
Aluna dengan telaten memakaikan pakaian kepada suaminya. Aluna sama sekali tak mengeluh tentang berapa susahnya memakaikan pakaian kepada Aryan, Justru Aluna terus tersenyum sepanjang kegiatannya. Setelah memakaikan aryan pakaian, Aluna mendorong kembali kursi roda suaminya ke depan cermin dan mulai mengeringkan rambut aryan yang basah
Dilanjutkan dengan Aluna yang menyisir rambut suaminya sehingga menampakkan ketampanan Aryan yang begitu indah. Saat menoleh ke cermin, Aluna dibuat takjub oleh ketampanan suaminya. Aluna tak berhenti memandangi pahatan indah yang diciptakan Tuhan pada wajah suaminya lewat cermin di hadapannya
" Tampan " gumam Aluna tak sadar yang bisa didengarkan oleh Aryan. Melihat Aluna yang terus menatapnya lewat cermin Aryan menggulung senyumnya1. Setelah selesai menyisir rambut suaminya, aluna kemudian membantu aryan untuk duduk bersandar di sandaran ranjang.
"Mas, Aluna kebawah dulu yah, sepertinya ada sesuatu yang tertinggal di dapur tadi" pamit Aluna, Sementara aryan hanya mengangguk mengiyakan permintaan istrinya.
__ADS_1
Saat Aluna menuju kedapur, di kamar mereka ada seorang pelayanan wanita yang datang membawa nampan makanan untuk Aryan "Tuan saya membawakan makanan untuk tuan, saya suapi yah tuan" ucap gadis pelayan tersebut. Tetapi aryan terus menggelengkan kepalanya ketika wanita tersebut akan menyuapinya
Karena aryan yang terus menolak makan dengan menggelengkan kepalanya, pelayan wanita itu naik pitam lalu mencengkram kuat dagu aryan agar dia membuka mulut dan benar saja saat mulut aryan terbuka karena cengkraman kuatnya, pelayan tersebut langsung menyuapkan paksa bubur buatannya kedalam mulut aryan. Namun aryan tetap menolak menelan makan tersebut. Aryan memuntahkannya dan hal itu menyebabkan dagu dan pakaian Aryan kotor "Tuan,ayo dimakan makanannya,jangan dimuntahkan" Ucap pelayan itu mencoba sabar menghadapi Tuannya tapi Aryan menggeleng dan tetap menuntahkan makan yang dimasukan paksa oleh pelayan itu
Karena emosi yang sudah mengusai ubun-ubun membuat pelayanan tersebut menampar keras pipi Aryan saat Aluna membuka pintu kamarnya
"PLAK.. " suara tamparan keras menggema diruangan itu "HEI, APA YANG KAU LAKUKAN" teriak Aluna marah karena ada orang yang berani menyakiti suaminya tepat dihadapannya sendiri. Menyadari teriakan nona mudanya, membuat pelayanan itu gemetar dan seketika keringat membashi wajahnya "siapa kau!! Berani sekali kau masuk ke kamar ini dan berani sekali kau memperlakukan majikanmu secara kasar" ucap Aluna marah
__ADS_1
"Ma.. Maafkan Sa... Saya nyonya. Sa.. ya hanya mengantar makanan untuk tuan muda" "DIAM" teriak Aluna
Pelayanan itu seketika gemetar ketakutan dan menundukan kepalanya. Aluna pun mendekati pelayanan itu seraya berbisik "jika kau berani masuk lagi dan memaksa suamiku memakan makananmu, maka aku akan menjadi elang yang siap menyantapmu hidup-hidup. Kau mengerti!! " bisik Aluna menekan setiap kalimatnya. Mendengar ancaman Aluna membuat pelayanan wanita itu lari meninggalkan kamar suami istri tersebut. Sementara Aryan tertawa renyah dalam hatinya
Setelah mengontrol nafasnya yang memburu, Aluna berjalan mendekati Aryan. Setelah Aluna duduk dihadapan Aryan, dengan lembut Aluna mengelus pipi bekas tamparan pelayanan tadi sambil tersenyum. Aluna juga membersihkan baju Aryan yang kotor karena menolak makanan yang diberikan oleh pelayanan tadi. Tak lupa Aluna membersihkan dagu Aryan dengan lembut tanpa rasa jijik sedikitpun. Aryan yang melihat Aluna membersihkan dagunya tanpa rasa jijik pun ingin sekali memeluk tubuh gadis yang telah menjadi istrinya
"Andai aku bisa memelukmu sekali saja Aluna. Sekarang aku percaya jika masih ada wanita tulus yang Tuhan ciptakan untukku"
__ADS_1