Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 55. Persis Sepertimu


__ADS_3

"Apa dia benar-benar ayah kita kak?" Bisik izhar


"Belum tentu dek, mungkin hanya wajahnya saja yang mirip dengan kita, tapi itu belum bisa menjadikan dia ayah kita, nanti kakak akan selidiki pria yang adek panggil ayah itu" balas Ezhar setengah berbisik


"Adek, ayo kesini, dan Paman tolong maafkan adek saya yang memanggilmu ayah, mungkin adek saya sedang merindukan ayah kami" Ucap Ezhar


"Tidak apa-apa nak, saya mengerti kok" Ucap Aryan tersenyum


"bagaimana bisa seorang anak sekecil itu bergaya bahasa seperti orang dewasa" Gumam Marvel yang mendengar pembicaraan Aryan dan salah satu bocah tersebut


"Ayah, Filzah sama kakak pulang dulu ya, mungkin bunda sudah menjemput kami" Ucap Filzah melepas tangannya dari leher Aryan


"Iyah paman kami pamit ya,terimakasih telah menjaga adik kami. Assalamu'alaikum paman" ucap Ezhar dan ketiganya menyalami tangan Aryan


"Walaikumsalam anak-anak" balas Aryan tersenyum membalas lambaian tangan Filzah


"Hei Aryan, wajah kedua bocah laki-laki tadi hampir persis denganmu" Tanya Marvel menghampiri Aryan


"Aku juga berpikir seperti itu. Saat anak perempuan tadi memelukku dan memanggilku dengan sebutan ayah, terdapat desiran aneh dalam hatiku" ucap Aryan memandang ketiga anak yang kian menjauh


"Apa sebelumnya kau pernah menyentuh wanita lain?" Tanya Marvel


"tidak Vel, aku tak pernah menyentuh wanita selain istriku"


"semoga aku bisa bertemu lagi denganmu gadis kecil" Batin Aryan

__ADS_1


Saat Aluna tengah berjalan di ruang tunggu rumah sakit, Aluna melihat ketiga anaknya bersama Dean yang berjalan memasuki rumah sakit


"Bunda"sapa ketiganya berjalan mendekati Aluna


"anak-anak bunda,dari mana saja kalian, kok bajunya kotor begini?" Tanya Aluna melihat noda di seragam sekolah ketiga anaknya


"Tadi papa Dean ajak kakak sama adek jalan-jalan keliling kota, lalu ke taman bermain dan membeli banyak eskrim" Ucap izhar senang


"Iyah bunda, adek sama kakak tadi makan banyak eskrim, jadi baju adek sama kakak kotor. Maaf yah bunda" Ucap Filzah dan ketiganya ikut meminta maaf


"nggak apa-apa kok, yang penting kakak sama adek senang" ucap Aluna tersenyum mengelus lembut kepala ketiga buah hatinya


"Terimakasih ya Dean telah menyenangkan anakku hari ini" ucap Aluna


"kembali kemana papa Dean?" tanya Filzah yang mendengar percakapan Aluna dan Dean


"papa harus pulang sekarang, mama sarah udah nungguin papa Dean disana" ucap Dean lembut


"papa Dean nanti datang lagi ya disini, ajak mama sarah juga ya pah" ucap Filzah "baiklah sayang, papa Dean pamit dulu ya, assalamu'alaikum semua"


"Walaikumsalam" Ucap Aluna bersama ketiga anaknya


"anak-anak sekarang kita pulang yuk, pasti anak-anak bunda sudah lapar nih"


"ayo bunda" ucap ketiganya berjalan keluar diikuti Aluna di belakang mereka.

__ADS_1


Para pekerja dan orang-orang yang mengunjungi rumah sakit terpana melihat ketiga anak Aluna yang begitu tampan dan juga cantik "Wah anak dokter Aluna tampan dan juga cantik yah, ibunya juga tak kalah cantik" ucap salah satu Suster yang terus memperhatikan Aluna juga ketiga anaknya


"Bagaimana hari pertama di sekolah tadi?" Tanya Aluna pada ketiga anaknya yang telah selesai menyantap makan malam


"membosankan bunda, walaupun kelas kami dilompatkan menjadi kelas 4,tapi pelajarannya sudah kami kuasai semuanya" Jawab ezhar dan diangguki izhar


"iya kakak benar bunda, Teman-teman adek tinggi semua, hanya adek sama kakak yang pendek" Ucap Filzah membuat Aluna menahan tawa


"ya, kalian kan memang pendek, usia kalian bahkan belum cukup untuk anak kelas 1,tapi karena kecerdasan anak-anak bunda sehingga kepala sekolah sendiri yang menaikan kelas kalian, sekarang kalian kerjakan PR dan langsung tidur ya, agar kalian tidak bangun kesiangan besok"


"Baik bunda" ucap ketiganya dan berlalu menuju kamar masing-masing. Aluna bingung mengapa putra dan putrinya bisa memiliki kecerdasan diatas rata-rata, tapi Aluna berpikir jika itu adalah kelebihan yang diberikan Tuhan untuk ketiga anak-anaknya


Sementara di kamar Ezhar dan izhar tengah fokus berdiskusi tentang pria yang begitu mirip dengan wajah mereka, Ezhar terus saja mengutak-atik komputernya sedangkan izhar sibuk melihat kinerja kakaknya


"Dapat" Seru Ezhar antusias setelah berhasil membobol biodata Aryan yang dilindung oleh sistem sehingga sulit untuk diretas. Mendengar Seruan kakaknya membuat izhar membaca lebih teliti layar monitor komputer


"Namanya Fathian Aryan Arkarendra, dia adalah pimpinan besar perusahaan Arkarendra Corp, perusahaan yang merajai dan menjadi nomor 1 di negara kita, pasti dia orang yang hebat bukan" Ucap izhar berbinar membaca sedikit data yang berhasil didapatkan kakaknya


"Benar dek, kita pernah melewati perusahaan itu saat menuju ke rumah sakit tempat bunda bekerja tadi" Ujar Ezhar "mungkinkah gedung tinggi yang tak jauh dari sekolah itu kak?" tanya izhar penasaran


"Iyah benar dek, besok setelah pulang kita berkunjung yah di perusahaan itu, kita ajak adek sekalian. Nanti kakak akan beritahu ibu jika kita akan mengerjakan tugas di rumah teman kita"


"baiklah kak" balas izhar dan beranjak untuk tidur karena hari yang semakin larut


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2