Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 50. Kembali Ke Kota


__ADS_3

Di kamar di kembar Ezhar dan izhar


"kak, apa kau telah menemukan data tentang ayah kita?" tanya izhar yang juga sibuk melihat Ezhar mengutak-atik komputer


"Belum dek, informasi tentang ayah kita dari bunda begitu sedikit, tapi kakak akan terus berusaha mencari data tentang ayah kita" ucap Ezhar menenangkan adiknya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka "kakak, kita makan dulu yuk, adek udah tungguin dibawah" ucap Aluna di depan pintu


"baik bunda, ayo dek sekarang kita makan, kakak akan lanjutkan nanti malam" ucap Ezhar mengajak izhar.


Setelah selesai makan, Ezhar dan izhar pamit untuk ke kamar mereka sedangkan Filzah pergi bermain dengan anak tetangga. Aluna yang mendengar tawa riang putrinya yang asyik bermain dan tak lagi mengingat kejadian di sekolahnya tadi tersenyum bahagia


"Ya Allah maafkan aku yang telah membohongi anak-anakku" Batin Aluna melihat putri kecilnya bermain


4 hari telah berlalu, dan hari ini adalah hari dimana Aluna akan kembali ke kotanya, "Mama Sarah, papa Dean. Filzah, bunda, sama kakak pamit dulu ya, Filzah janji tidak akan melupakan mama sama papa dan Filzah akan datang lagi bersama bunda dan kakak untuk mengunjungi mama sama papa" Ucap Filzah memeluk Sarah

__ADS_1


"Iyah sayang, mama Sarah akan menunggu kalian untuk mengunjungi mama sama papa lagi" ucap Sarah berlinang


"kami pamit yah mama Sarah, papa Dean assalamu'alaikum" ucap ketiga anak itu serentak sambil menyalami tangan Sarah dan Dean


"Aku pamit ya, sekali lagi terimakasih atas segala kebaikan kalian. Assalamu'alaikum Sarah, Dean " ucap Aluna tersenyum "Walaikumsalam Aluna. Hati-hati dijalan ya, jangan lupakan aku" ucap Sarah melambaikan tangannya. ketiga anak itu ikut melambaikan tangannya


Sebelum masuk ke dalam pesawat Aluna membalikkan badan dan melambaikan tangannya kepada Sarah dan Dean "Aku akan merindukan kalian semua" ucap Sarah sedih karena harus berpisah dengan orang-orang yang telah dianggapnya sebagai keluarga sendiri. Dean yang melihat kesedihan istrinya memeluk Sarah dan mencoba menenangkannya "Jika kau ingin menemui mereka, kita bisa berkunjung ke sana" Ucap Dean lembut dan diangguki Sarah


"Bunda, adek takut naik pesawat" ucap Filzah cemas


"Assalamu'alaikum sayang, kok mukanya cemberut gitu" Sapa Dean lembut "Walaikumsalam papa Dean, adek takut naik pesawat" ucap Filzah yang mulai menunduk


"adek tenang yah, berdoa semoga adek sampai dengan selamat" ucap Dean tersenyum menenangkan Filzah


"papa Dean nggak ikut bareng adek ya" lirih Filzah pelan

__ADS_1


"papa akan nyusul adek disana nanti, adek tunggu papa Dean ya disana" Filzah seketika tersenyum mendengar ucapan Dean


"iyah papa Dean, adek akan tunggu papa Dean disana" Ucap Filzah berbinar


"Iyah sayang, sudah dulu ya, assalamu'alaikum adek" ucap Dean "Walaikumsalam papa Dean" Jawab Filzah menyerahkan kembali ponsel Aluna.


Pesawat yang mulai lepas landas mengalami turbulensi ringan sehingga Filzah ketakutan dan keringat dingin mulai bercucuran di keningnya


"bunda, kakak , adek takut" Ucap Filzah yang mengenggam kuat tangan Aluna


"nggak apa-apa dek, ini kakak sama kakak izhar baik-baik saja. Adek tenang yah" Ucap Ezhar menenangkan adiknya


"Iyah kakak benar, kalau adek masih takut, adek tidur aja ya, agar saat kita tiba malam nanti adek udah bangun" Ucap Aluna mengelus puncak kepala putrinya yang tak berselang lama tertidur begitu lelap dalam pangkuannya


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2