
Flashback on
Supir yang setengah sadar dengan tenaganya yang masih tersisa berusaha memacu kendaraannya agar secepatnya tiba di Mansion Arkarenda. Saat tiba di Mansion Arkarenda, sang supir berjalan dengan sempoyongan sambil mencari Tuan Muda nya. Beruntung saat itu Aryan dan Marvel sedang berkumpul di ruang keluarga untuk urusan bisnis
Supir tersebut mendekati kedua pria tampan itu dan mulai menceritakan kejadian yang baru terjadi saat mengantar Nyona Mudanya
"Tuan muda, maafkan saya, saya telah gagal melindungi nona muda" Ujar supir tersengal-sengal "Apa maksudmu pak" Tanya Aryan kebingungan, Supir kemudian bercerita tentang kejadian yang dialaminya bersama Aluna di perjalanan tadi. Aryan mengeraskan rahangnya saat mendengar apa yang dilakukan preman itu kepada Aluna. Setelah selesai memberitahu Tuan mudanya, supir tersebut ambruk tak sadarkan diri
__ADS_1
" Tenanglah Yan, kita akan melacak keberadaan Aluna sekarang" Ucap Marvel menenangkan aryan yang akan naik pitam. Setelah berhasil melacak Aluna dengan Menggunakan GPS smartphone Aluna, Marvel menunjukannya kepada aryan. "Yan,lihat aku sudah berhasil melacak keberadaan Aluna, lokasinya sangat jauh sekitar 40 kilometer dari sini. Saat ini sinyalnya mengarah di sebuah hutan lebat di kota sebelah" ucap Marvel menunjukkan laptopnya kepada Aryan
"Baiklah Vel, ayo kita berangkat sebelum terjadi sesuatu pada istriku" Setelah itu mereka pergi bersama dengan beberapa anggota mereka untuk mencari keberadaan Aluna
Flashback off
"MAS.... " teriak Aluna melihat preman di belakang Aryan yang memegang pipa bersiap menghantam kepala Aryan. Aryan refleks menunduk, mengambil alih tongkat yang melayang diatas kepalanya dan menghantam keras preman tersebut hingga tak sadarkan diri dan darah yang mengalir di mana-mana.
__ADS_1
Setelah semua preman tumbang aryan mendekati tante Rina dan.. "PLAK.... " tamparan keras mendarat tepat di pipi kirinya dan mengeluarkan darah segar "Ini karena kau menghianati dan mengotori nama keluarga Arkarendra" dan "PLAK... " Tamparan kedua mendarat mulus kembali di pipi kanan Rina "ini karena kau berani menyakiti istriku"Ucap Aryan marah
Jika bukan adik dari ayahnya, mungkin Rina sudah dilempar keluar jendela oleh Aryan " Marvel bawa dia dan seret dia ke jeruji besi" perintah Aryan kepada Marvel. Marvel patuh dan mulai mengeret Rina secara paksa "Aryan maafkan tante nak, ARYAN.... " Teriak Rina yang tak lagi dihiraukan oleh Aryan
Aryan mengontrol nafasnya dan berjalan mendekati istrinya. Dengan perlahan melepas tali yang melilit tubuh istrinya, dan Setelah tali yang melilit tubuhnya terlepas, Aluna langsung memeluk suaminya sambil terisak di pundak bahu aryan. Aryan membalas dekapan istrinya sambil mengelus lembut kepala Aluna agar ia tenang dan berhenti menangis
"Aku pikir setelah ini aku tak akan bertemu lagi denganmu mas"Ucap Aluna terisak, Aryan tersenyum dan menghapus air mata istrinya " Bukankah kau pernah berjanji akan selalu bersamaku?maka aku juga akan mencari cara untuk tetap bersamamu" Aluna tersenyum sambil mendekap suaminya
__ADS_1
Saat salah satu preman bangkit sambil memegang pisau mendekati aryan, Aluna refleks menahan tangan preman itu saat akan menikam Aryan dari belakang, menyadari hal itu, Aryan langsung menendang pisau dan kembali membogem mentah preman itu hingga tak sadarkan diri. Tak berselang lama, Aluna pingsan karena kelelahan dalam dekapan suaminya. Menyadari tak ada pergerakan dari Aluna, Aryan refleks mengendong istrinya yang tak sadarkan diri sambil tersenyum