
"Saat kakek dan Marvel pergi dari kediaman Deandra, kakek akan menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu aryan tentang ini. Namun saat Aryan mulai siuman, aryan tak Terima dengan kondisinya yang lumpuh. Aryan bahkan menanyakan kepada kakek dengan kondisinya yang lumpuh, apakah Natasya akan menerima aryan lagi. Namun sebelum menjawab pertanyaan aryan, Natasya datang ke ruang rawat aryan sambil mengatai aryan dengan kata-kata yang tak pantas. Saat itu aryan begitu hancur. Aryan selalu mengurung dirinya dikamar dan selalu membanting setiap benda yang ada dikamarnya sampai pecah. Aryan seperti tak memiliki semangat hidup lagi setelah lumpuh dan kehilanga kekasihnya. Semakin hari kondisi cucuku semakin buruk, aryan mulai kehilangan pita suaranya dan tak dapat berbicara sampai sekarang" ucap kakek arkarendra menjelaskan kepada Aluna
Setelah mendengar cerita kakek arkarendra, Aluna mendekati aryan dan mengelus lembut kepala aryan dan mendekap Suaminya sambil berderai air mata. Aluna menyadari betapa sedih dan hancurnya hidup suaminya dulu. Aryan yang tak dapat menggerakkan tangannya memilih meletakkan kepalanya di pundak Aluna sambil mendengarkan tangisan Aluna yang semakin menjadi-jadi.
"Tapi Aluna, semenjak kehadiranmu disini membuat cucumu kembali tersenyum nak. Marvel juga memberitahu kakek kalau kau selalu menjaga dan mengurus cucu kakek dengan baik. Terimakasih ya nak karena kau mau menerima cucu kakek apa adanya. Disaat orang lain pergi meninggalkan cucu kakek, kau datang dengan mengulurkan tanganmu membantu cucu kakek keluar dari keterpurukan. Terimakasih banyak nak Aluna" ucap kakek arkarendra seraya berterimakasih kepada Aluna
"Kakek tidak perlu berterimakasih kepada aluna. Ini sudah tugas Aluna untuk menjaga dan mengurus cucu kakek. Mungkin inilah cara Tuhan mempertemukanku dengan jodohku yang sebenarnya.Mulai sekarang aluna akan menjaga cucu kakek dan kakek tak perlu khawatir lagi mengenai cucu kakek. Aluna akan selalu mencintai dan merawat cucu kakek dengan sepenuh hati" seru Aluna dengan senyuman tulusnya
__ADS_1
"Ya Tuhan,Terimakasih telah memberikanku wanita sebaik ini. Mungkin inilah jawaban-Mu setelah membiarkan aku hidup lebih lama lagi.Merasakan Hidup baru untuk menikmati cinta dan kasih sayang istriku. Mungkin wanita yang telah menjadi istriku saat ini adalah jawaban-Mu disetiap doaku. Terimakasih Ya Tuhan" batin aryan bahagia
"Kalau begitu, kakek titip cucu kakek sama kamu ya Aluna, jagalah cucu kakek dengan baik. Karena kakek harus kembali ke negara B untuk mengurus perusahaan disana. Kakek hanya singgah sebentar di Indonesia untuk melihat kalian berdua. Sekarang kakek akan lebih tenang mengurus perusahaan dan berkumpul bersama anak kakek disana. Terimakasih Aluna. Sampai jumpa" ucap kakek arkarendra sambil beranjak dari tempat duduknya. "Baiklah kek, mari Aluna antar sampai depan pintu". Ucap Aluna tersenyum dan beranjak mengantar kakek Arkarendra.Setelah kembali dari mengantar kakek arkarendra, Aluna mulai melakukan tugasnya sebagai seorang istri untuk Aryan
POV Aryan
setelah aku divonis mengalami kelumpuhan, aku tak menerima dengan keadaan ku, aku bahkan merasa diriku tidak berguna lagi. Namun aku teringat dengan Natasya, aku yakin dia akan menerimaku karena kami berdua saling mencintai. Namun Harapanku musnah ketika suatu pagi Natasya mengunjungiku di rumah sakit dan membatalkan pernikahan kami. Dia mengatakan banyak perkataan yang mematahkan hatiku, bahkan dia berpikir jika aku tak akan pernah sembuh dan jika aku menikah dengannya, maka hidupnya akan menderita dan sengsara karena mengurusi orang cacat sepertiku.
__ADS_1
Sejak itu aku selalu berdoa agar bisa menikmati bahagia setelah derita yang kualami. aku berharap jika Tuhan mengizinkanku untuk tetap hidup, doaku masih tetap sama, dengan siapapun aku kelak, semoga yang ditakdirkan hidup bersamaku adalah seseorang yang menyayangiku dengan tulus serta menjagaku dengan sabar.
Doaku dikabulkan dan benar saja Tuhan memberikanku hidup lebih lama dan memberiku seorang pendamping hidup terbaik. Saat aku pertama kali melihatnya, aku merasa wajahnya tak asing bagiku. Malaikat tak bersayap yang selalu menjaga dan merawatku dengan sepenuh hatinya. Wanita yang memberikan kembali tujuan hidupku agar selalu membahagiakannya.
Saat aku menatap matanya, hanya ada ketulusan disana. sejak itu aku mulai membuka hatiku untuknya dan berkat kebaikan serta kesabarannya merawat dan menjagaku, aku mulai mencintainya. Wanita yang datang mengulurkan tangannya disaat semua orang pergi menjauh dariku. Wanita lembut dan penyabar yang selalu mengurus Mayat hidup sepertiku tanpa ada rasa lelah dan mengeluh.
Wanita itu adalah anugerah yang begitu kusyukuri memilikinya. jika aku bisa berbicara, ingin ku katakan pada dunia bahwa aku adalah lelaki paling beruntung karena bisa memiliki dan menjadi milikmu Aluna Mutya Burhan. Wanita sederhana yang memiliki hati seperti malaikat dan aku mencintaimu istriku.
__ADS_1
Tetaplah bersamaku dan teruslah genggam tanganku agar kita berbahagia sampai kita menua bersama nanti.
Bersambung....