
Aryan yang telah sampai di pekarangan rumah, tersenyum cerah saat melihat wanita yang ia rindukan seharian tengah menunggunya di depan pintu. Tanpa menunggu lama, Aryan beranjak mendekati istrinya dan berjongkok meraih jemari Aluna "Nyonya Aryan Arkarendra, bersama saya aryan Arkarendra siap melayanimu" Melihat tingkah suaminya Aluna tertawa dan menganggukan kepalanya. Aryan membukakan pintu mobil untuk Aluna, setelah Aluna masuk aryan mengitari mobil dan mengendarai mobil menuju restoran yang akan mereka datangi.
Setelah memasuki restoran, para wanita yang melihat kedatangan Tuan Muda Arkarendra dan seorang wanita yang tidak mereka ketahui tertegun dan mulai berbisik-bisik tentang wanita yang sedang bersamanya. Mengetahui jika istrinya gugup dengan bisikan menghujat dari para wanita pengunjung restoran, aryan mengelus lembut kepala Aluna seraya berbisik "Tenanglah sayang, jangan pedulikan hujatan mereka, karena suamimu yang tampan ini hanya akan menjadi milik dari Nyonya Aluna Aryan Arkarendra" Mendengar penuturan Aryan, seketika Aluna tersenyum dan mengikuti langkah suaminya yang terus menggandeng tangannya
"kau mau pesan apa sayang?" Tanya aryan "Mas, apa kita pindah restoran aja, makanan disini harganya mahal-mahal" Ucap Aluna sambil meletakkan kembali buku menu yang dipegangnya "Tentu tidak sayang, apakah suamimu ini terlihat menyedihkan sehingga tak mampu membeli makanan untuk istrinya? Aku bahkan bisa membelikanmu restoran ini beserta para karyawannya jika kau menginginkannya istriku" Ucap Aryan cemberut "hehe baiklah, aku pesan yang ini aja ya mas, aku ingin makan makanan cokelat" Ucap Aluna sambil menunjukan menu brownies coklat yang menjadi menu andalan di restoran ini
"Baiklah sayang" ujar Aryan "Mas aku ke toilet dulu yah, kalau pesanannya datang, mas ambilkan yah" Ujar Aluna sambil beranjak ke toilet, Aryan juga berjalan menuju kasir untuk memesan brownies pesanan istrinya
__ADS_1
"Nona, aku pesan brownies coklat keju yah" Ucap Aryan pada kasir restoran. Kasir wanita itu tertegun menatap pelanggan tampan didepannya "Eh.. Iyah.. B.. Baik Tuan" Ucapnya gelagapan "Mohon maaf Tuan, brownies coklat keju istimewa sudah habis dibeli oleh nona di meja nomor 4 Tuan" imbuhnya sambil menunjuk wanita yang duduk di meja nomor 4. Aryan berbalik melihat wanita yang ditunjuk oleh kasir tersebut. Wanita yang duduk di meja 4 juga tengah menatap aryan yang melihatnya
"Natasya"batin Aryan
Wanita yang duduk di meja 4 itu berjalan mendekati Aryan dan memeluknya sehingga para pengunjung kembali berbisik-bisik tentang keduanya. Aryan yang tak nyaman dengan wanita yang memeluknya lantas mendorong tubuh wanita itu agar menjauh darinya
Natasya kembali memeluk Aryan tepat saat Aluna kembali dari toilet, melihat wanita yang tengah memeluk suaminya dengan manja membuat darah Aluna mendidih seketika. Aluna memperhatikan wajah wanita itu yang tampaknya tidak asing menurutnya. Saat Aluna kembali menajamkan mata dan pikirannya, dia mengingat bahwa wanita itu adalah mantan tunangan suaminya yang menolak menikahi aryan karena aryan mengalami kelumpuhan. Sebelumnya Aluna pernah melihat foto Aryan dan Natasya yang terpampang di dinding kamarnya. Seketika Aluna menyeringai dan tersenyum licik
__ADS_1
"Sayang" Panggil Aluna berjalan mendekati Aryan sambil tersenyum. Aryan yang mendengar untuk pertama kalinya Aluna memanggilnya dengan sebutan itu menoleh dan menggulung senyumnya "Sayang?ohh Alunaku"Batin Aryan menatap Aluna
Natasya yang menyadari ada seorang wanita yang memanggil aryan dengan manja seketika menoleh dan mendapati Aluna tengah berdiri disamping Aryan " siapa kau? Berani sekali kau memanggil calon suami ku seperti itu" Ucap Natasya menajamkan matanya,tapi Aluna tetap santai menanggapi wanita ular di depannya "Calon suami atau mantan calon suami?" Aluna tersenyum smirk melihat wajah Natasya seperti bom yang akan meledak. Aluna sengaja membesarkan suaranya yang dapat didengar pengunjung restoran yang memperhatikan ketigaya "Kau, beraninya kau" Natasnya mendekati Aluna dan melayangkan telapak tangannya untuk menampar Aluna
Aluna refleks menahan tangan Natasya dan menelintirnya hingga Natasya meringis kesakitan "sakit.... Tolong lepaskan... Aryan tolong jauhkan wanita ini, kumohon, AAA" pinta Natasya namun Aryan tak menanggapinya "Lepaskan, siapa kau, berani sekali kau berkata seperti itu pada calon suami ku. SIAPA KAUU.... " Teriak Natasya sambil menahan sakit. Aluna tersenyum seraya berbisik ditelinga Natasya
"Aku Wanitanya...... "
__ADS_1
Bersambung...