
Setelah selesai membersihkan dagu dan pakaian aryan. Aluna membantu aryan berbaring agar aryan dapat beristirahat dan tidur siang "Sekarang mas tidur siang ya, biar cepat sehat. Setelah mas sehat, kita akan lomba lari keliling lapangan. Mas mau kan" ucap Aluna sebari memperbaiki posisi Aryan. Mendengar penuturan Aluna aryan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kepada Aluna
Setelah aryan terlelap, Aluna beranjak dan mendekati mangkuk bubur yang ditinggalkan oleh pelayanan tadi
"Apakah ada yang salah dengan makanan ini? Kenapa mas aryan menolak dan memuntahkan makanan ini?batin Aluna berselidik "aku harus menanyai kak Marvel dan mbok rara tentang ini" imbuhnya lagi
Aluna merogoh ponselnya dan menelpon Marvel
"Halo Aluna,ada apa? Semuanya baik-baik saja" tanya seseorang di seberang sana
"Halo kak Marvel,Bisakah kak Marvel menemuiku. Aku ingin menanyakan sesuatu yang penting kak"
__ADS_1
"Baiklah Aluna, 30 menit lagi aku akan sampai. Kita bertemu di ruangan kerja aryan ya" Marvel mengiyakan permintaan Aluna karena jadwal Kantor yang tidak terlalu sibuk
"Baiklah kak"Setelah menutup teleponya, Aluna meminta mbok rara untuk segera menemuinya di ruangan kerja Aryan.
30 menit kemudian saat Marvel tiba di kediaman Arkarendra, Marvel langsung beranjak ke ruang kerja aryan untuk menemui Aluna. Setelah Marvel dan mbok rara berada di ruangan kerja aryan, Aluna kemudian memulai pembicaraan
" Tadi saat aku hendak masuk ke kamar setelah mengambil sesuatu di dapur, aku memergoki seorang pelayan yang bernama Lita tengah memaksa suamiku untuk memakan bubur yang telah dia sediakan. Namun saat pelayan itu memasukan makanan ke mulut Mas Aryan, Mas Aryan justru memuntahkannya. Apakah mbok rara dan kak Marvel tau hal ini" Tanya Aluna "Benar nona, dulu pelayan itu selalu menyiapkan makanan khusus untuk Tuan aryan. lalu semenjak Tuan aryan memakannya, kondisinya semakin buruk. Dulu Tuan aryan hanya mengalami lumpuh pada kaki dan tubuhnya tetapi tangan dan pita suaranya masih berfungsi dengan baik "ucap mbok rara
" mungkinkah ada sesuatu yang tidak beres dengan makanan itu. Tetapi pelayan yang diminta menyiapkan makanan khusus untuk aryan adalah suruhan dari tante Rina. Aku juga sempat curiga mengenai makanan tersebut karena setiap memakan makanan itu, kondisi aryan semakin memburuk. Itulah sebabnya setiap pagi aku selalu menyiapkan waktu untuk meyuapi aryan makan"Jawab Marvel
"Baiklah Aluna, aku setuju. Dengan begitu kita akan mengetahui apakah makanan itu layak dikonsumsi atau sebaliknya" Tutur Marvel
__ADS_1
Setelah sinar matahari digantikan oleh cahaya bulan yang indah, Aluna tengah memijat kaki aryan. Berbekal ilmu yang dia sempat pelajari saat kuliah, Aluna menelusuri titik-titik saraf pada kaki suaminya dan benar saja terdapat beberapa saraf dan jaringan yang rusak pada kaki aryan. Dengan perlahan-lahan Aluna mulai memijat titik saraf tersebut agar tidak menimbulkan nyeri yang parah. Terlihat Aryan meringis saat aluna memijat betisnya "sakit ya mas?" Tanya Aluna dan Aryan mengangguk
Saat Aluna akan membaringkan Aryan, pintu kamarnya kemudian terbuka dan terlihat tante Rina yang sedang berdiri di depan pintu dan menatap tajam pada Aluna
" Aluna, apa yang kau lakukan pada pelayan yang ku suruh untuk menyiapkan makanan untuk keponakanku.. " tanya tante Rina tegas
"Maaf atas kelancanganku tante, apakah dengan menyuruh pelayan itu menyiapkan makanan untuk tuan muda adalah hal yang baik? " Tanya Aluna mencoba mencari sedikit jawaban setelah berdiskusi dengan Marvel dan mbok rara siang tadi
"Apa maksudmu Aluna? Lita adalah pelayan yang baik itulah sebabnya aku mempercayakannya untuk menyiapkan makanan untuk keponakanku" Ucap Rina marah "Apakah dengan memaksa keponakan anda makan dengan cara mencengkram dagunya adalah hal yang baik? Apakah dengan menampar keponakan anda agar memakan makanan yang pelayan itu siapkan adalah hal yang terpuji? Berani sekali pelayan itu. Apakah begini caranya menghormati majikannya?. Tanya Aluna dengan nada yang sedikit meninggi. Mendengar penuturan Aluna membuat Rina tertegun "Apakah yang dikatakan nona Aluna benar lita? JAWAB" ucap Rina sambil menanyai lita yang bersembunyi dibalik punggungnya
"Ma...maafkan sa...saya nyonya" ucap lita terbata-bata sambil menundukan pandangannya
__ADS_1
"Sini kamu, ikut saya" Rina dengan kasar menarik tangan pelayan tersebut menjauh dari kamar Aluna "Karena ulah pelayan ini, membuatku malu di hadapan gadis kampungan itu. Huhh dasar" Gerutu Rina sambil menarik tangan pelayannya. Sementara dikamar Aluna, Aryan yang melihat Aluna begitu berani membelanya dihadapan tentenya sendiri membuatnya mengagumi sosok yang tersembunyi di balik tampilan sederhana dan polosnya Aluna
"Apakah dia membelaku?"