Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 54. Apa Dia Ayah Kita?


__ADS_3

"apa kau sudah lebih baik Aryan?" Tanya Marvel yang berjalan keluar rumah sakit


"aku sudah lebih baik Marvel, aku akan berjalan-jalan sebentar di taman, jika kau membutuhkan sesuatu temuilah aku di taman" ucap Aryan yang diangguki Marvel. Jarak rumah sakit, taman, dan gedung perusahaan Arkarendra Corp tidak begitu jauh, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki, sehingga Aryan sering menghabiskan waktunya dengan bersantai di taman.


Saat Aryan dan Marvel yang telah pergi meninggalkan rumah sakit, Aluna baru saja tiba dan berjalan memasuki rumah sakit menuju ruangan pribadinya. Setelah 2 hari memimpin rumah sakit milik Dean, Aluna yang ramah telah banyak melakukan banyak hal sehingga para dokter dan perawat yang bekerja bersamanya menjadi nyaman dan berteman baik bersama Aluna walaupun belum lama berkenalan


"Tok... Tok.. Tok... " seseorang mengetuk pintu ruangan Aluna


"masuk" seru Aluna


"Hai Aluna" sapa Dean yang baru saja tiba "Hai Dean, kau pasti lelah, perlu aku buatkan sesuatu" Tanya Aluna


"tidak perlu Aluna, aku hanya datang sebentar untuk mengecek rumah sakit dan untuk menemui putriku. Ngomong-ngomong dimana anak-anak?" Tanya dean yang duduk dihadapkan Aluna


"mereka di sekolah Dean, kebetulan aku akan menjemput mereka karena waktu sekolah mereka yang sebentar lagi selesai" ucap Aluna merapikan mejanya


"aku saja yang menjemput anak-anak ya Aluna, sore ini aku akan segera kembali jadi aku ingin menyempatkan waktuku bersama anak-anakmu, apa kau setuju Aluna?" pinta Dean dan diangguki Aluna sambil tersenyum


"kalau begitu aku pergi dulu ya, assalamu'alaikum Aluna"

__ADS_1


"Walaikumsalam Dean" balas Aluna


"Kakak.......kakak dimana...hiks..hiks" Filzah terpisah dengan kedua kakaknya karena dia kembali ke kelas mengambil kotak makanannya yang tertinggal tanpa izin kedua kakaknya. Saat Filzah berbalik, dia tak lagi menemukan kedua kakaknya, Filzah telah mengelilingi sekolahnya namun dia juga tak menemukan kedua kakaknya


Filzah melihat taman disamping sekolahnya dan pergi disana, Filzah pikir kakaknya pasti mencarinya disana. Saat Filzah tiba di taman, dia tetap tidak menemukan kakaknya sehingga Filzah menangis ketakutan. Filzah yang terus berjalan mencari kakaknya tak melihat lubang dan terjatuh hingga tangisannya makin kencang


Aryan yang mendengar tangisan anak kecil berdiri mengikuti sumber suara dan mendapati Filzah tengah terduduk sambil memegang kakinya. Aryan yang kasihan segera menghampiri Filzah dan membantunya berdiri


"Adek kok nangis, ada apa hmm?" Tanya Aryan lembut dan berjongkok menyamakan tingginya dengan Filzah


Filzah yang melihat wajah orang yang menolongnya hampir mirip dengan kedua kakaknya tersenyum dan memeluk Aryan "Ayah...hiks..hiks.." ucap Filzah memeluk erat Aryan


Jas nya yang terkena air mata dan ingus anak kecil ini tak aryan pedulikan, Aryan merasa begitu nyaman didekap anak kecil ini


"kenapa adek bisa sampai disini hmm? Bukannya sekolah adek ada disana" Tunjuk aryan pada gedung Sekolah Dasar


"Adek daritadi mencari kakak, tapi kakak nggak ada di mana-mana" jawab Filzah menghapus air matanya


"siapa namamu gadis manis? " tanya Aryan menghibur gadis kecil di hadapannya

__ADS_1


"nama adek Filzah ayah "ucap Filzah


"lalu kenapa Filzah terpisah dengan kakak?"Tanya Aryan lembut dan Filzah mulai menceritakan alasannya terpisah dengan kedua kakanya


tak berselang lama terdengar suara Ezhar dan Izhar yang memanggi Filzah


"Kakak, adek disini" Teriak Filzah pada kedua kakaknya, Ezhar dan izhar yang melihat adeknya melambaikan tangan berlari mendekati adiknya


"Ya ampun dek, kakak daritadi cariin adek kemana-mana, kenapa adek bisa disini?" Tanya Ezhar


"maafin adek yah kakak, adek kembali ke kelas mengambil kotak makan adek yang tertinggal tanpa meminta izin sama kakak, tadi adek mencari kakak sampai disini dan bertemu ayah" Ucap Filzah tersenyum


izhar yang melihat seorang pria di belakang adiknya tertegun mengamati wajah Aryan yang hampir mirip dengannya dan Ezhar.


Marvel yang baru saja tiba di taman mengantarkan berkas untuk ditandatangani Aryan membulatkan matanya melihat 2 anak laki-laki yang begitu mirip dengan Aryan sewaktu Aryan kecil


"Apa dia benar-benar ayah kita?"


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2