Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 13. Menyiapkan Sarapan


__ADS_3

Aryan yang belum sepenuhnya tertidur mendengar isakan seseorang. Dengan perlahan Aryan membuat mata dan samar-samar melihat istrinya yang duduk di lantai dengan memeluk lututnya sambil menangis.


"Andai aku bisa mendengar keluhan yang kau alami dan andai aku bisa menghiburmu" Batin Aryan melihat istrinya


Setelah merasa tenang, Aluna bangkit dan ingin mengganti gaun pengantin yang masih ia kenakan. Sebelum mengganti gaunnya, Aluna mendekati ranjang suaminya. Aluna memperhatikan suaminya yang tertidur begitu lelap, Aluna kemudian menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening sambil mengusap lembut kepala suaminya. Aryan yang merasa ada yang mengelus puncuk kepalanya tersenyum tipis karena Aryan yang belum sepenuhnya tidur. Aluna kemudian mengatur dan memperbaiki selimut dan menutupi tubuh suaminya "Aku akan berusaha menjaga dan mencintaimu sepenuh hatiku,kuharap kau juga menerimaku sebagai istrimu walau aku hanya pengantin pengganti untukmu" Ucap Aluna kembali mengelus lembut kepala Aryan


Setelah selesai memperbaiki selimut suaminya, Aluna beranjak mengambil pakaiannya yang telah letakkan di koper dan menuju ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Setelah selesai mengganti gaun pengantinnya, Aluna memutuskan untuk tidur di sofa karena Aluna takut jika tidur disamping suaminya akan mengganggu kesehatan suaminya yang masih dalam masa pemulihan. Karena lelah dan kantuk yang mulai menyerangnya, Aluna kemudian tertidur dengan lelap di sofa kamarnya.

__ADS_1


Keesokan harinya Aluna yang lebih dulu terbangun melihat suaminya yang masih terlelap dengan posisi yang sama seperti semalam. Aluna menyayangkan suaminya yang hanya bisa menggerakkan kepalanya, tanpa bisa menggerakkan tubuhnya. Aluna beranjak dari sofa dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya. Saat tiba di dapur, Aluna melihat beberapa koki yang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga Arkarendra. Disana juga terdapat mbok rara yang sedang memotong sayuran.


Saat melihat nyona mudanya di dapur, mbok rara menghentikan pekerjaannya dan mendekati Aluna


"Nona, apa yang ingin nona lakukan di dapur, biarlah mbok dan koki lainnya yang menyiapkannya" ucap mbok rara lembut


"Baiklah nona, Tuan aryan biasanya menyantap bubur kacang hijau dan nasi goreng" ucap mbok rara "begitu ya, apakah kacang hijaunya masih ada mbok? " tanya Aluna

__ADS_1


Mbok rara kemudian mengambilkan satu satu wadah besar berisi kacang hijau. Melihat kacang hijau yang dibawakan oleh mbok rara membuat Aluna berbinar dan segera memasak kacang hijau tersebut. Saat memasak, Aluna menambahkan beberapa bahan yang menambah cita rasa dan aroma kacang hijau yang langsung menyebar di segala penjuru dapur dan ruang makan.


Sedangkan Aryan dan Marvel yang sedang melewati ruang makan mencium aroma harum dari arah dapur yang menggiurkan. Sebelumnya Marvel menjenguk Aryan dikamarnya untuk pergi ke ruang kerja untuk membahas proyek perusahaan. Dalam diskusi yang diadakan di ruang kerja, Marvel yang menjelaskan tentang materi proyek tersebut sedangkan Aryan hanya mengangguk-ngangguk mengiyakan. Setelah selesai berdiskusi, Marvel yang akan mengantar aryan ke kamarnya melewati ruang makan dan seketika berhenti karena mencium aroma makanan yang sepertinya nikmat.


Marvel yang mencari sumber aroma sambil mendorong kursi roda Aryan dan berhenti tidak jauh dari pintu dapur. Saat tengah mengamati suasana dapur terdengar suara mbok rara yang memuji Aluna "Wah, ternyata nona Aluna pandai ya dalam membuat dan menyiapkan masakan" ucap mbok rara yang mencicipi sedikit masakan Aluna "Iyah lah mbok, seorang wanita kan harus pandai memasak. Jika seorang istri tak tau caranya memasak, lalu Siapakah yang membuat dan menyiapkan makanan untuk suaminya" ujar Aluna sambil tersenyum. Mendengar penuturan Aluna membuat Aryan melebarkan senyumnya. Marvel yang melihat tuan mudanya tersenyum kembali setelah sekian lama membuat hatinya menghangat. Dalam hati Marvel berharap semoga Aluna adalah wanita dan jodoh yang baik untuk sahabatnya.


"Ngomong-ngomong, istrimu pandai ya Aryan, kau benar-benar beruntung"Ucap Marvel yang langsung mendapat anggukan dari sahabatnya. Setelah itu Marvel kembali mendorong kursi roda dan mengantar Aryan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2