
"Aryan tunggu, dengarkan penjelasan Aluna dulu" pinta Marvel menahan Aryan
"tidak ada yang perlu dia jelaskan padaku, ternyata dia sama liciknya dengan Natasya. Semua wanita sama saja, tak ada yang benar-benar tulus,semua hanya kebohongan yang mereka gunakan untuk menyembunyikan niat mereka sebenarnya" Ucap Aryan mengontrol emosinya
"tapi Aluna bukan wanita seperti itu Aryan" ujar Marvel
"sudahlah Marvel, lebih baik kau ke kantor sekarang" Ucap Aryan memasuki ruang kerja di rumahnya dan membanting pintu cukup keras
"Semoga kau segera mengetahui sesuatu dibalik tindakan Aluna tadi. Aku tahu Aluna adalah wanita baik-baik. Semoga kau dapat mengerti" lirih Marvel meninggalkan kediaman Arkarendra
"Dokter bagaimana kondisi teman saya?" Tanya Aluna melihat dokter keluar dari Ruang rawat Dean
"Alhamdulillah kondisi dokter Dean sudah lebih baik. Tidak terdapat luka dalam dan memar di tubuh dan wajahnya tidak terlalu parah dan akan segera membaik" ujar dokter ramah
"Terimakasih dokter" ucap Aluna dan diangguki dokter. Aluna segera masuk untuk melihat kondisi temannya akibat ulah suaminya
__ADS_1
"Dean, maafkan aku hiks.. Hiks.. Karena ulahku suamiku telah melukaimu seperti ini" Ucap Aluna terisak
"tidak apa-apa Aluna, sudah kuduga hal ini pasti terjadi. Kau tenanglah, kau sudah dengar kata dokter bukan kalau aku akan baik-baik saja" ucap Dean tersenyum menenangkan Aluna yang masih terisak
"lebih baik kau temui suamimu, jelaskan yang sebenarnya terjadi sebelum kesalahpahaman membawamu lebih jauh dari suamimu" ujar Dean lembut
"Baiklah Dean, terimakasih banyak dan maafkan suamiku yah" pinta Aluna sambil menghapus air matanya dan diangguki Dean sambil tersenyum
"pergilah, temui suamimu" ucap Dean lemah dan Aluna segera keluar dari ruang rawat Dean menuju Mansion Arkarendra
"Walaikumsalam nona, nona apa yang terjadi? Sejak tadi Tuan aryan selalu marah dan menghancurkan semua barang-barang di ruang kerjanya nona" ucap mbok rara panik
Aluna segera berlari menuju ruang kerja suaminya dan benar saja saat ini semua benda di ruang kerja Aryan hancur tak berbentuk. Aluna segera bersimpuh dan memeluk kaki suaminya
"Mas tolong dengar kan aku" isak Aluna namun aryan dengan kasar menarik kakinya "Pergi kau, jangan berani kau muncul dihadapanku, aku menyesal karena mencintaimu, kau sama saja dengan Natasya, Sama-sama MURAHAN"Teriak Aryan kesal
__ADS_1
"Tolong mas jangan berkata seperti itu" isak Aluna kembali memeluk kaki Aryan
"Lebih baik kau pergi Aluna, sebelum aku hilang kendali dan melakukan hal-hal yang kau sesali nantinya"
"Tapi mas dengarkan aku dulu"
"PERGI...." Teriak Aryan menarik paksa tangan Aluna dan mendorong nya hingga keluar dari ruang kerjanya. Aryan menarik jasnya dan langsung pergi dari kediaman Arkarendra
"Kau boleh membenciku mas, tapi dengarkan penjelasanku dulu hiks...hiks..." lirih Aluna menatap punggung Aryan yang kian menjauh
Melihat kedua majikannya sedang bertengkar, mbok rara segera mendekati Aluna dan memeluknya "mbok tolong jelaskan pada mas Aryan mbok, tolong hiks.. Hiks.." suara tangisan Aluna terdengar pilu bagi siapapun yang mendengarnya
"sabar nona sabar" Ucap mbok rara menenangkan Aluna namun seketika Aluna jatuh tak sadarkan diri "Nona Aluna, bangun nona, TOLONG.."Teriak mbok rara sambil menepuk pipi Aluna namun tetap tak ada respon dan tanda-tanda Aluna akan sadar. Dengan dibantu beberapa pelayanan mbok rara mengangkat tubuh Aluna ke kamarnya. Aluna terus mengeluarkan air mata saat tengah terbaring tak sadarkan diri
Bersambung....
__ADS_1