Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 32. Aku Akan Merindukanmu


__ADS_3

"Hati-hati sayang, hubungi aku jika kau telah sampai di rumah bibimu yah" Ucap Aryan


"Baiklah mas, mas juga hati-hati ya di perjalanan"


"iyah sayang, pasti kok. Ayo pesawatnya sebentar lagi akan lepas landas" Ucap Aryan


"Iyah assalamu'alaikum Mas" Ucap Aluna melambaikan tangannya


"Walaikumsalam sayang" Ucap Aryan tersenyum melihat kepergian istrinya "Aku akan merindukanmu sayang" Lirih Aryan pelan


Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, Aryan telah sampai di kota C bersama sekretarisnya. Marvel diminta mengurus cabang perusahaan di negara K sehingga tak lagi menjadi asisten Aryan.


"Vivian, apakah ada pertemuan di perusahaan Ardianta grup hari ini?" Tanya Aryan kepada sekretarisnya


"Untuk hari ini tidak ada Tuan" Jawab Vivian sopan"


"Kalau begitu saya permisi Tuan" Imbuhnya lagi "Hmm silahkan" Ucap Aryan sambil membuka kopernya


Drtt.... Drtt..... Drtt..... (Ponsel Aryan berdering). Vivian yang masih berada di balik pintu penasaran dengan siapa yang menelpon Tuannya malam-malam begini


"Assalamu'alaikum mas Aryan" sapa seseorang di seberang sana "Walaikumsalam sayang, kau sudah tiba di rumah pamanmu hmm?" Tanya Aryan lembut

__ADS_1


"sayang? " batin Vivian berselidik "Alhamdulillah aku sudah tiba mas. Kamu lagi dimana mas?"


"Aku sedang di hotel kok, aku baru saja mengemas pakaianku di lemari"


"baiklah mas, sudah dulu ya, aku harus membantu tante di dapur. Jaga kesehatanmu ya, jangan lupa makan teratur dan minum obatnya. Assalamu'alaikum mas" Ucap Aluna tersenyum "Walaikumsalam sayang" Ucap Aryan mematikan telepon sepihak


"Siapa wanita yang menelpon Tuan malam-malam begini, aku harus mencari tahu" batin Vivian meninggalkan kamar Aryan


"Aluna sayang, siapa yang kau telpon malam-malam begini. Apa dia suamimu" Tanya tante Ratna


"Iyah tante" Ucap Aluna tersenyum


"nggak apa-apa kok tante,Aluna paham kok. Alhamdulillah mas Aryan baik-baik saja" Ucap Aluna mengulas senyum


"syukurlah nak, sekarang kau istirahat lah. Sudah malam nih" Ucap tante Ratna


"baiklah tante, Aluna ke kamar dulu ya, selamat malam tante"


"Iyah selamat malam juga nak" Balas tante Ratna


Keesokan harinya

__ADS_1


"Tuan, harini ni kita akan mengikuti pertemuan penting dengan pimpinan perusahaan Ardianta grup" Ucap Vivian sambil mengekor mengikuti Aryan "Baiklah, segera siapkan berkas-berkas yang diperlukan. Aku akan menunggu di mobil dalam 5 menit" ujar Aryan "baiklah tuan"


Setibanya di ruang meeting di gedung perusahaan Ardianta Grup, Aryan disambut baik oleh pimpinan perusahaan dan mendapatkan tatapan aneh beberapa wanita yang juga mengikuti meeting


"Selamat datang di perusahaan kami Tuan Arkarendra, semoga kita bisa melakukan kerja sama dengan baik. Senang melihat anda telah kembali" ucap Samuel selaku CEO dari perusahaan Ardianta Grup


Aryan tersenyum dan memulai persentasi nya di ruang meeting. Setelah selesai meeting, Aryan yang tengah berjalan di lobi perusahaan dicegah oleh seseorang yang ia kenali yaitu Gadis yang telah meninggalkannya dan menghacurkan hidupnya. Aryan menepis tangan Natasnya dari lengannya, tapi natasya tetap saja merangkul kembali lengan Aryan sehingga mendapatkan tatapan aneh dari karyawan perusahaan


"Sebaiknya singkirkan tanganmu Natasnya, sebelum aku melakukan sesuatu yang dapat kau sesali nanti"ancam Aryan


"Ayolah sayang, aku hanya ingin berjalan bersamamu, kau kan calon suamiku" "CUKUP Natasya, berhentilah bermimpi dan hadapilah kenyataan. Setelah semua yang kau lakukan padaku, maka aku akan mencintaimu kembali, jangan mimpi Natasya. aku bersyukur kepada Tuhan karena dengan penyakitku aku dapat mengetahui wajah aslimu, dan berkat wanitaku aku dapat melabuhkan kembali cintaku ke tempat yang benar" Ucap Aryan


"Apa maksudmu Aryan! Kau memang telah dibutakan oleh wanita murahan itu. Wanita yang dari penampilannya jauh lebih rendah bahkan aku jauh lebih cantik darinya. Kau akan menyesal karena menolakku Aryan" ucap Natasya marah


Aryan tersenyum dan mendekati Natasya dan berbisik "Aku akan menyesal karena menolakmu? jangan berharap setinggi itu Natasya. Aku bahkan bahagia karena batal menikahimu. Dan satu lagi, siapa wanita murahan yang kau panggil tadi hmm? Ketahuilah wanita itu adalah Nyonya Aryan Arkarendra, wanita sederhana yang memiliki hati mulia dan hanya dia yang merajai hatiku. Sekarang kau mengerti"


Natasya yang mendengar penuturan Aryan segera berlari meninggalkan kantor Ardianta Grup dengan air mata yang tak hentinya mengalir. Aryan tersenyum cerah karena telah berhasil mematahkan hati wanita yang dibencinya itu


"Wanitaku memang sederhana, jauh dari penampilan mewah, tapi hatinya indah seperti emas"


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2