Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 40. Kehidupan Baru


__ADS_3

Sementara Aryan terus termenung memikirkan perkataan Marvel tadi. Aryan tengah melihat kamarnya dan merasakan sunyi yang mendalam karena tak ada Aluna lagi disini


"Apakah aku salah tak mendengarkan penjelasanmu Aluna?" batin Aryan yang selalu dihantui perkataan Marvel.


2 bulan kemudian setelah gonta-ganti kontrakan dan menaiki bus agar menjauh dari kota kelahirannya, kini Aluna telah sampai di kota K. Kota yang akan menjadi tujuan dan awal hidup barunya sekarang


Saat tengah berjalan mencari kontrakan Aluna merasakan pening yang sangat kuat sehingga ia jatuh tak sadarkan diri di atas trotoar. Saat Aluna mulai sadar dan membuka mata, dia terbangun disebuah ruangan bernuansa putih dan ditemani seorang dokter "Pelan-pelan nyonya" Ucap dokter tersebut membantu Aluna untuk duduk


"Terimakasih dokter karena telah menolong saya. Ngomong-ngomong kenapa saya bisa ada disini" Tanya Aluna bingung


"Tadi pagi seorang dokter menemukanmu tak sadarkan diri di trotoar dan membawamu kesini nyonya" Ucap dokter menjelaskan


"tapi dokter, mengapa belakangan ini saya sering mual dan selalu merasa lemas?" Dokter itu tersenyum mendengar pertanyaan Aluna


"itu semua gejala yang sering di alami saat seorang wanita tengah mengandung nyonya" Jawab Dokter. Tak terasa senyum Aluna kembali terpancar setelah sekian lama. Aluna baru teringat jika dia terlambat untuk datang bulan. Aluna beralih menatap perutnya yang masih rata dan mengusapnya sambil tersenyum "Alhamdulillah Terima kasih Ya Allah telah memberiku amanah untuk menjaga titipanmu" gumam Aluna bahagia


Tiba-tiba terdengar bunyi pintu yang terbuka menampakkan seorang dokter cantik yang masuk dengan nafas yang tersengal-sengal


"Dokter... Bag... Bagaimana kondisi teman saya" Tanya dokter cantik itu masih mengontrol nafasnya. Aluna yang mengenali wajah dan suara dokter itu menggulung senyumnya

__ADS_1


"Alhamdulillah kondisi teman anda baik-baik saja hanya sedikit lelah saja dokter sarah" Ucap dokter tersebut. Sarah menangkat kepalanya tersenyum berjalan mendekati sahabatnya dan memeluknya erat


"Aluna, aku merindukanmu" ucap sarah bahagia


"Aku juga merindukanmu sarah" ujar Aluna membalas pelukan sahabatnya


"kau kemana saja selama ini Aluna? Aku selalu mencarimu saat kau tak kunjung datang ke kampus dan rumah sakit. Saat aku berkunjung ke rumahmu ibu tirimu berkata jika kau telah menikah dan tinggal bersama suamimu" Ucap sarah menjelaskan


"Tentu saja sarah, aku telah menikah dan tinggal bersama suamiku. Itulah alasanku berhenti melanjutkan pendidikanku" Ucap Aluna dan mulai menceritakan pada sarah jika dia telah menggantikan kakak tirinya yang melarikan diri saat akan menikah.


Aluna juga menceritakan alasannya bisa berada sangat jauh dari kota kelahiran mereka. Sarah yang mendengar itu meneteskan air mata dan memeluk erat sahabatnya


"aku turut prihatin denganmu Aluna, sejak dulu kau selalu mengalami banyak masalah. Jika aku berada di posisimu, aku tak akan bisa sekuat dirimu" lirih Sarah


"aku mungkin akan mencari kontrakan sarah"


"Kalau begitu tinggal lah di rumah lamaku yang ada disini"


"Tapi apakah aku tidak merepotkanmu sarah?" Tanya Aluna

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Kau sahabatku dan selamanya akan menjadi sahabatku. Kau selalu membantuku dan menyemangati ku untuk terus bertahan dan berjuang dalam kehidupanku. Sudah saatnya aku membalas kebaikanmu" Ucap sarah tulus


"Terimakasih sarah"Ucap Aluna tersenyum


"Sama-sama sahabatku. Ayo aku akan mengantarmu menuju rumah lamaku" Ucap Sarah antusias dan diangguki Aluna


"Aku akan berusaha untuk membahagiakan anakku dan orang-orang terdekatku. Inilah kehidupan baruku, semoga Allah selalu bersamaku disetiap langkahku" Batin Aluna


Sementara Aryan terus menerus termenung sejak kepergian Aluna. Setiap hari ia lewati dengan kesepian yang selalu menerpa nya. "Apakah aku salah telah membiarkanmu pergi Aluna?" pertanyaan itulah yang selalu menghantui Aryan. Aryan dan Marvel terus saja mencari keberadaan Aluna namun hasilnya nihil, Aluna bagai telah hilang di telan bumi


"Marvel apa kau telah menemukan petunjuk tentang Aluna?" Tanya Aryan yang melihat Marvel masuk ke ruangannya. Tampak Marvel menghela nafas kasar sebelum menjawab Aryan


"Sampai saat ini aku belum menemukannya Aryan. Tapi aku akan terus berusaha mencarinya" ucap Marvel duduk di hadapan Aryan


"baiklah Marvel, terimakasih telah membantuku" ucap Aryan beranjak meninggalkan ruang kerjanya


"Mau kemana?" tanya Marvel


"Aku mau jalan-jalan ditaman sebentar vel, tolong ambil alih tugasku sementara yah" pinta Aryan dan diangguki Marvel

__ADS_1


"Andai kau dapat berpikir tenang dan mendengarkan penjelasan Aluna dulu, mungkin semua ini tak akan terjadi" batin Marvel melihat punggung Aryan yang semakin menjauh


Bersambung.....


__ADS_2