
"Anak-anak, siang ini kita ke mall yuk, kita akan membeli barang-barang kebutuhan kita dan seragam sekolah untuk kalian" ucap Aluna pada ketiga anaknya yang berkumpul di ruang keluarga
"baiklah bunda" ucap ketiganya dan berlari ke kamar masing-masing
Setibanya mereka di Mall terbesar di kota "Wah, bunda tempatnya besar sekali" ucap filzah berbinar dan kedua kakaknya mengangguk setuju dengan perkataan adiknya
"ayo kita masuk sayang, kita tidak boleh berpisah ya, karena didalam sana pasti banyak orang" Ucap Aluna berjalan di belakang ketiga anaknya
Setelah memasuki Mall, Aluna membeli beberapa bahan makanan dan juga kebutuhan di rumahnya,tak lupa aluna juga membeli seragam sekolah anaknya.
saat melewati tempat penjualan barang elektronik
"bunda kita kesana yuk, sepertinya ada komputer pengeluaran terbaru" ucap Ezhar menarik tangan Aluna
"selamat datang bu, adek-adek yang manis, apa ada yang bisa kakak bantu?" ucap pegawai toko
"Anak saya sepertinya ingin membeli komputer mbak, apa ada komputer pengeluaran terbaru?" Tanya Aluna
"beruntung sekali Nyonya, toko kami baru saja menerima komputer pengeluaran terbaru kemarin" ucap pegawai toko sambil menjelaskan spesifikasi yang terdapat pada komputer terbaru tersebut sehingga kedua putra Aluna berbinar mendengarnya
"Bagaimana, apa kakak suka sama komputer ini?" Tunjuk Aluna pada komputer yang dimaksud
"Iyah bunda" ucap Ezhar berbinar mengamati komputer tersebut
"Kira-kira berapa harganya mbak?" tanya Aluna pada pegawai toko
"Harganya 11 juta nyonya, tapi karena hari ini ada diskon di toko kami , jadi harganya hanya 10 juta 200ribu saja nyonya" Ucap pegawai toko
"harganya memang sesuai dengan tampilan dan spesifikasi komputer ini" batin Aluna
"kakak izhar juga mau?" tanya Aluna pada putra keduanya
__ADS_1
"Iyah, izhar juga mau bunda, tapi..... " ucap izhar terhenti
"tapi kenapa sayang?" tanya Aluna lembut "izhar takut uang ibu tak cukup" ucap izhar menunduk, Aluna tersenyum dan mengelus puncak kepala putranya
"mbak, tolong kemas 2 komputer yang sama seperti ini ya, dan antarkan ke alamat ini" pinta Aluna menberikan kartu namanya
"baiklah nyonya" ucap pegawai tersebut mengikuti perintah pembelinya. Aluna menunduk dan menyamakan posisinya dengan tinggi putranya
"izhar jangan khawatir soal uang ya, karena bagi bunda senyum kebahagiaan kalian adalah yang paling utama, soal uang bunda bisa mencarinya kembali" ucap Aluna lembut
"Terimakasih bunda" Ucap kedua putranya memeluk Aluna
"kok filzah nggak dipeluk sih, kan filzah juga adeknya kakak" ucap filzah cemberut seketika kedua kakaknya tertawa melihat wajah adiknya dan kembali memeluk adik kesayangannya
"Ayo kita lanjut jalan lagi, bunda masih harus membeli perlengkapan melukis untuk adek" ucap aluna setelah membayar harga komputer yang dibelinya, ketiganya mengangguk dan berjalan bergandengan tangan menuju toko selanjutnya, Aluna tersenyum dan mengikuti langkah kecil putra putrinya
Saat tengah memasukan barang-barang pembelian mereka Aluna dikejutkan dengan sapaan seseorang "Aluna" panggil seorang wanita dan saat Aluna berbalik ternyata kakak tirinya tengah berjalan kearahnya
"CUKUP, jangan kau berbicara yang tidak-tidak tentangku, kau tidak mengetahui apa saja yang aku lewati, maka JAGALAH UCAPANMU" Ucap Aluna tegas
"Berani sekali kau berteriak padaku, dasar tak tahu malu....." Ucap salsa marah dan melayang tangannya menampar Aluna namun Aluna berhasil mencegahnya
"Berhenti sebelum aku patahkan tanganmu" Ucap Aluna penuh penekanan. Filzah yang ketakutan bersembunyi di balik kedua kakaknya
"adek tenang ya, yuk kita masukan lagi barang-barang kita" ajak Ezhar agar kedua adiknya tak melihat hal yang sepantasnya belum bisa mereka lihat
"Tunggu dulu, apa mereka anakmu Aluna?" Tanya salsa tersenyum smirk
"apa mereka anak hasil hubungan gelap...." "PLAK....... " tamparan keras mendarat di pipi salsa yang tengah berbicara
"CUKUP SALSA..... " Teriak Aluna menatap tajam salsa seolah siap menerkam mangsa
__ADS_1
"Hei anak-anak, kalian pasti belum pernah bertemu ayah kalian, karena ayah kalian sudah mati" ucap salsa menyentuh pipinya
"KAU" Aluna yang akan menghajar salsa terhenti karena teriakan putranya "ADEK..... " Teriak kedua putranya yang melihat Filzah berlari sambil menangis, izhar pergi menyusul adiknya begitu juga Aluna yang menyusul mereka takut mereka hilang dibalik kerumunan orang
Salsa tertawa melihat itu dan Ezhar yang tetap tinggal menatap tajam salsa seperti elang yang siap memangsa
"Mengapa kau menatapku seperti itu bocah" ucap salsa yang akan menjewer telinga Ezhar namun Ezhar refleks menangkap tangan salsa dan memutarnya sehingga salsa berteriak kesakitan
"ADUH..... tolong lepaskan,AAA...." Teriak salsa meringis
"itulah balasan jika berani menganggu ibu dan juga adikku" Ucap Ezhar dan memutar kembali tangan salsa sehingga salsa berteriak semakin kencang. Merasa cukup menyiksa wanita penganggu dihadapkannya, Ezhar pergi menyusul Aluna dan kedua adiknya.
"Adek kenapa nangis?" Tanya Aluna menghapus air mata putrinya
"wanita tadi bilang kalau ayah Filzah sudah meninggal, apa itu benar bunda?" tanya Filzah terisak
"Itu tidak benar sayang, ayah masih hidup kok, kan bunda pernah bilang kalau ayah bekerja sangat jauh dari sini dan belum bisa pulang, bunda yakin ayah juga rindu bertemu dengan ketiga anaknya yang tampan dan cantik ini" ucap Aluna menenangkan putrinya
"benar begitu bunda?"tanya Filzah
"iya sayang, apa adek lebih percaya dengan perkataan wanita tadi daripada ucapan bunda?"tanya Aluna berpura-pura sedih
"hehe adek percaya kok sama bunda" cengir Filzah menghapus air matanya dan memeluk ibu dan kedua kakaknya
"maafkan bunda yang belum bisa bertemu dengan ayah kalian nak" batin Aluna berlinang
"Ayo sekarang kita kemasi barang-barang pembelian kita tadi,bunda jadi tak sabar melihat anak-anak bunda bermain dengan benda yang baru mereka beli" Ucap Aluna tersenyum mengandeng Filzah dan berjalan mengikuti Ezhar dan izhar
"kasian sekali adek yah Kak" bisik pelan izhar pada kakaknya
"Iyah dek, kita juga belum berhasil menemukan ayah kita"
__ADS_1
Bersambung.....