
Setelah matahari mulai menampakan sinarnya, Aluna terbangun dalam sebuah ruangan yang ia sadari adalah kamarnya. Saat menengok ke samping, Aluna terkekeh mendengar suaminya tidur sambil mengigau "kumohon jangan tinggalkan aku" Aluna menyingkirkan anak rambut di kening aryan dan mengecupnya singkat. Aluna memperbaiki selimut di tubuh aryan dan bergegas kedapur untuk menyiapkan sarapan
"Alhamdulillah rumah ini kembali aman dan tenang. Semoga bahagia yang akan berdesakan untuk memasuki rumah ini " Gumam Aluna tersenyum seraya menuruni tangga
Setibanya di dapur, Aluna menyiapkan sarapan untuk suaminya dan pekerja rumah seperti pelayan, tukang kebun, dan supir " Mbok rara, tolong panggilkan semua pekerja yah untuk sarapan bersama di gazebo halaman belakang" Pinta Aluna " Baik nona" Aluna mengengangguk dan bergegas menuju kamarnya
Saat Aluna berdiri di pintu kamar, Aluna disambut dengan senyuman hangat suaminya. Aluna tersenyum dan berjalan mendekati suaminya
__ADS_1
"Mas, kamu sudah bangun? " tanya Aluna lembut "Kalau aku nggak bangun, siapa yang akan melindungi istriku? Dan siapa yang diam-diam menciumku" Aluna yang merasa pipinya terasa hangat seketika mengalihkan pandangannya
" Waduh, bagaimana dia bisa tahu? Aku kan diam-diam melakukannya saat dia terlelap" batin Aluna "Aku bisa merasakannya meskipun aku terlelap istriku" Ucap aryan menahan tawanya karena berhasil menggoda Aluna "Ehh... Itu... Anu " Aluna jadi salah tingkah dibuatnya "Maafkan aku mas" Ucap Aluna malu dan berusaha melarikan diri, melihat tingkah istrinya yang siap berlari, Aryan refleks menarik tangan Aluna membuat Aluna terhuyung ke belakang dan aryan sigap menangkapnya
Aryan melingkarkan tangannya di pinggang Aluna dan mendekatkan wajahnya sehingga nafasnya terasa di pipi Aluna "Kenapa kau minta maaf hmmm? Aku bahkan ingin kau melakukannya selama aku terlelap istriku" Ujar aryan dan seketika Aluna menggulung senyumnya " apakah kau bisa melakukannya untukku setiap hari?" Tanya Aryan membelai rambut panjang Aluna. Entah apa yang merasukinya sehingga Aluna menganggukkan kepalanya tanda ia mengiyakan suaminya
"Aku akan melakukannya, karna itulah tugasku sebagai pendamping hidupmu"
__ADS_1
"Tok.. Tok.. Tok.. "
" Masuk" Suara Aryan dari dalam kamar nya "Hai Aryan, apa kau siap ke kantor hari ini? Kebetulan hari ini ada kunjungan dari pimpinan perusahaan Birendra grup. Mereka akan melakukan kesepakatan dan bertemu denganmu karena kabar yang tersebar kau telah pulih" Tanya Marvel " hmm,kunjungan mereka kedengarannya menarik. baiklah Vel, aku akan ke kantor hari ini "Ucap Aryan "Baiklah, aku akan menunggumu di bawah " "kak Marvel, jangan lupa sarapan yah, aku sudah menyiapkan sarapanmu di bawah kak" Ucap aluna "Baiklah, Terima kasih Aluna" Ucap Marvel mengulas senyumnya dan beranjak meninggalkan kamar Aryan
"Nah mas dengar kan kata kak Marvel tadi? Sekarang bangun dan mandi ya, aku akan menyiapkan pakaianmu" Aluna beranjak menuju lemari namun Aryan kembali menarik tangannya dan membuatnya terduduk kembali di posisi awalnya "Aku mau di mandiin sama kamu"Ucap Aryan memelas
"Bughhh" Aluna refleks meninju lengan suaminya "Nanti yah mas" " nggak mau nanti,maunya sekarang sayang" Ucap Aryan cepat "Haduh, gimana nih, kenapa setelah dia sembuh permintaannya jadi aneh ya" batin aluna. Karena tak mampu menguasai diri dari tatapan memelas aryan, Aluna pasrah dan menarik tangan suaminya hingga ke dalam kamar mandi "Makasih sayang" Aluna hanya mengangguk dan mulai mengisi bathtub
__ADS_1
Aryan kini hanya memakai boxer saja. Aluna yang sering melihat tubuh suaminya kembali tertegun dan kesusahan untuk menelan salivanya "Ya Tuhan, apa aku salah ya selama ini telah melihat tubuh suamiku. Tapi aku kan sudah resmi menjadi istrinya, Jadi halal kan" batin Aluna sambil mengulang senyuman
"Sayang, kok bengong sih? Ada apa hmm? Tanya aryan sambil merangkul pinggang istrinya " ehh, nggak apa-apa mas, sekarang mas mandi yah, udah Aku siapin nih airnya" Ucap Aluna tersenyum "Baiklah istriku" Bisik aryan dan mulai membasahi tubuhnya. Aluna mulai menyanbunkan dan menggosok punggung Aryan, tak upa juga Aluna memijat kepala suaminya yang tertutup busa shampo "Ahhh nikmatnya" ucap Aryan yang mulai merasakan pijatan lembut istrinya. Aluna tersenyum melihat tingkah konyol suaminya "Mas lanjutin mandinya yah, aluna keluar sebentar untuk menyiapkan pakaian untukmu" "Baiklah sayang" Aluna beranjak meninggalkan kamar mandi dan mulai menyiapkan keperluan suaminya