
Aluna memasuki ruang rawat Aryan dengan hati yang berdebar. Aluna duduk kursi yang terdapat di samping brankar Aryan yang saat ini tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius.
Aluna mengelus lembut kepala Aryan dan menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening suaminya yang terbalut perban
"Terimakasih karena telah berjuang untuk tetap hidup" Ucap Aluna tersenyum memandang wajah teduh suaminya yang selalu dirindukannya setiap saat. Aluna mencium kening Aryan dan mengenggam erat tangannya sebelum terlelap disamping suaminya
"Terimakasih Ya Allah" gumam Aluna sebelum menutup mata
Marvel yang mengetahui jika Aryan mengalami kecelakaan bergegas ke rumah sakit dan berlari menuju ruang rawat yang telah diberitahukan kepadanya oleh perawat rumah sakit.
Saat Marvel membuka pintu ruang rawat Aryan, Marvel tersenyum melihat Aluna yang duduk tertidur disamping brankar Aryan sambil mengenggam erat tangan suaminya
"Syukurlah kau telah kembali Aluna, tetaplah bersama Aryan sampai maut yang akan memisahkan kalian" Gumam Marvel tersenyum meninggalkan ruang rawat Aryan dengan hati yang bahagia
__ADS_1
Saat matahari malu-malu untuk menampakkan sinarnya, Aryan membuka matanya perlahan dan mendapati dirinya tengah berada di ruangan yang bernuansa putih. Aryan melirik kesamping dan tersenyum mendapati istrinya tengah tertidur sambil terus mengenggam tangannya. Aluna merasakan ada yang mengelus lembut kepala terbangun dan mendapati Aryan tengah tersenyum manis padanya
"Mas sudah bangun?" Tanya Aluna lembut dan diangguki Aryan sambil tersenyum
"Sayang, maafkan aku... " Ucap Aryan teputus karena Aluna yang menempelkan jari telunjuknya di bibir Aryan
"Tidak apa-apa suamiku, kita lupakan masa lalu dan menyambut hari kedepannya dengan hati dan senyuman bahagia" Ucap Aluna beralih mengelus lembut kepala Aryan
"Sayang, aku punya sesuatu untukmu" Ucap Aryan lembut sambil merogoh jasnya yang terletak di atas nakas
"Apa itu suamiku?" Tanya Aluna lembut
"Mendekatlah sayang" ucap Aryan dan Aluna mengikuti perintah suaminya. Aryan memakaikan kalung biru bunga dengan aksen berlian di tengahnya yang telah diperbaikinya ke leher istrinya.
__ADS_1
"Ini untuk Muni kecilku" Ucap Aryan lembut setelah memakaikan kalung pemberiannya pada leher istrinya sekaligus teman semasa kecilnya. Aluna terpana dengan perlakuan Aryan
"Aku akan mengenalimu jika kau mengenakan kalung ini. Tolong jagalah baik-baik kalung pemberian ibuku. Jika aku melihatmu mengenakan kalung ini walaupun wajah kita telah berubah, aku berjanji akan menikahimu setelah kita dewasa nanti" Ucap Aryan persis seperti ucapannya saat menyerahkan kalung ini pada Aluna sewaktu mereka kecil.
Aluna terharu dan menghambur memeluk suaminya sekaligus pangeran kecilnya yang selama ini ditunggunya
"Kakak, aku merindukanmu. Kau kemana setelah melarikan diri dari gudang itu?kau tau aku selalu mencarimu dan menunggumu setiap saat" Ucap Aluna terisak di dada bidang suaminya. Aryan mengecup puncak kepala istrinya dan mengelus lembut punggung Aluna yang terisak didadanya
"Saat itu aku dikembalikan pada keluargaku oleh pihak kepolisian. Mungkin inilah takdir yang kembali mempertemukan kita. Saat kau dilaporkan telah meninggal dunia, itu tak akan mengubah kenangan dan namamu yang tersimpan rapi dalam hatiku. Meskipun aku berusaha melanjutkan hidup dan mencintai orang lain, tapi cinta dan hatiku hanyalah untukmu Muni, hatiku hanya untukmu dari dulu, kini, hingga akhir nanti. Terimakasih telah menunggu dan mencintaiku dengan tulus sayang" Ucap Aryan mengusap lembut punggung istrinya
"Aku berjanji akan selalu melindungimu istriku"
Bersambung......
__ADS_1