
Salsa yang selalu membenci Aluna mengambil kesempatan dengan mendorong Aluna hingga tercebur kedalam kolam. Melihat Aluna yang tak bisa berenang dan meminta tolong membuat Salsa tertawa renyah
"Tolong.... Bruurr..Tolong... " ucap Aluna meminta tolong karena telah meminum banyak air "Hahahaha, rasakan pembalasanku Aluna, jika aku menderita dengan perjodohan ini, maka kau juga tak akan pernah bisa berbahagia" Tawa Salsa yang semakin keras.
"Tak..Tak...Tak.." Derap langkah kaki seseorang dan "Byurr.... " Salsa melongo ketika Marvel menceburkan dirinya ke kolam untuk menyelamatkan Aluna. Agar tak dinilai buruk Salsa berlari meninggalkan kolam dengan tubuh gemetar. Setelah menggapai Aluna yang telah lemas, Marvel berenang membawanya ke tepian kolam "Uhuk.. Uhuk... " Aluna terbatuk-batuk karena terminum banyak Air "Terimakasih Tuan karena telah menyelamatkanku" Ucap Aluna tersenyum dengan wajah pucatnya, Sedangkan Marvel tak menjawab ucapan Aluna, Marvel justru mengambikan jasnya yang ia lempar saat hendak menyelamatkan Aluna. Marvel memakaikan jasnya pada Aluna agar gadis itu tidak masuk angin dan mengigil kedinginan "Sama-sama, lain kali berhati-hatilah dan tetap waspada saat menghadapi monster seperti tadi" Seru Marvel sambil memperbaiki jasnya di tubuh Aluna
__ADS_1
"Ya ampun nona Aluna, kenapa bisa basah kuyup begini, sini mbok bantu kedalam sebelum nona masuk angin" Ucap mbok ida membantu Aluna berdiri " Terima kasih Tuan telah menolong saya, maaf juga karena anda basah kuyup karena menolong saya" " Tidak apa-apa nona, lebih baik kamu masuk sekarang sebelum kamu sakit"Ujar Marvel tersenyum dan diangguki oleh Aluna
"Gadis yang manis, andai kaulah yang menjadi pengantin untuk Aryan" batin Marvel tersenyum menatap punggung Aluna yang semakin menjauh
Setelah Aluna berisiap-siap dan meminum susu jahe hangat, Aluna segera beranjak pergi ke restoran untuk bekerja. Sebelum pergi, Aluna sempat meminta izin dari ibu tirinya dan menyalami neneknya. Setelah menyalami neneknya,Aluna segera beranjak menuju restoran untuk bekerja
__ADS_1
Sementara di Mansion yang begitu besar dan megah, di kamar yang cukup luas di lantai 2, terdapat seorang pria tampan berumur 27 tahun tengah terbaring tak berdaya di ranjang king size miliknya. Pria itu divonis mengalami kelumpuhan sejak 2 tahun silam. Setiap hari-harinya ia habiskan dengan berbaring karena tubuhnya yang kaku dan tak bisa digerakkan, hanya kepalanya saja masih bergerak dengan normal, itupun hanya sebatas mengerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Dalam diamnya, pria tampan itu berdoa "Doaku masih tetap sama, dengan siapapun aku kelak semoga yang ditakdirkan hidup bersamaku adalah seseorang yang menyayangiku dengan tulus, serta menjagaku dengan sabar"
Author : Aamiin 😊
Bersambung....
__ADS_1