Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh

Cinta Untuk Tuan Muda Lumpuh
BAB 59. Jangan Ambil Anakku Dariku


__ADS_3

"Aluna... " Lirih Aryan bahagia menemukan kembali istrinya yang selama ini menghilang. Namun melihat Aluna yang ketakutan dan terus berjalan mundur sambil merangkul kedua putranya, Aryan melangkahkan kakinya mendekati Aluna sambil mengenggam tangan Filzah untuk menjelaskan semua yang telah terjadi


"BERHENTI DISITU" Teriak Aluna ketakutan. Menyadari jika ibunya ketakutan Filzah melepaskan tangannya dari genggaman Aryan dan berlari memeluk Ibu dan kedua kakaknya


"Aluna kumohon dengarkan aku dulu" Pinta Aryan menahan air matanya


"kumohon jangan mengambil anak-anakku dariku" Ucap Aluna berlinang sambil terus mendekap ketiga anaknya


"Sayang kalian ikut bunda ya" Ucap Aluna beralih merangkul ketiga anaknya dan berjalan cepat meninggalkan Aryan yang mematung ditempat


Ketiga bocah itu yang mengerti kondisi ibunya berhenti bertanya dan terus berjalan mengikuti langkah Aluna yang masih terisak


Tak mau kehilangan istrinya kembali, Aryan berlari dan mengejar Aluna


"Kumohon maafkan aku Aluna" Ucap Aryan yang melihat Aluna dan anak-anaknya telah menaiki taksi dan berjalan menjauh


Aryan berlari mengejar taksi tersebut dan tepat di depan perusahaannya, Aryan dengan cepat menaiki mobilnya kemudian melaju mengikuti taksi yang membawa istrinya


"Pak tolong percepatan lagi" Ucap Aluna panik melihat Aryan yang mengikutinya dari belakang


"Kumohon maafkan aku Aluna. Jangan pergi lagi dari hidupku" Ucap Aryan masih terus mengejar taksi yang dinaiki istrinya

__ADS_1


Aluna memerintahkan supir untuk terus berbelok di setiap persimpangan yang mereka lewati. Dan berkat kelincahan supir yang berbelok mengambil jalan pintas, Aryan kini tak terlihat lagi


"Syukurlah" Gumam Aluna lega. Aluna kembali memerintah supir untuk menuju ke alamat rumahnya, supir tersebut mengangguk dan mulai mengikuti arahan penumpangnya


Setelah tiba di gerbang rumahnya


"Pak terimakasih telah menolong saya dari orang tadi. Ini ada beberapa semoga dapat membantu bapak" Ucap Aluna memberikan beberapa uang kertas pada supir taksi yang dinaiki nya


"Sama-sama nyonya, kalau begitu saya permisi" Ucap supir ramah dan diangguki Aluna


"Anak-anak ayo kita masuk" Ajak Aluna pada ketiga buah hatinya. Aluna berusaha tegar dan tersenyum agar anak-anaknya tidak terlalu mengkhawatirkannya


"Baik bunda" Ucap ketiganya serentak dan mulai memasuki rumahnya. Mereka tak mau menambah beban pikiran bundanya dengan banyaknya pertanyaan yang mereka ingin ajukan. Mereka memilih memendam pertanyaannya sendiri dan akan bertanya pada ibunya jika ibunya telah kembali tenang


Sementara Aryan yang diam-diam mengikuti taksi Aluna berhenti tak jauh dari rumah Aluna dan memperhatikannya hingga Aluna hilang di balik pintu


"Aku akan menemuimu lagi Aluna. Maafkan aku yang tak mengerti dengan hatimu. Aku tak ada bersamamu saat kau melewati masa sulitmu sendirian. Terimakasih telah mendidik dan menjaga anak-anakku dengan baik. Kuharap kau bisa menerimaku dan kembali hidup bersamaku" Batin Aryan menjalankan mobilnya menjauh dari kediaman Aluna


"Apa pria tadi adalah ayah kita kak?" Tanya filzah yang berkumpul di kamar kakaknya setelah makan malam


"Entahlah dek, reaksi bunda saat melihat pria tadi seperti orang yang ketakutan" Jawab Izhar

__ADS_1


"Iyah benar,tadi bunda selalu berjalan mundur dan merangkul kita saat paman itu mendekatinya. Mungkin bunda takut jika paman itu mengambil kita" Balas Ezhar


"Tenang ya dek, jika bunda sudah lebih baik dan bisa berbicara, maka kita akan bertanya padanya tentang paman tadi" Ucap Ezhar merangkul kedua adiknya dan diangguki keduanya


Aluna yang mendengar obrolan anak-anaknya kembali terisak dan berlari ke kamarnya. Aluna takut jika Aryan akan mengambil anak-anaknya darinya.


Keesokan harinya di meja makan


"Anak-anak hari ini dan beberapa hari berikutnya adalah hari libur sekolah karena kelas 6 yang yang tengah ujian sekolah. Semalam mama sarah telepon bunda jika dia ingin kalian tinggal bersamanya untuk 4 hari saja. Apa kalian setuju hmm?" Tanya Aluna lembut


"Lalu bunda bagaimana? Siapa yang akan menjaga bunda disini?" Tanya Filzah


"Bunda baik-baik aja kok, nanti bunda akan mengunjungi kalian di rumah mama sarah" jelas Aluna


"Baiklah bu, kami setuju" Ucap Ezhar mewakili kedua adiknya


"Baiklah anak-anak. Yuk bunda akan membantu mengemas pakaian kalian" Ucap Aluna tersenyum dan diangguki ketiga anaknya


Aluna sengaja menitipkan anaknya pada sarah yang baru tiba kemarin karena takut jika Aryan melihat mereka dan mengambil anak-anaknya darinya. Selama membantu anaknya mengemas pakaian dan mengantar anak-anaknya ke rumah sarah, Aluna tak henti-hentinya bercerita agar ketiga anaknya tersenyum dan melupakan kejadian kemarin.


"Maafkan bunda anakku" lirih Aluna menatap ketiga anaknya yang tertawa mendengar ceritanya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2