Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 5. Dua Bocah Kecil


__ADS_3

Setelah selesai membungkus makanan, Aluna kembali mendekati dua bocah tadi.


"Dek, ini kaka punya sedikit makan yang belum terjual di restoran ini. Semoga ini cukup untuk kalian berdua ya. Dan ini ambillah kotak bekal makanan kakak untuk kalian makann saat malam nanti" Ucap Aluna seraya memberikan kantung plastik yang berisi makanan dan sebotol air mineral untuk kedua bocah itu, tak lupa Aluna juga memberikan kotak bekalnya ke tangan bocah tersebut

__ADS_1


Karena terharu dengan kebaikan Aluna, bocah laki-laki yang diketahui adik bocah perempuan tadi berhambur memeluk Aluna, begitu juga dengan anak perempuan tadi yang ikut berhambur memeluk Aluna. Kakek Arkarenda yang melihat kejadian di depannya pun ikut terharu melihat kebaikan gadis pelayan tersebut. Aluna bahkan memeluk kedua bocah tersebut tanpa takut pakaiannya kotor karena bersentuhan dengan pakaian kumal yang dikenakan kedua bocah tersebut


"Terimakasih ya kak, terimakasih telah menolong kami. Semoga kebaikan kaka dibalas Allah dengan beribu-ribu kebaikan untuk kakak" Ucap anak perempuan tadi " Aamiin " ucap Aluna tersenyum melihat kedua bocah yang kembali bahagia setelah mendapat pemberian dari Aluna. "Adek lihatkan sekarang kita nggak akan kelaparan lagi dan untuk malam nanti adek nggak akan tidur dengan perut kosong lagi" ucap bocah perempuan itu sambil menggandeng tangan adiknya untuk meninggalkan restoran. Aluna memandangi kedua bocah yang telah keluar tadi dengan senyuman. Ketika melihat kedua bocah tadi, Aluna seketika teringat penggalan kisah masa kecilnya

__ADS_1


"Tari, tolong catatkan makanan yang kuambil untuk kedua bocah tadi ke buku utang atas namaku" Pinta Aluna "Tapi luna, sebelumnya kau tak pernah mengutang loh, bahkan namamu tak pernah tertulis dibuku nota utang ini" ucap Tari teman Aluna "Nggak apa-apa kok tar, nanti aku akan membayarnya setelah gajian. Aku tak bisa membayar sekarang karena uangku hanya cukup untuk membeli obat nenekku" Pinta Aluna dan diangguki oleh temannya


"Semoga yang Maha Kuasa membalas setiap kebaikanmu nak" batin kakek Arkarendra

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" ucap aluna saat memasuki rumahnya "Walaikumsalam non Aluna, silahkan masuk" Seru bi ida yang diangguki oleh aluna. Setelah memasuki rumahnya aluna segera membersihkan diri dan menyiapkan makann malam untuk keluarganya, setelah selesai dengan pekerjaan rumahnya, Aluna beranjak mengantarkan makanan untuk neneknya minum obat


"Nek, sekarang nenek makan dulu yah, Aluna bawain obat dan makanannya kesuksesan nenek nih " Ucap Aluna ramah sambil menyuapi neneknya. Nenek yang melihat Aluna bertingkat aneh dan banyak tersenyum mulai menggoda Aluna "Ada apa cucuku sayang, kenapa kau selalu tersenyum sejak memasuki kamar nenek? Apa kau sudah menemukan pangeran kecilmu?" goda nenek seketika wajah Aluna merona merah "Ehh apaan sih nek, Aluna hanya teringat kejadian di restoran tadi kok" Sangkal Aluna

__ADS_1


__ADS_2