Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 35. Mati Lampu


__ADS_3

Aryan yang tertawa terbahak-bahak seketika terhenti karena melihat wajah istrinya yang terus menunduk


"Ada apa sayang?" Tanya Aryan lembut sedangkan Aluna hanya menggeleng pelan "Maafkan aku sayang. Harusnya aku bahagia karena kau pulang. Tpi aku malah mengerjaimu. Maafkan suamimu ini sayang" ucap Aryan memeluk Aluna


"nggak apa-apa kok mas, aku justru bahagia melihatmu kembali" ucap Aluna tersenyum dan membalas pelukan suaminya


"Suamiku, aku punya sesuatu untukmu" ucap Aluna sambil mengeluarkan isi kotak kecil yang dipegangnya. Aryan melihat isi kotak pemberian Aluna dengan ekspresi yang tak bisa dimengerti Aluna


"Maaf yah mas jika pemberianku tak seperti yang kau inginkan" Ucap Aluna mengenggam tangan Aryan


"Apa maksudmu sayang? Ini adalah hadiah pemberian istri tercintaku, walau bagaimanapun bentuk dan harganya,Aku akan tetap menerimanya dengan sepenuh hatiku" ucap Aryan tersenyum manis


"kalau begitu dapatkah kau pakaikan padaku sayang" imbuhnya lagi


"Tentu saja mas" Ucap Aluna tersenyum bahagia dan memakaikan jam tangan pemberiannya di pergelangan tangan Aryan


"Terimakasih istriku" Ucap aryan mengecup kening Aluna


"Sama-sama suamiku, sekarang kita makan yuk, aku sudah menyiapkan makanan kesukaan mu"


"baiklah sayang pasti rasanya enak, tapi lebih enak lagi jika disuapi oleh istri tercinta" Aluna tersenyum dan menganggukan kepalanya

__ADS_1


"Syukurlah mas kau menyukai benda pilihanku" batin Aluna tersenyum dan mengenggam tangan Aryan menuju ruang makan


"Mas apa pegalnya udah hilang?" tanya Aluna sambil memijat kaki aryan yang tengah menatap laptopnya di atas ranjang


"Tentu sayang, setelah disentuh olehmu kakiku kembali sehat seperti sebelumnya"


"Alhamdulillah, mas jangan lupa minum obatnya yah, dan jangan berdiri terlalu lama karena kaki mas masih dalam tahap pemilihan" ucap aluna menjelaskan


"Tentu saja sayang"Jawab Aryan


" MAS........ "Teriak Aluna ketakutan karena listrik yang tiba-tiba padam. Aluna phobia akan kegelapan karena sewaktu usianya sepuluh tahun dia dijebak oleh saudara tirinya didalam gudang yang sempit dan gelap


"Tenanglah sayang, aku disini" Ucap Aryan menyalahkan senter ponselnya. Aluna yang masih ketakutan mendekap dan bersembunyi di dada bidang suaminya. Aryan yang merasakan nafas Aluna yang memburu dan tubuhnya yang gemetar, mengelus lembut punggung Aluna mencoba untuk menenangkannya


Tak berselang lama listrik kembali menyala menyinari ruangan. Aluna perlahan membuka mata dan melepaskan diri dari pelukan suaminya "Terimakasih ya mas" Ucap Aluna lega


"Sama-sama sayang" Ucap Aryan mengelus keringat di kening istrinya


Drt..... Drt...... (Ponsel Aluna berdering) Aluna beranjak menuju balkon kamarnya untuk menjawab panggil tanpa nama tersebut


"Assalamu'alaikum, dengan siapa ini?" Tanya Aluna

__ADS_1


"Walaikumsalam Aluna ini aku Dean teman SMA mu. Kau masih mengingatku kan" ucap seseorang di seberang sana


"Ah Dean tentu saja aku mengingatmu. Bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Aluna "Aku baik-baik saja Aluna, maaf menelpomu malam-malam begini. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu Aluna" Ujar Dean


"Apa yang ingin kau sampaikan Dean?" Tanya Aluna penasaran


"lebih baik jika kita bertemu dan membicarakannya secara langsung Aluna" Pinta Dean


"baiklah Dean besok kita bertemu di restoran xxx yah"


"baiklah Aluna" jawab Dean dan sambungan telepon dimatikan secara sepihak


"Ada apa sayang? Siapa yang menelponmu? "Tanya Aryan melihat Aluna yang berjalan mendekatinya


"dia temanku mas, katanya ada sesuatu yang ingin disampaikannya kepadaku dan dia akan memberitahuku secara langsung. Jadi bolehkah aku keluar besok pagi mas?" tanya Aluna


"tentu saja sayang. Nanti kau diantar supir yah" Ucap Aryan menatap layar laptopnya


"baiklah mas" ucap Aluna tersenyum dan beranjak tidur disamping suaminya


"Semoga semuanya baik-baik saja esok" batin Aluna seraya menutup mata

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2