
"Makanannya jangan lupa dihabiskan ya anak-anak, kalian jangan jajan sembarangan" ucap Aluna memasukkan kotak makanan dalam ransel anak-anaknya
"baik bunda" ucap ketiganya serentak dan memakai ransel masing-masing
"Bunda hari ini setelah selesai sekolah kami akan mengerjakan tugas kelompok bersama teman kami di rumahnya, nanti bunda jemput kami di taman ya, karena rumah teman kami dekat dengan taman" Ucap Ezhar
"Maafkan kakak yang telah membohongi bunda" batin Ezhar bersalah
"Tetap jagain adek saat kerja kelompok nanti ya kakak" pinta Aluna lembut "baik bu"
Setelah memastikan anak-anaknya masuk kelas, Aluna bergegas ke rumah sakit karena baru saja menerima telepon bahwa ada pasien yang harus segera ditangani
"Kakak, bagaimana apa kita jadi menemui ayah di kantornya hari ini?" Tanya Filzah antusias setelah mendengar bunyi bel pulang
"iya dong dek, ayo kita ke kantor ayah segera" Ucap Ezhar mengandeng kedua adiknya
"Tuan Aryan, rapat selanjutnya akan dimulai pukul 4 sore di perusahaan Aditama grup" ucap Vivian pada aryan yang baru saja tiba dari meeting sebelumnya
"Baiklah Vivian" ujar Aryan
__ADS_1
"Ayah.... " Teriak Filzah yang melihat Aryan yang berjalan msuk ke dalam kantor. Aryan yang mengenali suara Filzah berbalik dan mendapati ketiga anak kecil yang dia temui kemarin tengah berjalan kearahnya. Aryan tersenyum dan berjongkok merentangkan tangannya menyambut anak perempuan kecil yang selalu menganggu pikirannya "Ayah... Adek rindu" ucap Filzah memeluk Aryan
"ayah juga merindukanmu sayang" ucap Aryan mengelus rambut Filzah sedangkan Vivian melongo tak percaya dengan ucapan anak itu yang memanggil Aryan dengan sebutan ayah dan tindakan Aryan yang menyambut ketiga anak tersebut
"Siapakah anak-anak ini. Mengapa gadis kecil itu memanggil Tuan Aryan dengan sebutan Ayah? Apakah mereka adalah anak-anak Tuan Aryan. Tapi Nyonya Aluna belum juga ditemukan sampai sekarang. Lalu siapakah anak-anak ini?" Batin Vivian berselidik
"Paman apa bisa kami berjalan-jalan melihat perusaanmu?"Tanya Ezhar
"tentu saja nak, dan Vivian tolong temani mereka mengelilingi perusahaan" ucap Aryan
"baiklah tuan, ayo anak-anak" ucap Vivian lembut dan mengajak Ezhar dan izhar berkeliling perusahaan
"hehe Filzah pengen sama ayah aja, boleh nggak" Cengir Filzah. Aryan tersenyum dan mengandeng tangan kecil Filzah untuk ke ruangannya
Semua orang yang melihat Tuan besar mereka mengandeng seorang anak kecil yang begitu mirip dengannya membulatkan matanya, para karyawan wanita berpikir jika Filzah adalah anak dari Aryan, mereka tersenyum miris melihat kedekatan Ayah dan anak itu
"Wah, ruang kerja ayah tak kalah indah dengan gedung perusahaan ayah" ucap Filzah berbinar saat memasuki ruang kerja Aryan
"Benarkah?" Tanya aryan lembut
__ADS_1
"Iyah ayah, adek nyaman disini, jadi apa adek boleh sering main di kantor ayah bersama kakak?" pinta Filzah
"Tentu saja sayang" ucap Aryan tersenyum Filzah duduk di sofa dan mulai mengerjakan tugas Sekolahnya, sedangkan Aryan duduk di kursi kebesarannya sambil menatap fokus layar komputer
Setelah mengerjakan tugasnya, Filzah mengeluarkan kertas dan pensil dari ranselnya untuk menggambar. Aryan yang penasaran melihat kegiatan Filzah beranjak dari kursi kebesarannya dan duduk disamping Filzah
"Adek lagi gambar apa?"Tanya Aryan
"Adek lagi gambar keluarga, Ayah" Ucap Filzah tersenyum pada Aryan dan mulai fokus pada kegiatan menggambarnya.
Aryan mengamati Filzah yang menggambar wajah kedua kakaknya, wajahnya dan juga wajah Aryan. Aryan takjub melihat Filzah yang masih kecil tapi bisa membuat gambar yang terlihat seperti Asli
"Gambar adek bagus, Lalu siapakah yang berada disamping Ayah jika adek dan kakak berdiri di depan Ayah?" Tanya Aryan yang melihat Filzah mengambar seorang yang belum jadi
"Adek menggambar bunda disamping ayah, tapi belum selesai karena wajah bunda akan adek gambar sangat cantik sesuai wajah bunda" Ucap Filzah mengingat wajah ibunya
"Anak yang pintar. Aku jadi penasaran siapa ibu dari anak-anak ini" Batin Aryan
Bersambung......
__ADS_1