Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 49. Keputusan Aluna


__ADS_3

"baiklah Dean, sarah, aku setuju dengan tawaran kalian" Ucap Aluna mantap


sarah terharu beranjak dan memeluk Aluna


"Aku tahu ini pasti berat untukmu, dan ini juga berat bagiku karena harus berpisah dengan anak-anak yang telah kuanggap seperti anakku sendiri, terimakasih banyak Aluna" Ucap sarah berlinang


"aku yang seharusnya berterimakasih pada kalian, jika tanpa bantuan kalian, aku tak akan mengetahui bagaimana masa depanku dan anak-anakku sampai saat ini, terimakasih kalian telah banyak membantuku, mungkin sudah saatnya aku membalas setiap kebaikan kalian" Ucap Aluna membalas pelukan sarah


"Terimakasih Aluna, aku akan menyediakan tempat tinggal kalian disana, dan jika ada sesuatu yang menganggu pikiranmu, beritahukan kepada kami" Ucap Dean tersenyum dan merangkul sarah


"Baiklah, aku akan kembali ke kotaku 5 hari lagi, untuk sekarang aku pamit dulu yah, aku harus menjemput anak-anakku" Ucap Aluna tersenyum dan melangkah keluar


"Terimakasih Aluna, aku akan merindukanmu dan juga anak-anakmu" Gumam Sarah menatap punggung Aluna yang menjauh


Aluna memesan taksi online untuk segera menjemput anak-anaknya yang sebentar lagi akan pulang. Saat dalam perjalanan Aluna mendapat panggilan dari kepala sekolah tempat anak-anaknya belajar


"Halo, dengan bu Aluna" tanya bu kepala sekolah


"Iyah bu, dengan saya sendiri. Ada apa ya bu?" Tanya Aluna penasaran


"apa bisa ibu Aluna temui saya di kantor saya, ada yang ingin saya bahas mengenai anak-anak ibu" Ujar bu kepala

__ADS_1


"baiklah bu sebentar lagi saya kesana" Ucap Aluna dan mematikan sambungan sepihak


"apa yang dilakukan anak-anakku di sekolah ya? Semoga semuanya baik-baik saja" batin Aluna


Setibanya Aluna di ruang kepala sekolah "permisi bu kepala sekolah, ada yang bisa saya bantu" Ucap Aluna yang duduk di depan meja bu kepala sekolah


"Iyah bu Aluna, langsung saja Saya hanya ingin memberitahu ibu tentang keluhan guru-guru yang mengajar di ruang kelas anak anda" ucap bu Kepala sekolah "Keluhan? Apa anak-anak saya melakukan kesalahan bu" Tanya Aluna


"Bukan begitu bu, justru anak ibu sangat pintar dan berbakat, guru-guru mengeluh jika anak-anak ibu telalu pandai untuk anak seumuran mereka, mereka bahkan pandai membaca dan menghitung ratusan angka yang ditanyakan guru mereka, seharusnya mereka tidak bersekolah disini bu"


Aluna melongo tak percaya dengan ucapan bu kepala sekolah


"benar sekali bu, tapi sekolah ini tidak cocok untuk mereka, lebih baik ibu daftarkan anak ibu untuk bersekolah di sekolah dasar saja" ucap bu kepala sekolah ramah


"baiklah bu, kalau begitu saya pamit ya bu anak-anak saya pasti sudah menunggu" Ucap Aluna menjabat tangan bu kepala sekolah


"Baiklah bu Aluna, silahkan" Aluna mengangguk dan keluar mencari anaknya


"Sebegitu pintarnya kah anak-anak ku? Tapi mereka kan masih sangat kecil, bahkan di usia mereka yang beranjak 3 tahun mereka telah pandai membaca dan menulis" batin Aluna berselidik


Saat tengah berjalan menuju kelas anak-anaknya, Aluna mendengar tangisan anak perempuan yang dia kenali sebagai tangisan putrinya. Aluna mengikuti sumber suara dan mendapati ketiga anaknya tengah duduk di kursi taman sedangkan Filzah terus menangis

__ADS_1


"Bunda..." Ucap Filzah berlari memeluk Aluna diikuti Ezhar dan izhar di belakangnya "Ada apa sayang? anak bunda yang paling cantik kok nangis" Ucap Aluna menghapus air mata putrinya


"Maafin kakak ya bunda yang nggak bisa jagain adek" ucap Ezhar menunduk diikuti izhar


"Ada apa anak-anak, coba cerita sama bunda" ucap Aluna mengelus puncak kepala ketiga anaknya


"tadi waktu Filzah kumpul bareng teman-teman Filzah, mereka membicarakan tentang ayah mereka, Filzah nggak ikut bicara karena Filzah nggak pernah ketemu ayah, mereka menertawakan Filzah dan mereka mengatakan jika Filzah anak haram" ucap Filzah terisak dan memeluk Aluna, sedangkan hal yang paling Aluna hindari telah terjadi dan menimpa putrinya, Aluna tersenyum berusaha menenangkan anak-anaknya


"Siapa bilang adek sama kakak anak haram? Kan kalian punya bunda, kalian juga punya ayah, hanya saja saat ini ayah bekerja di tempat yang jauh jadi tak sempat pulang" ucap Aluna menenangkan putrinya


"sekali lagi ibu berbohong tentang ayah kita kakak" bisik izhar pada kakanya


"Nanti kakak coba cari tahu tentang ayah kita ya dek" balas Ezhar setengah berbisik


"jadi Filzah punya ayah kan bunda" ucap Filzah menghapus air matanya


"tentu saja sayang, sekarang adek tenang yah, Kalau ayah pulang terus lihat anaknya yang paling cantik ini menangis, nanti bunda bilang apa sama ayah" ucap Aluna tersenyum


"hehe maaf yah bunda, kita beli eskrim yuk" cengir Filzah menggandeng kedua kakanya dan berjalan mendekati truk penjual eskrim "maafkan bunda ya nak yang berbohong lagi pada kalian" batin Aluna mengikuti langkah kecil anak-anaknya


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2