Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 2. Terancam Bangkrut


__ADS_3

Saat Aluna mengepel lantai di ruang keluarga, salsa berlarian sambil membawa barang-barang yang dibelinya tak melihat lantai yang masih basah. Karena kecerobohannya salsa terjatuh dan meringis kesakitan. Melihat putrinya terjatuh, Maya, ibu tiri Aluna mendekati Aluna dan menamparnya dengar keras sehingga sudut bibir Aluna mengeluarkan darah. "Berani sekali kau, lihatlah karena ulahmu yang tak becus bekerja sehingga menjatuhkan putriku. Sebegitu bencinya kau kepada kakakmu" ucap maya dengan amarahnya. "Tidak bu, Aluna nggak lakuin apa-apa, kak salsa yang nggak lihat kalau Aluna lagi ngepel bu". Ucap Aluna membela diri namun maya yang terlajur marah menarik paksa tangan Aluna dan menghempaskan cukup keras tubuh Aluna kedalam gudang sempit yang gelap.


Maya tahu jika Aluna phobia akan kegelapan sehingga dia mengunci Aluna di gudang agar dia ketakutan dan jera sendiri. " bu, buka pintunya bu, Aluna takut gelap, buka pintunya bu, Aluna mohon" Pinta Aluna ketakutan sambil menggedor pintu. Sementara ibu dan anak yang mendengar ketakutan Aluna tersenyum smirk. Mereka tak membukakan pintu untuk Aluna justru mereka meninggalkannya ketakutan dalam gudang itu.


Sementara Aluna begitu takut sambil meraba tombol lampu yang sulit ditemukan dalam kegelapan. Saat menemukan tombol lampu, Aluna segera menyalakan lampu gudang tersebut. "Alhamdulillah lampu gudang masih nyala meskipun cahayanya mulai redup". Ucap Aluna bersyukur


Aluna sebenarnya wanita yang pandai bela diri karena sejak kecil Aluna selalu latihan bela diri bersama sahabat ayahnya. Aluna bisa saja melempar ke luar jendela atau menghajar ibu dan kakak tirinya sampai babak belur. Tapi Aluna takut karena ulahnya akan berdampak buruk pada neneknya karena ibu tirinya yang selalu mengancam akan menghentikan pengobatan neneknya jika Aluna melakukan kesalahan atau sesuatu yang nekat. Karena rasa kantuk yang perlahan Menyerangnya, Aluna membaringkan tubuhnya diatas tikar yang ia buat dengan karung beras yang didapatkan dari gudang itu. Tak berselang lama, Aluna pun tertidur lelap dengan perut kosong.


Sementara itu di ruang makan


"Mas ada apa? Mas kelihatannya gelisah" tanya Maya yang melihat suaminya agak gelisah. Burhan terlihat mengontrol nafasnya sebelum menjawab istrinya

__ADS_1


"Mah, perusahaan kita mengalami gangguan dan terancam bangkrut" ucap Burhan dengan nada khawatir


"Uhuk.. Uhuk.. Gimana bisa perusahaan kita terancam bangkrut mas" tanya maya dengan nada cemas


" ada dua karyawan yang menggelapkan dana di perusahaan kita mah, sehingga anak cabang perusahaan di kota C mengalami masalah dan tidak bisa dilanjutkan "


"Gawat ni pah, mama gak bisa hidup miskin pah . Berapa jumlah uang yang digelapkan karyawan brengsek itu pah" tanya maya dengan penuh amarah


"APA" teriak maya yang membuat salsa tersentak kaget.


"Ya ampun mah, Mama tenanglah, kita dengar penjelasan ayah dulu" ucap salsa menenangkan ibunya

__ADS_1


"Aku mendapat tawaran dari pemimpin besar perusahaan Arkarendra Corp, mereka bersedia memberikan kita pinjaman untuk membangun kembali perusahaan kita. Tetapi mereka juga mengajukan syarat pada kita" ucap Burhan sambil memperhatikan salsa dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Apa syarat nya pah" tanya maya dengan penasaran


Burhan menghela nafas sebelum menjawab istrinya "Syaratnya kita harus menikahkan salsa dengan cucu dan satu-satunya pewaris keluarga Arkarendra. " ucap Burhan


"Uhuk.. Uhuk.." mendengar penuturan ayahnya salsa lantas tersedak dan terbatuk- batuk "Ayah akan menjodohkannku? Tapi aku tak mau menikah dengan pria yang tidak aku cintai ayah" Ucap salsa cemas.


"Tunggu dulu salsa, bukankah tadi ayah mengatakan kalau pria yang akan dijodohkan denganku adalah cucu dan pewaris satu-satunya keluarga arkarenda? Keluarga yang terkenal kaya raya dan pemilik perusahaan yang merajai dunia bisnis dan terkenal di berbagai negara itu. Tawaran ini sepertinya menarik. " Batin salsa tersenyum "Ayah, apakah aku bisa memikirkannya dulu permintaan ayah? "Seru salsa. " Baiklah nak, pikirkanlah dengan baik. Ayah akan menunggu jawabanmu" ucap Burhan "Baiklah Ayah"


Setelah selesai berdiskusi cukup lama, mereka kembali menyantap makanan dengan khidmat. Hanya terdengar dentingan sendok di ruangan itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2