian sekolah. Setelah sekolah berakhir kalian tunggu bunda ya nanti bunda akan menjemput kalian, mengerti anak-anak" Ucap Aluna lembut


"iya bunda, kakak akan menjaga adek dengan baik"ucap ezhar


"kami masuk ke kelas ya bunda, assalamu'alaikum "ucap ketiga serentak sambil menyalami tangan Aluna


'Walaikumsalam sayang" Ucap Aluna melambaikan tangannya. Setelah memastikan anak-anaknya masuk kelas, Aluna bergegas menuju rumah sakit tempatnya memimpin sementara


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2