
"kakak nggak tidur juga seperti adek?" Tanya Aluna pada kedua putranya yang sibuk mengutak-atik iPad dan satunya lagi sibuk membaca buku
"tidak bunda, kakak masih mengurus sesuatu yang penting" ucap Ezhar
"iya kakak benar bunda, kakak juga masih membaca mengenai tanaman obat yang akan kakak tanaman di halaman rumah nanti" ucap Izhar dan kembali fokus ke buku bacaannya
Aluna tersenyum melihat kedua putranya yang walaupun usia mereka masih sangat kecil, tapi mereka sangat pandai dan giat belajar
Saat memandangi wajah kedua putranya yang tengah fokus pada pekerjaan mereka, Aluna teringat dengan suaminya yang mewariskan ketampanan wajahnya pada kedua putranya. Aluna takut jika Aryan marah padanya karena telah merahasiakan anak mereka dari ayahnya, Aluna takut jika Aryan yang marah membawa pergi ketiga anaknya sedangkan hanya anak-anaknya semangat Aluna untuk tetap hidup dan berjuang
"Bunda kenapa?" Tanya izhar yang melihat Aluna meneteskan air mata
"bunda nggak apa-apa kok sayang, bunda hanya takut jika harus kehilangan kalian bertiga, sedangkan hanya kalian harapan dan semangat bunda untuk tetap hidup" ucap Aluna menghapus air matanya
"bunda tenang saja ya, apapun yang terjadi kakak sama adek akan tetap selalu bersama bunda, kami janji tak akan meninggalkan bunda sendirian" Ucap Ezhar mengenggam tangan ibunya
"terimakasih ya kakak" ucap Aluna tersenyum mengelus puncak kepala kedua putranya
__ADS_1
"Anak-anak ku walaupun usia mereka masih kecil, tapi sifat mereka seperti orang dewasa, bunda bangga pada kalian nak"batin Aluna tersenyum memandang ketiga buah hatinya
Sementara di desa Nusa, Aryan dan anak buahnya terus mencari keberadaan Aluna namun hasilnya tetap nihil, harapan menemukan Aluna kembali telah hilang dimakan usaha yang tak membuahkan hasil, karena lelah mencari istrinya selama beberapa hari,Aryan jatuh tak sadarkan diri segera dilarikan ke rumah sakit kota untuk mendapatkan perawatan
"Bunda, bunyi apa itu?suaranya berasal dari mobil putih itu" Ucap Filzah yang melihat ambulans yang membawa Aryan berjalan di samping taksi yang mereka naiki
"itu, ambulans dek, ambulans mengeluarkan bunyi seperti itu jika sedang dalam keadaaan darurat agar para mengendara memberikan jalan untuk ambulans lewat" Ucap izhar menjelaskan pada adiknya
Izhar terus saja mengamati ambulans itu dengan tatapan iba "Kasian" gumam izhar pelan yang bisa didengar Aluna
"ada apa dengan ambulansnya kakak" Tanya Aluna
"bunda apa bisa kakak mengunjungi rumah sakit tempat bunda bekerja di kota ini?" Tanya izhar
"tentu saja kakak" ucap Aluna mengelus lembut kepala Izhar
Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit dari bandara, kini Aluna telah sampai di rumah Dean yang akan mereka tinggali sementara
__ADS_1
"Wah, rumah papa Dean bagus juga yah, halamannya luas" ucap filzah berbinar begitu juga dengan kedua kakaknya
"sekarang kalian masuk dan bereskan barang kalian di kamar masing-masing ya, bunda akan menyiapkan makanan malam untuk kalian"
"baik bunda" ucap ketiganya dan berjalan menuju kamar mereka, sedangkan aluna pergi ke supermarket di depan rumah untuk membeli beberapa bahan makanan. Setelah membeli dan menyiapkan makan malam, Aluna memanggil ketiga anaknya yang telah rapi dan wangi agar menuju ruang makan
Aluna tersenyum melihat ketiga buah hatinya begitu lahap memakan makanan kesukaan mereka seperti sayur, telur mata sapi asam manis dan ayam goreng "bunda adek bantuin bunda beres-beres ya" Ucap filzah namun dicegah Aluna
"tidak usah sayang, biar bunda saja, sekarang filzah ikut kakak ya untuk beres-beres kamar" Tolak Aluna lembut
"baik bunda" ucap filzah berlari mengejar kakaknya yang telah menjauh dari ruang makan. Setelah selesai mencuci piring bekas makanan mereka, Aluna menuju kamar anak-anaknya yang telah memasuki alam mimpi
"pasti mereka lelah setelah perjalanan jauh dan membersihkan kamar mereka hari ini" batin Aluna memakaikan selimut pada kedua putranya
Saat Aluna mendatangi kamar putrinya, terlihat filzah telah tertidur di karpet sambil memegang kotak kuas catnya, Aluna tersenyum dan menggendong putrinya ke atas ranjang, tak lupa Aluna memakaikan selimut dan mengatur suhu AC di kamar putrinya. Aluna berjalan menuju balkon kamar putrinya dan melihat indahnya langit malam dan lampu-lampu kota yang terlihat indah
"Akhirnya aku kembali lagi disini, di kota kekahiranku. Kota yang telah banyak mengalami perubahan selama 5 tahun terakhir, bagaimana kondisi keluarga dan suamiku di kota ini? semoga mereka baik-baik saja" Gumam Aluna menatap indahnya kota
__ADS_1
Bersambung......