
Setibanya di rumah sarah, Aluna dan ketiganya disambut dengan baik
"Anak-anak, mama sarah rindu kalian" Ucap Sarah merangkul ketiganya
"Mama sarah sejak kapan disini?" Tanya Filzah lembut
"Mama baru tiba kemarin sayang, yaudah sekarang kita masuk yuk. Mama sarah udah buatin makanan kesukaan kalian" Ucap sarah pada ketiganya
"Bunda, kami masuk dulu ya, bunda hati-hati di rumah, sering datang jenguk kami disini ya" Ucap Ezhar mendekati Aluna
"Iyah kakak, bunda akan ingat pesan kakak. Kakak juga jaga adek baik-baik disini ya" Ucap Aluna mengelus kepala Ezhar
"Iyah bunda, kami masuk dulu Assalamu'alaikum bunda" ucap Ezhar diikuti kedua adiknya dan menyalami tangan Aluna
__ADS_1
"Walaikumsalam anak-anak bunda" Ucap Aluna melambaikan tangan pada anak-anaknya yang memasuki rumah
"Tenanglah Aluna, aku akan menjaga anak-anak dengan baik" Ucap sarah membalas kekhawatiran Aluna
"Aku percaya padamu sarah. Aku pamit dulu ya, aku harus segera ke rumah sakit. Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam Aluna" Balas sarah
Aluna berjalan kaki menuju taman di dekat rumah sarah untuk menunggu taksi online pesanannya datang. Saat tengah menunggu Aluna dikejutkan dengan sapaan seseorang. Saat Aluna berbalik menatap orang yang memanggilnya, Aluna mulai gemetar tak karuan dan keringat dingin kembali membanjiri keningnya
"Menjauhlah dariku mas, kumohon" Ucap aluna ketakutan,air mata kembali menetes di pipinya
Aryan yang melihat Aluna akan melarikan diri refleks menarik tangan Aluna dan mendekapnya erat
__ADS_1
"Kumohon jangan tinggalkan aku lagi, aku hancur tanpamu sayang. Maafkan aku yang tidak memahamimu dulu. Maafkan Aku Aluna" Lirih Aryan meneteskan Air mata
Aluna yang mendengar ucapan suaminya mendorong keras tubuh aryan agar menjauh darinya
"Kenapa kau tak mendengarkanku dulu. Mengapa kau tak ada saat aku sendirian. Mengapa kau tak menemaniku saat berjuang melahirkan ketiga anakku. Mengapa bukan kau yang mengadzankan putra putriku, mengapa.. Hiks... Hiks... Hiks... " Ucap Aluna mengeluarkan beban hatinya yang dia simpan sendiri selama ini
"Kau mengira aku selingkuh bersama kekasihku bukan? ketahuilah kekasihku dan imamku hanyalah dirimu. Aku telah mengikhlaskan dan berhenti menunggu pangeran kecilku karena aku telah menjadi istrimu. Lalu mengapa kau hancurkan harapanku satu-satunya untuk bertemu teman masa kecilku. Aku hanya ingin meminta maaf padanya hiks.. Hiks.. Hiks.. " Tangis Aluna terdengar pilu bagi siapapun yang mendengarnya
"Maafkan aku Aluna, maafkan aku. Tapi kumohon izinkan aku bertemu dengan anak-anakku, jangan jauhkan aku dari mereka"Lirih Aryan berjongkok mengenggam tangan Aluna
"Mereka bukan anak-anakmu Aryan. Akulah ibu sekaligus ayah untuk mereka. Dimana kau saat anak-anakku menangis merindukan ayahnya. Dimana kau saat putriku membutuhkan perlindungan ayahnya. Kau tidak ada untuk putriku saat anak-anak yang lain menunjukkan ayah mereka padanya. Kau bukanlah Ayah mereka"Ucap Aluna melepas genggaman tangan Aryan dan berjalan menjauhi Aryan sambil terus terisak
"Aku tahu kata maaf tak cukup untuk membayar semua penderitaanmu. Aku memang suami dan ayah yang tak berguna. Kau selalu ada dan menemaniku disaat aku terbaring lemah tak berdaya. Tapi aku justru tak ada saat kau dan anak-anakku membutuhkanku. Ayah macam apa aku ini" Ucap Aryan memukul mukul kepalanya frustasi. Aryan yang tak pernah mengeluarkan air mata selama ini justru sebaliknya. Matanya yang sembab menatap Aluna yang kian menjauh
__ADS_1
"Maafkan aku Aluna.... "
Bersambung......