Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 22. Selimut


__ADS_3

"Nah, sekarang sudah selesai mas. Coba mas gerakan pelan-pelan"Ucap Aluna membantu Aryan mengerakkan jari tangan kirinya. Selama 4 bulan terakhir, Aluna selalu merawat dan menyediakan semua keperluan Aryan, bahkan si pelayanan licik itu sudah berhasil Aluna tendang dari kediaman Arkarendra


Berkat pengobatan dan perawatan yang pernah Aluna pelajari di rumah sakit tempatnya belajar dan saran-saran dari dokter spesialis saraf yang Aluna temui, Aluna mencoba menyembuhkan suaminya dengan memberikan obat dan vitamin, membantu aryan mengikuti terapi, serta memijat bagian tubuh Aryan. Dan berkat kerja keras dan ketulusan Aluna, tangan kanan aryan bisa menggengam kembali tapi masih sangat lemah, sedangkan tangan kiri aryan hanya bisa mengerakkan jari-jarinya. Walaupun belum sepenuhnya menyembuhkan kelumpuhan yang dialami suaminya, Aluna tetap sabar dan terus bekerja keras demi kesembuhan aryan.


Saat Adzan subuh berkumandang, Aluna bangun beranjak melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim. setelah selesai menjalankan kewajibannya, Aluna berjalan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya. Setelah masuk kembali dalam kamar mereka sambil memegang nampan makanan, Aluna melihat Aryan begitu gelisah sambil terus mengenggam selimut agar terus menutup tubuhnya

__ADS_1


Aluna yang kebingungan melihat tingkah Aryan refleks mendekatinya "Ada apa suamiku? " Tanya Aluna lembut tapi Aryan menggeleng dan terus saja mengenggam selimut berusaha menutupi tubuhnya "Ada apa dengan selimutnya?" Tanya Aluna yang akan memegang selimut yang menyelimuti Aryan tapi tertahan karena Aryan yang terus menggeleng.


Aluna yang kebingungan melihat tingkah Aryan beralih menatap mata Aryan berusaha mencari isyarat yang dikatakan suaminya lewat matanya "Apa aku panggilkan kak Marvel?" Tanya Aluna setelah menatap mata Aryan. Aryan menganggukan kepalanya tanda perkataan Aluna benar adanya


"Tapi kak Marvel setelah sarapan tadi pagi pamit jika dia harus pergi mengurus Anak cabang perusahaan di negara K" Ucap Aluna seketika Aryan terdiam "Ada apa mas, apa perlu aku bantu? ada apa dengan selimutnya" Tanya Aluna dan Aryan masih teguh pendirian dengan tetap mengenggam erat selimutnya bersamaan dengan kepala yang terus menggeleng "aku buka selimutnya ya mas, nggak apa-apa kok, bukannya aku sekarang sudah jadi istri mas Aryan, jadi tidak akan ada rahasia dan hal yang harus ditutup tutupi antara kita berdua" Ucap Aluna tersenyum menunggu respon suaminya

__ADS_1


Aluna refleks melihat wajah suaminya yang terus menunduk dan memerah menahan malu. Aluna tersenyum dan menyentuh wajah suaminya "Nggak apa-apa kok mas"Ucap Aluna tersenyum manis dan beranjak mengambil handuk dan dililitnya di pinggang suaminya. Aryan tersenyum melihat istrinya menutup mata sambil berusaha melepaskan celana yang melekat di tubuhnya. Setelah berhasil Aluna memapah tubuh Aryan ke kursi roda dan mendorongnya sampai kedalam kamar mandi


Aluna mengisi bathub dan mendudukkan Aryan dalam air yang telah diberi sabun " Mas berendam dulu sebentar yah, Aku akan segera kembali"Ucap Aluna tersenyum dan keluar mendekati ranjang dan mengganti sprei basah dengan sprei yang baru.


Aluna kembali memasuki kamar mandi membawa sprei dan celana di tangannya dan merendamnya dalam larutan deterjen. Apakah Aluna jijik atau menutup hidung? Terus saja tidak, Aluna justru tersenyum melakukan tugasnya sebagai seorang istri

__ADS_1


"Mas, jika hal seperti ini terjadi lagi, mas tidak perlu malu menunjukannya padaku, aku tak akan memarahimu kok" Ucap Aluna menyabuni punggung Aryan dan memijat lembut kepala Aryan yang tertutup busa shampoo. Aryan tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapan istrinya


"Aku beruntung memiliki istri sebaik dirimu sayang" batin Aryan tersenyum menatap wajah Aluna


__ADS_2